My Heart's Idol Girl

My Heart's Idol Girl
PART 44



sudah seminggu sejak Aurellia menyerah kan seluruh dirinya ke suaminya. Maureen dan exelle pun sudah pulang kembali ke Kanada 2 hari yg lalu.


siang ini Aurellia berencana datang kekantor suaminya siapa lagi kalau bukan faresta.


dengan menggunakan dress warna hitam yg bagian atas sampai pinggang seperti kemben dan dibagian pinggang sampai lutut mengembang dengan rambut yg di biarkan tertiup angin dengan bebas dan polesan make-up yang natural.


dari mulai turun nya Aurellia dari dalam mobil yg mengantarkannya seluruh karyawan yg melihat nya sepanjang jalan tak lepas memandang Aurellia. ada yg memuji istri bos mereka dan ada juga yg mengatakan bosnya memiliki selera yg biasa saja.


tapi semua omongan yg didengar Aurellia tak dipedulikan oleh nya, tujuan nya kesini ingin menemui suaminya


sampai lah Aurellia didepan lift yg memang dikhususkan untuk faresta.


dengan terbukanya lift Aurellia langsung masuk dan menekan tombol dengan lantai paling atas 50.


cukup lama Aurellia berada di lift hingga beberapa menit dirinya sudah sampai kelantai tujuannya.


orang pertama yg dilihatnya adalah seorang perempuan seksi yg pernah dilihatnya sewaktu faresta memintanya mendaftarkan pernikahan mereka.


berjalan dengan senyum yg disungging kan kearah perempuan yg diketahui sekertaris itu yg bernama Cecilia Cheung. tapi senyum Aurellia ditanggapi dengan tatapan tajam dari sekertaris itu


Aurellia kembali melanjutkan jalannya dan menaiki tangga yg membetuk seperti lingkaran hingga sampai didepan pintu berwarna coklat dengan tulisan di atas pintu "ruangan CEO".


tanpa mengetuk pintu Aurellia masuk begitu saja, dan pemandangan pertama yg dilihat adalah faresta yg tengah sibuk bertelepon membelakangi pintu.


yg didengar Aurellia hanyalah umpatan dan makian yg dilontarkan suaminya itu kepada orang di sebrang telpon sana


Aurellia masih terus lekat memandang faresta hingga di kejutkan dengan gebrakan tangan faresta di kaca jendela depan nya.


"faresta" suara yg sangat familiar di telinga faresta membuat tubuhnya seketika membalik dan mendapatkan Aurellia berdiri didepan pintu dengan raut wajah yg takut dan sendu.


faresta langsung berjalan kearah Aurellia. dengan senyuman Nya. menyadari Aurellia yg tak bergeming dengan raut wajah takutnya faresta langsung mendaratkan ciumannya saat sudah sampai didepan Aurellia.


awalnya Aurellia terkejut, setelah itu dia pun menikmati ciuman yg diberi kan oleh suaminya itu. sedang kan faresta rasa kesal dan marah yg memunjak tadi hilang entah kemana setelah mendengar namanya dipanggil oleh orang yg begitu dicintainya yg mampu mengubah dunianya.



dengan tangan Aurellia yg memegang lengan kekar milik Faresta. dan faresta meletakkan tangannya di pinggang Aurellia membuat jarak keduanya tak ada celah sedikitpun. dan faresta menyatukan dahi mereka mendusel dusel hidungnya dan Aurellia dengan senyumnya.


setelah puas dengan ngedusel dusel faresta menyerukkan wajahnya dileher Aurellia menghirup aroma wangi tubuh istrinya.


Aurellia hanya tersenyum dan memainkan rambut belakang faresta dengan jarinya.


dengan masih berpelukan faresta membawa Aurellia berjalan menuju sofa besar yg terletak disana.


dengan lembut faresta mendorong diri ya dan Aurellia keatas sofa dengan posisi tiduran. dengan Aurellia yg dibawah tubuh faresta.


faresta maka j mempererat pelukannya dan semakin menyerukkan kepalanya.


dan mendaratkan ciuman ciuman kecil di leher Aurellia.


dengan posisi begitu Aurellia maupun faresta merasakkan nyaman yg luar biasa.


dan posisi itulah yg membuat kedua sejoli itu terlelap.


sudah 30 menit Aurellia dan faresta berada dalam mimpinya dan tak ada tanda tanda mereka akan terbangun dengan posisi yg masih sama.


diluar exelle dan Maureen ingin masuk ke ruangan faresta dengan mengetuk pintu dulu. sampai tak mendapat kan jawaban lima belas menit lamanya dan itu membuat Maureen jengkel.


Maureen nekat langsung masuk rumah ruangan faresta dan betapa terkejutnya dia melihat pemandangan yg super intim itu.


"ya ampun pantas saja tidak ada respon ternyata lagi beginian" gumam Maureen sementara exelle menggeleng kan kepalanya.


" sudahlah kita kembali saja sayang biarkan mereka, mending kamu manjain aku kayak gitu juga hmm" goda exelle yg membuat Maureen meremang dan tersenyum.


" dasar mesum" cicit Maureen yg sudah menahan malu.


"mesum gini suami kamu, mesum sama istri sendiri kan gak papa sayang" exelle langsung membawa Maureen keluar dari ruangan faresta, kembali kerumahnya untuk bermanja-manja.