
"haii" hanya itu yg keluar dari mulut Maureen setelah lama berdiam dengan keterkejutannya melihat exelle.
sedangkan exelle masih berdiam diri didepan pintu tanpa mengedipkan matanya sedikitpun.
sampai suara ponsel exelle membuat exelle tersadar sekaligus tersedak ludahnya sendiri.
"uhukk"
exelle langsung mengangkat ponselnya sedangkan Maureen langsung berlari kearah lemari dan mengambil pakaian nya kembali lagi kekamar mandi dengan sedikit bantingan saat sedang menutup pintu. " brakkk" exelle terjengkang kaget.
setelah insiden itu membuat Maureen maupun exelle menjadi canggung dan tidur pun saling memunggungi.
****
pagi datang sinar matahari yg begitu cerah yg telah menampakkan dirinya di kota Seoul Korea Selatan mengusik tidur dua orang yg tengah pulas ini
Maureen bangun lebih dulu saat merasakan remasan dibagian atas tubuhnya.
pandangan turun kearah dimana dirasakan nya remasan itu. seketika matanya terbuka lebar melihat tangan kekar tengah memegang dan *** kecil payudara miliknya.
"omegat" hati Maureen menjerit dengan tubuh yg sudah menegang
"hmmm" suara gumaman exelle dengan remasan yg semakin kuat membuat sensasi aneh ditubuh Maureen dengan cepat Maureen memejamkan matanya lagi saat exelle mengeluarkan suara bingung nya " ehh".
terkejut dengan posisi dirinya dan Maureen "nyut nyut" exelle *** benda yg sangat pas ditangannya masih dalam keadaan yg setengah sadar sementara Maureen mengigit bibir bawahnya agar desahan tak senonoh itu keluar dari mulutnya.
"hah" exelle langsung menarik tangan saat kesadaran nya sudah sepenuhnya kembali.
exelle menepuk jidatnya "gila" hanya kata itulah yg bisa keluar dari mulutnya dan langsung bergegas masuk kamar mandi sebelum Maureen bangun.
Maureen masih terengah-engah dengan nafasnya yg sedari tadi ditahannya.
******
pagi buta sekali Aurellia dan faresta sudah berjalan kembali untuk mengelilingi Seoul.
faresta terus menggenggam tangan Aurellia
sampai akhirnya faresta membawa Aurellia ketempat dimana disana bisa melihat indah Seoul Korea Selatan dari atas dan bisa melihat seluruh Korea Selatan.
dengan hati yg bahagia Aurellia melihat pemandangan indah itu ditambah faresta yg selalu perhatian dengan.
dengan mereka duduk berhadapan dengan seonggok api yg menghangat kan tubuh mereka.
senyum bahagian terpancar dari wajah Aurellia lihatlah bahkan hanya kesenangan yg sederhana membuat bibir nya tak henti hentinya tersenyum. senyum yg tulus.
mata nya masih fokus menatap api yg tengah menghangat tubuh nya dengan senyum yg masih tersungging di bibirnya. faresta melihatnya pun ikut tersenyum.
dengan satu tangan faresta mengalihkan perhatian mata Aurellia menghadap nya dengan tampang polosnya membuat faresta tak tahan langsung mengecup kilas bibirnya
Aurellia memperlihatkan Gigi putihnya setelah kecupan itu terlepas. faresta mengacak rambut Aurellia gemas dan mendaratkan satu kecupan yg cukup lama di kening Aurellia dan memeluk nya
hingga sore menjelang malam Aurellia tak ingin beranjak dari tempat dia ingin melihat matahari tenggelam. dengan senang hati faresta menuruti nya
dengan warna jingga menghiasi langit begitu indahnya matahari yg perlahan masuk kedalam tempatnya.
mata Aurellia berbinar memancarkan kebahagiaan yg luar biasa.
langit mulai gelap dan udara pun semakin dingin. faresta membawa Aurellia pulang dengan hati Aurellia yg begitu bahagia.
ditengah perjalanan ditengah tengah kota Seoul Aurellia menghentikan langkahnya membuat faresta ikut terhenti juga dan menoleh kearah istrinya itu.
"lapar" dengan tampang polos dan nada manjanya membuat Aurellia membuat faresta tersenyum .
faresta melihat sekeliling nya banyak makanan pedagang kaki lima yg terlihat sangat menggoda. kembali melihat Aurellia meminta persetujuan untuk makan dipinggir jalan dan Aurellia menanggapi nya dengan senyum dan anggukkan kepala.
malam ini menjadi malam yg super indah selain malam pernyataan cinta mereka. malam ini Aurellia melihat sisi sederhana seorang Evano Faresta pengusaha dengan berjuta bisnis.