My Heart's Idol Girl

My Heart's Idol Girl
PART 53



pagi ini faresta kembali dikejutkan dengan suara muntahan Aurellia yg beberapa Minggu ini memang menjadi rutinitasnya setiap bangun tidur.


dengan cepat faresta berlari ke kamar mandi dan memijat tengkuk leher Aurellia. setelah dirasakan Aurellia tak ada yg membuat ya mual lagi Aurellia ber sender di dada bidang faresta memejamkan matanya dan mengatur nafasnya. sedangkan faresta dengan telaten menyeka keringat yg bercucuran dari dahi Aurellia.


setelah dirasa nya Aurellia sudah kembali normal faresta mengangkat tubuh Aurellia dan diletakkan di atas ranjang king size miliknya.


" aku harus mandi dan pagi ini harus pergi ke Australia hmm kamu tau kan urusan yg satu ini tak bisa digantikan oleh asistenku hmm"


Aurellia mengangguk kan kepalanya tanda mengerti dengan seulas senyum hangatnya membuat faresta menjadi lega.


dan kini Aurellia sudah berada di meja makan tentunya bersama faresta yg sudah rapi.


setelah sarapan dengan sedikit drama dari Aurellia yg menolak berbagai makanan hingga satu suapan dari faresta membuat nafsu makannya naik dan kini faresta sudah ingin berangkat ke bandara berjalan sambil memeluk Aurellia.


" aku pergi dulu ya hanya 2 hari sayang hmm nanti setelah aku pulang kita akan jalan jalan ya" Aurellia menggeleng.


" aku tak ingin jalan jalan! cepatlah kembali aku hanya ingin kau ada disini " faresta tersenyum hangat dan kembali memeluk Aurellia dan mencium pucuk kepalanya.


" jaga diri ya kalau ada perlu kamu jangan teriak panggil melalui telepon rumah hmm dan jangan banyak melakukan hal hal yg tak penting oke " Aurellia mengangguk dengan senyumnya.


" bi tolong jaga Aurellia ya selama aku tidak ada, kalau dia ingin sesuatu tolong di belikan jangan sampai dia bergerak sendiri harus tetap dalam pengawasan"


"baik tuan"


setelah mengucapkan wejangannya faresta kembali memeluk Aurellia. mencium kening dan bibir Aurellia dengan lembut.


Aurellia masuk dengan wajah yg sudah murung. dia rindu seketika saat pelukkan suaminya berakhir.


sepertinya hormon kehamilan nya membuatnya menjadi Aurellia yg manja dan cengeng. lihat saja sekarang di sofa depan TV ditemani oleh bibi kepala pelayan serta Antonio asisten pribadi faresta di rumah Aurellia menangis sengugukan dengan memeluk bibi kepala pelayan.


dan Antonio tersenyum geli melihatnya. bagaimana majikannya yang dikenal kuat dan tangguh itu menjadi manja dan se-cengeng ini.


bibi kepala pelayan pun ingin rasanya tertawa juga tapi apalah daya dia hanya bisa menahan tawanya sambil melihat kearah Antonio yg tersenyum geli melihat bibi kepala pelayan.


dan pagi itu hanya suara tangisan Aurellia yg memenuhi rumah besar itu.


semetara Faresta juga ikut bersedih di dalam mobil karena menyaksikan istrinya yg menangis.


walaupun hanya lewat layar notebook yg memperlihatkan CCTV yg dipasang di dalam rumahnya.


dia jadi tak tega meninggalkan Aurellia.


matanya tak pernah lepas dari layar itu hingga sudah berada di dalam pesawat pribadinya pun faresta masih melihat layar itu hingga Aurellia tertidur karena kelelahan akibat menangis. dan bibi kepala pelayan yg memencet tombol yg membuat sofa besar itu berubah bentuk menjadi tempat tidur.


faresta tersenyum kecil mengingat bagaimana manjanya Aurellia yang tak ingin jauh darinya.


"hanya 2 hari sayang setelah itu kamu bisa bermanja-manja lagi denganku" faresta bermonolog sendiri sambil mengusap usap layar notebook nya dengan wajah Aurellia penuh karena CCTV yg difokuskan ke wajah Aurellia.