
jangan lupakan pengantin baru kita hehe.
ya setelah acara pernikahan Maureen dan exelle kedua manusia itu langsung tancap gas menuju hotel milik exelle yg berdiri di Paris.
kedatangan keduanya disambut hangat oleh manager hotel dan para staf yg bertugas malam itu. hingga keduanya diantar kekamar yg memang di desain khusus untuk CEO hotel siapa lagi kalau bukan Alexander exelle.
dengan mata yg membulat Maureen melihat kamar yg sudah disulap menjadi taman bunga. ya taman bunga bagaimana tidak disetiap sudut ruangan dan tepat diatas tempat tidur sudah bertebaran bunga mawar merah dan putih membentuk dua hati yg saling menempel.
lagi air mata Maureen menetes kembali dan air mata ini adalah air mata kebahagiaan.
exelle yg melihat pun langsung membawa Maureen kepelukan nya dan berjalan kearah ranjang dan mendudukkan Maureen ditepi ranjang.
perlahan exelle menghapus air mata Maureen dan mencium kedua kelopak mata Maureen.
"perjuangan kita sudah selesai kebahagiaan kita sudah sampai sayang penantian kita telah usai hmm kita sudah bersatu janji kita. janji kita yg akan menikah dari kecil sudah terwujud. aku mohon jangan menangis lagi hmmm" ucap exelle seraya mengelus pucuk kepala Maureen dengan sayang.
" aku menangis karena aku bahagia itu saja" exelle dibuat gemes melihatnya dengan suara bindeng, hidung memerah dan mata yg sembab Maureen menjawab dengan nafas tersengal-sengal.
exelle tersenyum dan mencium kening Maureen
"aku akan duluan membersihkan badan,kamu bersihkan wajah mu ya" Maureen mengangguk dan exelle berlalu kekamar mandi.
hanya butuh beberapa menit saja exelle sudah selesai mandi pasalnya memang sudah tengah malam dan lagi udara yg semakin dingin.
keluarnya exelle dari kamar mandi sudah menggunakan kaus oblong nya warna hitam dan handuk putih yg mengeringkan rambutnya.
Maureen segera masuk kedalam kamar mandi setelah mendapatkan perintah dari exelle.
sementara Maureen mandi exelle sudah selesai dengan rambutnya. dan memainkan ponselnya.
45 menit berlalu Maureen pun akhirnya keluar yg diikuti exelle yg berdiri dari ranjang menuju meja rias untuk mengambil laptopnya.
exelle terpaku dengan wajah memerah sedang kan Maureen memang sengaja menampilkan wajah menggodanya.
dengan manja Maureen bergelayut manja di lengan kekar exelle dan dengan sengaja menggesek gesekkan payudara nya dilengan exelle.
membuat exelle dengan susah payah menelan salivanya dan dengan gerakkan perlahan matanya melihat posisi Maureen.
seperkian detik exelle sudah tak dapat menahannya lagi selama sebulan lebih berada dalam satu kamar dan satu ranjang membuat exelle harus menahan nafsunya agar tak menjebol Maureen hingga hari pernikahan itu tiba. kini hari itu tiba dengan lembuat exelle mencium bibir Maureen terasa sangat manis dan pas dibibir exelle.
dan dengan gerakan perlahan exelle membawa Maureen menuju ranjang tanpa melepaskan ciumannya.
ciuman yg awalnya lembut kini berubah menjadi lumatan yg begitu menuntut dan membuat nafas Maureen maupun exelle menjadi tak beraturan.
dengan masih mencium Maureen, exelle melepaskan handuk yg membungkus tubuh Maureen dengan sekali tarik handuk itu sudah terlepas dan terlihatlah lekuk tubuh yg luar biasa itu didepan mata exelle.
Maureen dan exelle sudah sama sama menunjukkan wajah yg sudah sama sama dipenuhi dengan kilatan birahi masing masing.
dengan lembut dan perlahan exelle menulusuri setiap lekuk tubuh Maureen.
dan Maureen hanya menerimanya dengan desahan yg sering kali keluar dari mulut nya dan itu membuat exelle semakin bernafsu dengan Maureen.
dan malam itu menjadi malam panjang untuk Maureen dan exelle malam yg juga penuh dengan keringat dan desahan mereka
malam yg sudah dinantikan oleh Maureen dan exelle kini mereka sudah sempurna menjadi pasangan suami istri.
Maureen tergolek lemah setelah mendapatkan pelepasan nya.begitu pun exelle.
Maureen sudah tertidur disamping exelle yg sudah memeluk nya dan mengelus perut rata Maureen.
"semoga kau cepat hadir ya sayang" ucap exelle dengan mengelus perut Maureen dan ikut terlelap bersama Maureen.