My Heart's Idol Girl

My Heart's Idol Girl
PART 46



membiarkan musuh merasa menang itulah rencana faresta setelah mereka lengah dengan Kemenangan mereka faresta akan mulai bergerak.


tapi bukan faresta namanya kalau hanya diam walaupun membuat sarang lawan berada diatas awan.


merasa tak di ketahui oleh sang lawan dan merasa sang target lemah membuat para musuh melayang dan sudah pasti rencana mereka akan berjalan.


tak tau saja dibalik rencana busuk mereka ada rencana yg lebih busuk lagi dari rencana mereka. ya siapa lagi kalau bukan rencana faresta.


heh!! mau bermain dengan miliknya siap siap saja menahan sakitnya mati secara perlahan.


perlahan tapi pasti semua orang suruhan seorang perempuan tak tau diri itu mati ditangan anak buahnya dengan cara yg sangat tragis.


bagaimana tidak jika mati nya merasakan sakit secara perlahan. dikuliti hidup-hidup, pasti kalian bisa rasakan gimana sakitnya.


ya begitulah faresta kejamnya dia tak tertolong kan. siapa yg akan hidup jika sudah terkena dengan keganasan seorang faresta.


bahkan polisi pun kalah dengan kekejaman nya. bagi faresta tak ada kesempatan bagi orang yg mengusik hidupnya apalagi ingin bermain dengan miliknya.


satu kata " TAK ADA AMPUN "


hingga fokusnya faresta membantai para pesuruh perempuan gila itu tak sadar bahwa bahaya mengintai Aurellia yg sedang tertidur di dalam ruangan faresta.


ya faresta tak tega membangunkan istrinya karena beberapa hari belakangan ini dia tau istrinya itu tak tidur nyenyak karena fikiran yg berkecamuk hingga Aurellia yg dilihatnya tertidur pun meninggalkan nya sendiri tapi tetap dengan pengawasan nya.


hingga ketokkan pintu yg terdengar berulang kali mengusik tidur Aurellia.


dengan malas Aurellia berjalan ke arah pintu tapi sebelum nya dia membasuh wajahnya dulu


pintu terbuka saat telapak kaki Aurellia menginjak screen yg memang dikhususkan untuk telapak kaki faresta dan Aurellia plus orang orang penting lainnya ya Maureen dan exelle.


berdiri dengan elegan dan senyum meremehkan Aurellia. pasalnya saat ini Aurellia hanya menggunakan baju kaos berlengan panjang tanpa make up sedikit pun.



hingga tamparan keras membuat Aurellia harus terjungkal ke lantai.


air mata sudah di pelupuk matanya siap tumpah Jiak dirinya berkedip. belum sempat merekam sakit ditampar kini rambut Aurellia ditarik dengan kasar.


" sakit lepaskan ku mohon aku tak tau siapa kau kenapa datang datang malam membuatku begini" Raung Aurellia yg merasa sudah tak tahan dengan perlakuan perempuan ini.


hingga tendangan dibagian punggung belakang tubuh nya membuatnya tak sadarkan diri.


kondisi Aurellia yg sudah tak sadarkan diri membuat perempuan itu mempunyai kesempatan membawa Aurellia ketempat yg sudah disiapkan nya.


memasukkan Aurellia kedalam koper yg sengaja di bawanya yang disembunyikan disamping pintu masuk tadi.


keluar dengan menyeret koper tak membuat mereka curiga pasal nya penampilan yg menunjukkan seolah olah dirinya baru balik dari luar negeri.


***


sementara faresta sedang rapat hati dan fikiran dan tubuhnya tak sejalan. ya raganya mungkin di ruang rapat tapi hati dan pikirannya hanya tertuju pada istrinya.


faresta merasakan sesuatu yg tak enak dihatinya dan dia yakin sesuatu yang tak enak itu berhubungan dengan Aurellia.


" rapat selesai" faresta berlari keluar ruangan rapat dan masuk keruangan nya.


faresta terkejut saat tak mendapati sang istri di dalam ruangan itu yg saat ditinggal istrinya masih tidur di sofa itu dengan nyaman


hingga pandangan nya jatuh ke lantai yg tergores dan menorehkan segaris darah.


disitu hati faresta mulai dag Dig dug


saat itu pikirannya langsung tertuju dibawa siapa Aurellia.