
setelah berhasil mencuri satu ciuman dari istri tercintanya faresta berlari ke kursi dan menyantap makanan sambil melihat Aurellia yg tanpa sadar memegang dadanya dengan wajah melongo yg super imut Dimata faresta.
" aku tau kau sudah punya rasa itu aku hanya ingin kau menyadari nya cintaku, mungkin dengan perlakuan manis ku" batin Faresta masih dengan mengunyah sarapannya.
tak bergeming hingga suaminya sudah selesai makan dan menghabiskan susunya
"hei ada apa" mengusap lembut pipi Aurellia yg memerah.
tersadar dan mengambil nafas banyak banyak dan matanya bertemu mata teduh milik suaminya.
" apa kau demam tapi suhu tubuhmu normal tapi kenapa wajah mu sangat merah sayang " sengaja membuat istrinya semakin malu.
Aurellia mengedipkan beberapa kali mata nya dan tangannya reflek memegang dahinya saat mendengar ucapan suaminya. dengan polosnya Aurellia menggeleng dengan bibir manyunnya.
gemas. hanya satu kata itulah yg muncul dipikiran dan hati faresta.
"baiklah aku akan kekantor dulu jaga dirimu kalau kau ingin kekantor ku hubungi aku ya sayang" berkata sangat lembut dan mengusap rambut Aurellia.
Aurellia mengangguk dengan senyum manisnya.
sekali lagi ah ralat berkali kali lagi faresta terpana dengan senyum indah dan menyejukkan hati seperti ada embun yg mengembuni hatinya.
"ahh jadi tidak ingin kekantor" batin Faresta dengan mata yg tak hentinya memandang Aurellia yg masih menunjukkan senyum cantiknya.
faresta mencium kening Aurellia dan dan mendaratkan ciuman kilas dibibir Aurellia sekali lagi. kali ini Aurellia tak terkejut karena faresta melakukan tidak dadakan.
faresta berjalan keluar rumah diantar oleh Aurellia sampai depan pintu faresta masuk mobil dan melambaikan tangannya.
Aurellia memandang mobil faresta hingga mobil tersebut tak terlihat.
dengan dada yg masih bergemuruh oleh sikap manis sang suami Aurellia duduk menyantap makanan nya hingga habis dan kembali ke kamarnya.
*****
seperti biasa kedatangan faresta disambut dengan hormat oleh seluruh pegawai yg bekerja di E World Industry perusahaan yg didirikan sendiri oleh CEO tampan paling muda dan berkarakter layaknya seorang pangeran negri dongeng Evano Faresta.
perusahaan yg didirikan kannya sejak masih duduk di bangku SMA yg meski tak lepas dari bantuan orang tuanya tapi pencapaian seorang Evano Faresta menjadikan perusahaan yg didirikan nya menjadi perusahaan nomor satu dunia dengan cara kerja yg sangat berkualitas dan bersih.
ya faresta terlahir dari keluarga yg cukup berkecukupan pada masa itu perusahaan yg didirikan oleh sang ayah tak seterkenal miliknya. perusahaan sang ayah hanya terkenal dinegaranya saja itu pun salah satu perusahaan yg cukup sukses bukan sangat sukses.
kegigihan dan kepintaran faresta sengaja diasah nya sendiri untuk mempelajari bisnis diusia dini hingga akhirnya sebuah perusahaan yg awalnya kecil dalam waktu hanya kurang lebih 5 tahun perusahaan faresta berkembang sangat pesat hingga sepuluh tahun terakhir membuat perusahaan milik nya menjadi perusahaan nomor satu di dunia.
bukan tanpa sebab perusahaan miliknya bisa menjadi nomor satu dunia. selain terkenal dengan CEO yg sukses diusia muda kekejaman seorang faresta bak mafia itu membuat lawan bisnis nya langsung menciut hanya dengan melihat wajah dingin nya.
cara kerja yg di buatnya hingga peraturan berpakaian dengan sopan dan tidak hanya tittle saja yg di lihat sikap dan kelakuan pun dilihat jika ada penerimaan karyawan baru.
*****
faresta memasuki ruangannya yg terdapat dilantai paling atas gedung ini. dengan gagahnya faresta duduk di singgasana miliknya.
kembali berkutat dengan seluruh dokumen yg sudah tergeletak indah diatas mejanya.
"exelle" panggil faresta
"ya tuan " exelle berjalan memasuki ruangan CEO tampan itu dan membungkuk memberi hormat.
"apa jadwal ku hari ini" terdengar datar dan sangat dingin uuhh menakutkan.
" hari ini jam 9 nanti tuan ada meeting dengan client dari Korea di restoran emmett, setelah itu jam 11 siang tuan ada pertemuan di ruang meeting kita dengan pak Yuan untuk membahas pembangunan resort hotel yg akan dibangun di China , jam 3 akan ada meeting dengan beberapa kolega dari luar negri membahas mengenai kesepakatan bekerja sama dan pada jam 5 tuan akan menghadiri party yg diadakan tuan Hands. itu saja tuan" panjang kali lebar tapi reaksi faresta sungguh menjengkelkan kalau bukan dikantor sudah dipiting exelle kali tubuh leher.
"baiklah " cicit faresta dengan melambaikan tangan menyuruh exelle keluar dan tangan satunya memijit kedua alisnya
"aisss gak bisa ketemu dia nya lebih cepat Hands sialan kalau bukan teman juga gak akan mau datang ke pestanya." sarkas faresta dengan Geraman yg tercetak jelas di wajah tampan nya.