
sudah sebulan sejak kejadian itu dan para sampah manusia itu sudah habis ditangan anak buah faresta, sementara perempuan gila itu juga sudah dikurung dan merasakan sakitnya mati secara perlahan.
dan kabar bahagia menyelimuti exelle dan Maureen. ya Maureen tengah mengandung
yang mana usia kandungan sudah menginjak usia 4 Minggu. Aurellia pun ikut terimbas merasakkan bahagia nya.
terbesit rasa ingin mengandung juga di benaknya.
sempat berfikir apakah dirinya tidak subur. bukan apa apa hampir tiap malam faresta meminta hak nya dan Aurellia juga senang hati menuruti nya. tapi kenapa tuhan belum memberikan kepercayaan itu.
dan malam ini dia gak bisa berbagi kegelisahan pasal nya faresta sedang berada dalam pesawat yg akan membawanya pulang dan kemungkinan akan sampai besok pagi.
Aurellia termenung dengan pikirannya. sampai suara pintu yg terbuka pun tak didengarnya
dan sekarang ingin rasanya dia menangis. entahlah akhir akhir ini Aurellia Aurellia menjadi Aurellia yg cengeng apa apa nangis kalau hal yg dimintanya tak tercapai.
seperti tadi pagi saat dia minta di buatkan sarapan roti sandwich dan yg buat harus faresta. para pelayan bingung tentunya, bagaimana mereka meminta tuannya membuatkan itu sedangkan tuannya tak ada ditempat.
semakin lama termenung dengan fikiran nya dan matanya semakin ingin menangis.
sampai faresta mendekatinya dengan bagian atas tubuh yang tak menggunakan apa apa lagi.
mencium kilas bibir Aurellia yg membuat lamunan Aurellia buyar.
dan semakin ingin menangis karena melihat suaminya yg sejak kepergian faresta Aurellia merengek minta ketemu.
dan itu tentu saja membuat faresta gusar ditambah saat meminta itu wajah Aurellia terlihat menggemaskan dengan air mata yg sudah membasahi pipi membuat faresta semakin tak tega.
faresta juga bingung di buatnya beberapa hari sebelum pergi Aurellia menjadi sangat sangat manja. terlebih saat melakukan hubungan suami istri. Aurellia saat itu meminta nya duluan, dan faresta dengan senang hati menuruti nya.
dan jangan salahkan faresta jika dia mempercepat waktu pulang nya dan ingin langsung menerkam Aurellia.
ditambah saat masuk melihat wajah istrinya yg bengong tanpa tau kehadirannya membuat faresta ingin menggodanya.
dan kini faresta sudah berada diatas Aurellia menindih tubuhnya dan menatap Aurellia yg masih menunjukkan raut terkejut bingung dan tak percaya.
dengan perlahan faresta mendekatkan wajahnya ke telinga Aurellia
" aku pulang sayang " dan detik itu juga Aurellia menangis. faresta langsung memeluknya dan mencium seluruh wajah Aurellia.
" kamu bohong katanya besok pulangnya....aku rindu" akhir kalimat yg didengar faresta membuatnya langsung melumat habis bibir manis Aurellia.
setelah itu membuangnya ke asal tempat.
menghirup udara dengan nafas yg tersengal
memandangi wajah Aurellia dan mengelus bibir bengkak Aurellia akibat ulahnya sendiri.
mencium kening Aurellia perlahan.
dan malam itu menjadi malam panjang pertama bagi mereka.
melepaskan kerinduan masing masing.
****
dan pagi ini faresta terbangun lebih dulu karena merasakan mulutnya tak bisa bernafas dan bergerak.
hal pertama yg dilihatnya membuatnya tersenyum dan sedikit terkejut.
bagaimana tidak bibirnya dan bibir istrinya menempel dengan gerakkan melumat yg dilakukan Aurellia tanpa sadar.
faresta tak tinggal diam dia membalikkan tubuh Aurellia dengan lembut tanpa melepaskan ciumannya.
dan kini faresta lah yg memimpin ciuman itu mengelus elus rambut depan Aurellia.
dan pagi itu terjadi lagi pergumulan dan yg memintanya Aurellia setelah terganggu dengan ciuman faresta.
**
Nil tau janji Nil di part yg sebelumnya buat kalian kecewa.
asal kalian tau aja Nil juga kecewa sama diri nil. Nil janji tapi gak Nil tepati.
semua ide Nil ancur karena satu masalah.
maafin Nil ya
dan ada beberapa part awal yg Nil revisi ulang . jadi yg penasaran bisa langsung di baca lagi