
seperti biasanya setiap pagi Aurellia akan memasak dan menyiapkan keperluan kantor faresta sampai semuanya selesai barulah dia membangunkan faresta.
jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi dengan faresta yg sudah akan berangkat kerja seperti biasa Aurellia akan mengantarkan faresta sampai depan rumah.
mobil melaju meninggalkan Aurellia ketika mobil sudah menjauh raut wajah Aurellia yg tadinya penuh senyum sekarang murung
Aurellia kepikiran dengan apa yg dikatakan faresta tentang seorang putra dan putri kerajaan. ya Aurellia paham dengan ucapan itu faresta menginginkan dirinya seutuhnya faresta menginginkan anak dalam pernikahan ini ya memang belum banyak yg tau bahwa faresta sudah menikah tapi Dimata hukum dirinya dan faresta sudah menjadi suami istri sebulan yg lalu.
dengan menundukkan kepalanya dan berjalan lesu Aurellia masuk kedalam rumah dan menaiki satu persatu anak tangga tanpa menyapa para pelayan yg menyapanya dengan ramah.
"nyonya kenapa ya gak biasa kek gitu"
blablablabla
"lanjutkan perkejaan kalian" Antonio menegur para pembantu itu
****
menangis itulah yg saat ini terjadi pada Aurellia saat kakinya sudah manapak di kamar besar milik suaminya dan dirinya.
" ayah ibu Aurel harus apa Aurel gak tau perasaan Aurel, Aurel takut nanti kalau Aurel sudah jatuh cinta sama dia dia ninggalin Aurel, Aurel harus apa ayah ibu hikkss" menangis sengugukan sambil memeluk foto kedua orang tuanya.
lelah menangis Aurellia memilih untuk tidur sambil memeluk foto kedua orang tua nya.
******
perusahaan E World Industry
" ehh kau faresta ada" tanya seorang wanita kepada exelle sang asisten pribadi dengan suara yg cukup ketus.
"ck, dimana sopan santun anda nona ?sebagai seorang model papan atas apakah anda tidak memiliki tata Krama saat bertamu?" kesal exelle kepada Maureen.
Maureen berdecak kesal dengan respon sang asisten pribadi sekaligus sahabat sang Presdir.
"kau tidak usah mengajariku sopan santun kau saja tidak pernah bicara lembut dengan ku ck pakai cerahamahi aku lagi hiii" ledek Maureen dengan lidah terjulur.
" mungkin kalau publik tau kelakuan aslimu seperti ini mana mungkin kau bisa seterkenal ini oh kau akan tetap terkenal karena kau menjajakan tubuh mu itu " menatap Maureen dari atas sampai bawah dengan tatapan meremehkan.
"kauuu..." gertak Maureen sungguh dia sudah sangat kesal dengan manusia satu ini yg selalu mencari masalah dengannya setiap kali dirinya berkunjung kalau tidak sahabatan dengan faresta sudah ditendang habis exelle sama Maureen.
"heii kalian berdua berantem terus setiap bertemu nanti jatuh cinta Lo " goda faresta yg baru saja datang
ya faresta akan sangat lembut dengan orang terdekatnya yg dianggap nya keluarga tapi ketika dia marah mau itu sahabat dia akan tetap dengan moodnya tapi tidak dengan wanita yg selama sebulan ini mengisi hatinya
siapa lagi kalau bukan AURELLIA ARRABELLE.
"ck jatuh cinta dengannya ? sorry dia bukan tipe seorang Alexander exelle. tipe ku cewek waras bukan gila seperti dia" sarkas exelle dengan menunjuk nunjuk wajah Maureen.
tidak terima dengan perkataan exelle, Maureen maju ingin *** mulut exelle yg terlalu tajam itu.
tangannya tak sampai saat tangan kekar dari arah belakang mengapit lehernya dan menyeretnya masuk kedalam ruangan siapa lagi kalau bukan faresta yg akan tau apa yg akan dilakukan singa yg sudah mengamuk.
" URUSAN KITA BELUM SELESAI INGAT ITU INGAT" teriak Maureen dengan menunjuk nunjuk wajah exelle.
sepeninggal Maureen exelle tersenyum tipis sangat tipis.