
pagi datang dengan indahnya matahari yg terlihat malu malu kini sudah mulai menunjukkan seluruh wajahnya.
sinar matahari yg masuk melalui celah gorden kamar besar dan mewah yg kini didalam nya terdapat dua anak manusia yg tertidur pulas dengan memeluk satu sama lain terusik tidurnya.
mengeryit kan dahi nya saat sinar matahari itu menusuk matanya yg sedang berusaha terbuka.
faresta mengumpulkan nyawanya yg masih berterbangan kemana mana
melihat sekilas kearah jam dinding dan masih menunjukkan pukul 6.30
"masih terlalu pagi" gumam faresta
melihat istrinya masih pulas dalam tidurnya faresta kembali memeluk dan memejamkan matanya tak butuh waktu lama faresta kembali tertidur.
lain halnya dengan Aurellia mendapatkan pelukkan kembali dan semakin erat Aurellia membuka matanya dan melihat keatas suaminya masih tertidur.
sama seperti sang suami Aurellia melihat jam dinding dan menunjukkan pukul 6.40 Aurellia segera melepaskan diri perlahan dari dekapan sang suami agar tak menganggu tidur nya.
bergegas kekamar mandi dan menjalani ritual paginya tak butuh waktu lama Aurellia keluar menggunakan handuk yg melilit tubuhnya dari dada hingga padanya.
berjalan kearah lemari yg membelakangi tempat tidur Aurellia mengambil switer putih dan celana jeans warna hitam.
melihat kearah tempat tidur meyakini faresta masih tertidur pulas Aurellia melepas handuk yg melilit tubuh tubuhnya. seketika terlihat tubuh indah nan molek plus putih tanpa sehelai benang pun.
Aurellia memakai bajunya satu persatu dengan menghadapkan tubuhnya kerah tempat tidur itu dengan me-was was jika sang suami tiba tiba bangun Aurellia langsung bisa kembali memakai handuknya dan berlari kekamar mandi.
setelah selesai Aurellia bergegas keluar dan menjalani tugas nya a sebagai seorang istri untuk mempersiapkan sarapan pagi.
sepeninggal Aurellia dari kamar faresta menegakkan tubuhnya dan mengatur nafasnya menahan nafsunya.
bagaimana tidak dia melihat semua yg Aurellia lakukan yg tepat didepan matanya sendiri
flashback on
saat tubuhnya digeser pelan oleh Aurellia sebenarnya faresta ikut terbangun ralat lebih tepatnya terusik karena malas membuka matanya faresta tetap seperti orang tidur padahal dirinya sudah sadar.
perginya Aurellia kekamar mandi faresta mencoba tidur lagi tapi tak bisa sampai pintu kamar mandi terbuka faresta masih memejamkan matanya dengan posisi tidur membelakangi kamar mandi dan menghadap lemari
glek....faresta menelan susah salivanya melihat pemandangan yg indah luar biasa itu
belum lagi selesai dengan yg satu ditambah lagi Aurellia yg tiba tiba melepas handuknya dan menghadap kerah dimana faresta tengah tidur dalam kepura puraannya.
degdegdeg
jantung faresta serasa mau copot pikiran faresta dibawa melayang entah kemana.
untuk pertama kalinya melihat tubuh polos sang istri membuat faresta menelan ludahnya berkali kali
sampai akhirnya Aurellia selesai memakai baju dan pergi dari kamar itupun tak luput dari mata faresta.
flashback off
Aurellia tengah meracik bumbu bumbu masakan untuk membuat nasi goreng.
dan menggoreng telur untuk lauk nasi gorengnya.
setengah jam berkutat dengan alat dapur dan bumbu dapur akhirnya Aurellia selesai dengan masakannya.
Aurellia membawa nasi goreng tersebut yg berada didalam mangkok keatas meja makan beserta telurnya.
saat sedang asik menata makanan tangan Kokok dan kekar memeluk dari arah belakang siapa lagi kalau bukan faresta suaminya
Aurellia menoleh kebelakang dan tersenyum kearah faresta yg juga tengah tersenyum
faresta memutar tubuh Aurellia menghadap dirinya
cup
satu kecupan mendarat mulus dibibir Aurellia
Aurellia? terbelalak mendapatkan ciuman yg tiba tiba hatinya belum siap