My Heart's Idol Girl

My Heart's Idol Girl
PART 28



**hai masih part-nya exelle dan Maureen ya.


jangan kecewa dong.


******


mengingat itu membuat dada exelle sesak bagaimana tidak dia harus terpisah dengan gadis kecil itu dia harus terpisah dengan cintanya tanpa mengatakan kata kata perpisahan.


dia benci kenapa harus terlahir dari keluarga yg begitu dipandang dikota itu saat itu sekaligus bersyukur kematian kedua orang tuanya membuatnya menjadi dirinya tanpa harus dipaksa sekaligus membebaskan dirinya dari jeratannya selama ini perusahaan yg dibangun ayah nya pun ia tak peduli ia tak ingin seperti ayah nya memiliki perusahaan sendiri mengabaikan keluarga mengabaikan kesakitan anaknya demi kepuasan sendiri.


maka dari itu exelle lebih memilih menjadi orang dibawah pemilik perusahaan ya siapa lagi kalau bukan Evano Faresta orang yg dikenalnya pada saat kuliah di Korea Selatan.


dan menjadi orang kepercayaan faresta diperusahan yg dibangunnya sendiri dengan jerih payahnya.


mengingat perjalanan hidupnya sendiri membuat exelle merasakan rasa yg campur aduk


dentuman musik yg makin malam makin hingar membuat exelle memilih keluar dari tempat itu.


melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. menembus jalanan yg tak pernah sepi walaupun sudah sangat larut malam


tak butuh waktu lama exelle akhirnya sampai ke apartemen pribadi miliknya.


membukakan pintu dan masuk kedalam kamarnya dan berdiri dekat jendela dengan memegang soda ditangannya.


lama melamun dengan tatapan kosong menghela nafasnya berulang kali saat exelle mengerakkan pandangan matanya


pandangannya terkunci oleh sesosok wanita yg berada dipikirkan dan hatinya selama ini.


rindu itu terbalaskan saat exelle melihat senyum manis yg terukir indah diwajah cantik Maureen.



dilihatnya Maureen sedang melihat indahnya langit malam negara ini dengan senyum dan mata yg berbinar. ohh rasanya lega saat melihat senyum itu. senyum selama ini dirindukan nya. senyum tulus yg sudah lama tak dilihatnya.


walaupun Maureen seorang Model yg tugas nya harus mengulas senyum dilensa kamera tapi exelle tau itu bukanlah senyum tulus seorang Maureen.


tanpa sadar exelle juga ikut tertular senyum itu.


Maureen melongo dengan yg dilihatnya nya exelle ya itu exelle laki laki yg selalu membuat emosinya membludak.


exelle yg menyadari bahwa Maureen melihat nya segera masuk kedalam kamarnya dan menutup jendela nya


salah tingkah iya itu exelle rasakan malu sudah pasti.


sedangkan Maureen masih terperangah dengan senyum yg baru dilihatnya senyum itu senyum yg sangat familiar Dimata nya


Maureen memegang dadanya yg berdegup saat melihat senyum itu seakan ada rasa yg dulu hilang kini kembali lagi dan rasa itu berubah menjadi rindu saat senyum itu hilang dibalik jendela.


tak ingin ambil pusing Maureen masuk kedalam kamarnya dan terlelap hingga pagi datang


kalian pasti bingung kan kenapa exelle bisa satu gedung apartemen dengan Maureen?


flashback on


ya saat exelle melihat foto dan nama MAUREEN CHALISA terpampang nyata di papan iklan besar di jalan raya yg memperlihatkan seorang Maureen chalisa tengah mengiklankan sebuah produk cosmetics.


disaat itu exelle tengah mengendarai mobil sports miliknya yg tengah menunggu lampu merah


exelle terperangah saat nama itu mata itu bibir itu dan rambut merah itu.


dia ingat itu milik Maureen kecilnya ditambah lagi nama yg sama membuat exelle yakin bahwa itu Maureen nya. Maureen yg selama ini dicarinya


setelah itu tak sulit bagi exelle untuk mencari tempat tinggal Maureen.


karena agensi entertainment yg menjadi tempat Maureen berkerja dibawah naungan E World Industry masih ingat kan separuh aset milik negara ini milik Evano Faresta jadi taklah mudah untuk mencari keberadaan Maureen ditambah faresta bersahabat baik dengannya.


flashback off