My Heart's Idol Girl

My Heart's Idol Girl
PART 48



dengan tubuh yg masih syok akibat ledakan yg didengarkan. saat melihat faresta didepan matanya Aurellia berlari kearah faresta dan langsung mendarat kan ciumannya. faresta sendiri terkejut. tak lama setelah itu faresta membalas ciuman Aurellia. exelle sampai geleng kepala melihatnya di situasi macam gini mereka masih bisa berciuman dengan santai dan lagi yg memulainya Aurellia.



faresta merengkuh pinggang Aurellia posesif.lama itulah yg dirasakan exelle tak tau saja mereka bom masih ada atau tidak disekitar mereka ini malah asik ciuman.


tak tahan melihatnya karena exelle menjadi rindu dengan Maureen disaat seperti ini.


"ehemmm" faresta dan Aurellia melepaskan ciumannya. dengan Aurellia yg sudah memeluk tubuh faresta karena rindu dan juga malu. rindu? ya dia rindu dan juga takut tak bisa melihat faresta lagi jika mengingat bagaimana kejadian di beberapa jam lalu.


dia ingat dia tak disiksa seperti pertama kali bertemu perempuan itu. tapi ancaman dan makian yg diterimanya membuatnya takut tak bisa bertemu dengan suaminya lagi.


bagaimana tidak? dia di ancam untuk pergi dari kehidupan faresta sendiri atau dia pergi dengan tangan perempuan itu dengan keji.


Aurellia tak akan memilih keduanya hingga perempuan itu memasang kan bom waktu disekitar tempat Aurellia diikat dan meninggalkan Aurellia sendiri dalam ketakutan.


hingga waktu tinggal 1 menit lagi lima orang datang dari arah belakang Aurellia dan melepaskan ikatan ditubuh Aurellia dan melemparkan bom itu jauh dari tubuh mereka dan menyeret Aurellia jauh kebelakang.


hingga faresta datang rasa khawatir bercampur bahagia dirasakan Aurellia hingga tanpa sadar berlari dan mencium faresta.


mengingat itu perasaan Aurellia menjadi campur aduk.


hingga dirasakan tubuhnya melayang dengan kaki yg melingkar.


faresta mengangkat nya setelah mendengar ucapan bawahannya bahwa masih ada beberapa bom lagi yg disebar dalam waktu 15 menit diruangan ini.


jangan lupakan orang orang dan perempuan gila yg menyekap dan hampir membunuh Aurellia. saat mereka berhamburan keluar meninggalkan Aurellia satu persatu dari mereka dibekuk langsung oleh para pengawal Faresta dan di bawa ke markas pembantai faresta yg memang sengaja dibuat untuk para orang orang yg tak tahu diri dan musuh musuh yg tak tau malu.


disana lah faresta menghabisi nyawa mereka. bukan dengan tangannya,dia tak ingin mengotori tangannya sendiri untuk para manusia sampah seperti mereka.


semua faresta serahkan kepada anak buahnya yg sama kejamnya dengannya.


**oke pindah alur**


kini Aurellia sudah berada dalam mobil faresta dan masih dalam gendongan faresta.


ya dia tak mau melepaskan dirinya yg sudah nyaman seperti anak koala itu. faresta hanya mengulum senyumnya melihat sang istri yg sangat lucu. masih sempat sempat nya di berfikir bahwa Aurellia lucu. tak tau saja dia Aurellia sedang tak ingin jauh darinya karena beberapa jam ini tak melihat wajahnya.


sampai faresta harus meminta salah satu anak buahnya untuk menggantikan menyetir.


entah lah Aurellia tak tau dia hanya merasa ingin memeluk faresta lama bahkan rasanya dia tak ingin lepas.


dia merasa kalau dilepas dia ingin rasanya menangis. belaian halus di rambutnya membuat matanya tertutup karena merasa nyaman.


hingga dengkuran halus didengarnya. faresta tersenyum dan berhenti membelai rambut belakang Aurellia dan memeluk pinggangnya posesif.


hingga mobil berhenti faresta segera turun setelah pintu dibuka dan dengan hati hati agar kepala Aurellia tak terbentur pintu mobil.


"pulanglah dengan mobil ku terima kasih untuk kerja kerasnya." ya begitulah faresta dia masih bisa berterima kasih untuk orang orang yg setia dengannya.


setelah membungkuk seraya mengucapkan terimakasih dan melihat punggung majikan nya menghilang orang yg mengantar faresta tadi langsung melesat pergi.


faresta meletakkan tubuh Aurellia keranjang faresta mendesah pasrah saat tertidur pulas pun pelukkan tak berkurang.


faresta masuk ke kamar mandi setelah mendaratkan ciuman di kening Aurellia.


tak lama karena memang sudah larut malam.


faresta keluar dengan hanya menggunakan celana training nya saja dengan bagian atas dibiarkan begitu saja memperlihatkan otot-otot dada yg bidang.


mendekati Aurellia dan duduk tepi ranjang dipandanginya wajah Aurellia yg terlihat sangat pucat.


hingga ketokkan pintu menyadarkan lamunannya.


faresta berjalan kearah pintu tapi belum menginjak screen scan yg sudah terdapat jejak kakinya disana. faresta terlebih dahulu mengecek siapa yg mengetuk pintunya dari layar kecil yg ditempel di dinding kamarnya. memperlihatkan pelayan paruh baya membawa semangkuk air dan juga handuk kecil ditangannya pesanan faresta tadi sebelum masuk ke kamar.


dengan cepat faresta melangkahkan kaki nya untuk di screen scan dan terbukalah pintu faresta langsung mengambil dan berbalik otomatis pintu tertutup.


dengan santai faresta duduk kembali di ranjang dan meletakkan mangkuk tadi diatas meja.


melepaskan satu persatu baju yg melekat di tubuh Aurellia.


hingga pakaian dalam pun ikut dilepasnya.


faresta menelan salivanya susah payah. faresta harus menahan nya.


dengan halus dan lembut faresta mulai membersihkan tubuh Aurellia dengan handuk kecil yg di bawa pelayan nya tadi.


merasa tidur ya diganggu Aurellia bergumam dan memaki orang yg menganggu tidurnya.


faresta terkekeh melihat nya menggemaskan sekali seperti anak kecil pikir faresta.


faresta berlari kecil menuju walk in closet mengambil kemeja miliknya dan di pakaikan ke Aurellia karena belakang ini Aurellia memang senang menggunakan kemeja faresta saat tidur.


setelah semuanya selesai barulah faresta berbaring di samping Aurellia.


baru ingin membawa Aurellia kedalam pelukannya, Aurellia membuka matanya dan mengedipkan beberapa kali. setelah itu senyum terukir di wajahnya. mengangkat sedikit tubuhnya dan meletakkan kepalanya di dada bidang faresta, tubuh setengah naik ke tubuh faresta dan satu kaki diselipkan diantara kaki faresta.


begitu cepat dia tertidur dengan posisinya bahkan tangan faresta yg setengah terangkat tadi yg ingin memeluk Aurellia pun belum bergerak.


faresta sampai terkekeh di buatnya.


ikut memejamkan matanya dan mengeratkan pelukannya ditubuh Aurellia.


**hai aduh ini part paling panjang yg Nil buat semoga suka ya.


belum tau nih hari ini bakal update berapa part tapi keknya lebih dari 2 hehe


selamat membaca


readers sayang


salam sayang buat kalian**