
kini jam sudah menunjukkan pukul 12 siang tapi Aurellia masih setia duduk di sofa tempatnya tadi tertidur karena kelelahan akibat menangis.
bibi kepala pelayan sudah berulang kali menawarkan cemilan atau makanan ringan lainnya agar mengisi perut Aurellia, tapi hanya penolakan yg diberikan Aurellia dengan alasan saat ini dirinya tak ingin makan.
Antonio pun yg melihat hanya pasrah
dia tau semenjak hamil istri dari tuannya ini menjadi sangat manja bahkan tak ingin barang sedetikpun jauh dari tuannya.
sampai sampai faresta harus memboyong Aurellia ke kantor karena Aurellia yg terus merengek tidak ingin jauh dari faresta.
____
faresta masih berada di pesawat pribadi nya masih setia dengan mata yang terus mengawasi Aurellia.
khawatir itulah yang dirasakan saat ini
melihat istrinya tak ingin makan dan hanya melamun begitu saja membuat faresta mengumpati CEO yg akan bekerja sama dengannya kali ini.
perjalanan masih panjang dan jam tangan faresta menunjuk kan sudah pukul 3 sore
dan dia akan sampai di Australia jam 12 malam nanti dan itupun jam Kanada sedangkan Australia sudah akan sore dan sudah tanggal yg berbeda.
_______
_______
sudah dua hari kepergian faresta Aurellia masih tetap sama bangun tidur, mandi, maka pun tak berselera, dan duduk di depan tv dengan fikiran entah kemana mana dan saat ini Kanada sudah pukul 4 sore dan Aurellia sudah bersiap masuk kekamar mandi dengan langkah yg gontai diiringi oleh bibi kepala pelayan.
hanya butuh waktu 15 menit karena bibi kepala pelayan sudah melihat Aurellia yg kedinginan.
setelah mengenakan pakaian nya Aurellia duduk dengan wajah yg sudah cemberut, bibi kepala pelayan sampai kasihan melihatnya.
Aurellia merasa jiwanya selama 2 hari ini seperti hilang. bibi kepala pelayan sedang menyisir rambut Aurellia dengan dibiarkan begitu saja.
Aurellia mengenakan celana jeans hitam dan jaket berwarna kuning cerah.
bibi kepala pelayan membawa Aurellia jalan jalan agar tidak melamun terus. Aurellia berjongkok di depan bunga bunga depan rumahnya. lagi dan lagi Aurellia melamun tapi kali ini lamunannya di sertai dengan air mata yg mengalir.
hingga suara seseorang yg sangat familiar yang selama 2 hari ini dirindukan nya terdengar mengalihkan pandangannya yg tadi memandang bunga bunga dengan air mata
"sayang" dengan senyumnya faresta memanggil Aurellia.
" tidak rindu dengan ku " faresta merentangkan tangannya Aurellia mengisi sejadi jadinya saat sudah berada dalam pelukan faresta.
" rindu " cicitnya, faresta tersenyum mendengarnya.
mengerat tangan nya memeluk Aurellia dan membawa Aurellia dengan menggendong nya dari depan. Aurellia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher faresta dengan menangis sengugukan.
sama dengan Aurellia, faresta pun merindukan istrinya, selama 2 hari ini dia sengaja tak menelfon, ataupun memberi kabar dia takut mendengar suara Aurellia membuatnya goyah dan langsung beranjak pulang sengaja tak melihat CCTV takut rindunya semakin menjadi dan selalu menanyakan kabar Aurellia lewat Antonio asisten pribadi faresta.
dan saat mendengar kabarnya membuat hati faresta ikut sakit. ternyata bukan hanya dia yg tersiksa tapi istrinya juga.
faresta sudah duduk di tepi ranjang dan masih dengan Aurellia yg berada di pangkuannya.
mengelus rambut Aurellia dan mencium pelipis nya.
tangis Aurellia tak kunjung mereda sudah setengah jam berlalu pelukannya pun tak lepas juga.
" sayang berhenti menangis oke aku sudah pulang hmm kasian baby nya kalau kamu sedih dia pasti ikutan sedih sudah ya " bujuk faresta dan perlahan tangis Aurellia mereda walaupun masih terdengar isakan sisa tangisnya.
_____
_____
_____
______
*/*/*/*/*
*///*
hai kasih info nih beberapa part lagi loh novel ini akan tamat
Nil sengaja lama ini up nya hehe biar penasaran
terima kasih