My Heart's Idol Girl

My Heart's Idol Girl
PART 34



malam berganti pagi kini di dua kamar berbeda mereka tengah tertidur dengan sangat nyaman didalam pelukkan pasangan mereka masing masing.


seperti biasa Aurellia selalu bangun terlebih dahulu dibandingkan suaminya


karena tak dirumahnya jadi Aurellia hanya membership diri kemudian mengisi air untuk suaminya mandi lalu membangun faresta untuk mandi.


"ayo bangun sudah hampir siang kamu mandi dulu baru sarang" faresta menggeliat tubuhnya dan mengedipkan matanya menyesuaikan penglihatan nya


far start tersenyum melihat Aurellia yg sudah rapi dan begitu cantiknya


"pagi " sapa faresta dan dibalas senyum manis Aurellia


cup faresta mencium kilas bibir Aurellia dan berlalu kekamar mandi


tak butuh waktu lama faresta sudah siap dengan pakaian kasualnya. dan berjalan mendekati Aurellia yg sudah menunggunya untuk sarapan.



dengan senyum mengembang faresta duduk didepan Aurellia dan langsung menyantap makanan nya.


begitu pun dengan Aurellia. mereka makan dengan hening dan tenang tapi jangan tanya setiap satu sendok masuk kedalam mulut faresta setiap itu pula matanya melihat kerah Aurellia yg sedang makan dengan lahapnya.


berbeda dengan pasangan suami-istri itu dikamar hotel VVIP nomor 309 ini kedua orang ini masih nyamannya dengan tidur mereka sampai dering ponsel yg terdengar begitu nyaring diruangan tersebut membuat tidur exelle terusik dan mengumpati siapa yg menganggu tidur nyamannya.


"menganggu saja kau it_" belum selesai memarahi orang itu exelle dibuat kaget dengan suara bariton yg iya kenali dari dalam ponselnya.


"sudah enak tidurnya bangun apa kau lupa alasan kita kesini" ya itu suara faresta yg sudah membuat bibir tajam exelle berhenti mengomel.


"mati aku " batin exelle


" iya aku ingat kau duluan saja aku akan menyusul bersama Maureen" exelle menepuk jidatnya sendiri dan tersenyum melihat Maureen yg sudah bangun dan melihatnya.


panggilan diputus langsung oleh faresta.


dan exelle dengan lembut menyuruh Maureen lebih dulu bersiap karena dia tau kalau perempuan berdandan membutuhkan waktu yg lama.


exelle keluar dan mendapati Maureen sudah siap dengan gaun putih selutut nya dengan rambut dibiarkan tergerai dan sedikit polesan make up menambah kesan cantiknya seorang Maureen. exelle sampai terpana melihatnya karena disuguhkan dengan bidadari cantik didepan dengan senyum yg mengembang



exelle menghampirinya dan memeluknya dengan erat. Maureen hanya tersenyum menanggapi kelakuan Exelle.


"Kau sangat cantik" Exele memuji kecantikan Maureen yang sungguh luar biasa.


Maureen tersenyum menanggapinya.



dan Exelle hanya menggunakan pakaian serba hitam dari mulai baju dalam jaket serta celananya.


dan itu membuatnya tetap terlihat tampan dimata Maureen dan dan para wanita yang baru saja melihatnya.


sementara Excel dan Maureen baru melajukan kendaraannya ke tempat pemotretan.


Aurellia dan faresta sudah sampai ke tempat pemotretan dan sedang melihat persiapan pemotretan sampai pada akhirnya yang ditunggu datang ya mereka adalah Maureen dan Exelle.


"wah wah ada pasangan baru nih "ledek Aurellia kepada Maureen


Blush wajah Maureen memerah mendengar ledekan yg di berikan oleh Aurellia.


exelle hanya terkekeh melihat Maureen diledek oleh Aurellia sementara faresta malam membuat Maureen semakin malu saja.


"ehh bisa juga tuh pipi merah karena malu biasanya juga merah karena marah" Maureen menutup wajahnya dengan kedua tangannya tak lupa memberikan injakkan dikaki faresta.


"shhh " faresta meringis merasakan sakitnya pijakan Maureen


exelle dan Aurellia hanya tertawa melihat faresta yg tak henti hentinya menggoda Maureen hingga satu jitakan melayang di kepala faresta dan pelakunya siapa lagi kalau bukan Maureen.


dan semuanya yg melihat pun tertawa.