
**hai readers part yang ini bukan part nya Aurellia dan faresta ya tapi part-nya Maureen dan exelle hehe semoga kalian juga suka ya sama cerita mereka.
***********
lain halnya dengan faresta dan Aurellia yg baru saja menyatakan cinta mereka masing masing dengan perasaan yg pastinya sudah dipenuhi bunga bunga
disini diclub malam yg sangat terkenal di negara k ini seorang Alexander exelle sedang menikmati minumnya sendirian setelah melihat sang sahabat faresta sudah pulang dirinya sendiri pun mengundurkan diri juga.
bukan tanpa sebab exelle pulang dari jam yg lebih cepat saat party. saat ini ada yg mengganggu fikirannya.
Maureen chalisa hanya nama itulah yg saat ini bersemayam di pikiran nya.
"apakah dia tak mengingat ku ? huh dasar perempuan pecicilan mana mungkin dia mengingat ku" racau exelle dengan masih memegang minuman nya dan sesekali meminumnya.
dia jadi teringat bagaimana perkenalan nya dengan model cantik itu yg dulunya hanya gadis manis dengan wajah cerianya yg dapat tertular pada setiap orang yg melihatnya nya.
***flashback on*
ya exelle kecil hanyalah seorang bocah berumur 13 tahun saat itu saat dimana dirinya harus menghadapi kerasnya hidup yg dikelilingi keluarga yg gila menurut nya.
bagaimana tidak gila mana ada orang tua yg tega memaksakan kehendaknya kepada seorang anak kecil berumur 13 tahun dengan tuntutan hidup yg keras.
diumur nya yg baru berumur 7 tahun exelle diharuskan belajar tentang bisnis ditambah pembekalan ilmu beladiri ditambah lagi siksaan siksaan yg didapatkan nya jika tak memenuhi keinginan orang tuanya.
sampai pada titik dimana seorang exelle jenuh dengan hidupnya yg bertahun tahun itu yg dianggapnya taklah normal. exelle kecil memiliki otak yg cerdas pemikiran yg dewasa. ya dewasa hidup yg keras membuatnya dewasa sebelum waktunya.
sampai akhirnya exelle ingin bebas walaupun hanya beberapa jam saja. ya exelle melarikan diri dari rumah ke taman dekat rumahnya. ya dihanya ingin tenang tanpa gangguan dari kedua orang tuanya.
sedih itulah wajah yg saat itu exelle perlihatkan disetiap langkah kakinya menuju taman itu
semua pergerakan exelle tertangkap basah oleh penglihatan gadis kecil yg penuh dengan keceriaan ya dia Maureen chalisa.
gadis imut cantik manis dengan sifat keceriaan nya yg sudah mendarah daging
kaki kecil itu melangkah kan kakinya dimana exelle sedang berjongkok dipagar taman itu dengan tangan memegang batu dan menggambar sesuatu ditanah taman itu dengan raut wajah sedih.
"hai kakak " sapa ramah Maureen dengan suara cempreng khasnya.
mendengar suara asing ditelinga nya sontak membuat exelle mendongak melihat gadis kecil sedang mengulurkan tangannya dengan senyum manisnya**.
"kakak tampan" sapa Maureen lagi dengan lembut kali ini tanpa suara cempreng nya.
seketika exelle tersadar dan kembali menunduk dan melanjutkan gambarnya tanpa memperdulikan gadis kecil itu yg masih mengulurkan tangannya untuk kenalan
kecewa? sudah pasti dirasakan Maureen kecil tapi dia bukanlah gadis yg cepat menyerah dengan kaki mungilnya Maureen berjongkok disampingnya exelle kecil melihat kegiatan apa yg dilakukan exelle kecil.
exelle menoleh kerah Maureen yg melihatnya dengan senyum nya
"kau mau apa" tanya exelle dengan nada datar.
"hehe Maureen chalisa. kakak? " mengulurkan tangannya mungilnya kembali kehadapan exelle dengan senyum yg mengembang
"exelle" singkat datar dan tak menyambut tangan mungil itu.
dengan kecewa Maureen menarik tangannya kembali dan wajah yg sudah cemberut.
exelle yg melihat wajah gadis kecil itu yg tadinya terseyum kini penuh dengan kecemberutan dengan bibir yg dimonyongkan.
exelle menghela nafasnya dan mencoba tersenyum dan tangannya bergerak meraih dagu Maureen agar kepalanya mendongak melihatnya.
seketika wajah cemberut tadi berubah menjadi senyum kembali memperlihatkan gigi putih miliknya dengan mata yg menyipit.
exelle yg melihatnya merasakan hatinya menghangat dengan senyum gadis kecil yg baru di kenalnya beberapa menit lalu
"berapa umurmu" tanya exelle pada Maureen.
dengan imutnya Maureen kecil menggerakkan tangannya menghitung umurnya exelle yg melihat pun tak bisa lagi menyembunyikan senyumnya melihat tingkah polos Maureen dengan senyum yg mengembang exelle mengacak gemas rambut Maureen. dengan senyumnya Maureen melihat exelle
"6 tahun" ucap Maureen dengan menunjukkan tangannya dengan angka enam
setelah perkenalan itu exelle dan Maureen semakin dekat walaupun hanya seminggu sekali Maureen bisa bertemu dengan exelle pasalnya dia akan berada di kota itu karna dia hanya berkunjung seminggu sekali mengunjungi neneknya.
tapi beberapa bulan belakangan Maureen tak mendapati exelle lagi ditaman itu lagi tak lagi tak sama sekali sampai Maureen pun menjadi murung setiap kali datang ke kota itu.
tak ada lagi exelle kecil tak ada lagi Maureen kecil yg bermain bersama.
flashback off