My Heart's Idol Girl

My Heart's Idol Girl
PART 18




(visual posisi Aurellia dan faresta saat ini)


Aurellia masih setia dengan ketegangan nya yg terkejut dengan ciuman faresta dibibirnya.


mata Aurellia masih terbuka melihat ekspresi faresta yg menciumnya dengan lembut dan mesra.


awalnya hanya menempelkan bibirnya saja tapi tempelan itu berubah menjadi lumatan yg begitu lembut.


"manis" itulah batin Faresta saat pertama kali menyentuh bibir Aurellia degan bibirnya.


Aurellia? jangan tanya tubuhnya semakin menegang ditambah jantung yg semakin berdebar.


tangan mungil Aurellia *** baju depan faresta. sementara satu tangan faresta sudah mengelus naik turun punggung Aurellia dan yg satu berada tepat dileher belakang Aurellia guna memperdalam ciumannya.


perlahan tapi pasti ciuman itu dilepas faresta dengan diakhiri mengigit gemas bibir bawah Aurellia.


faresta memandang wajah merah Aurellia yg terlihat malu malu. faresta tersenyum dan memeluk tubuh Aurellia sangat erat.


tangan Aurellia yg berada di dada nya terasa menghalangi tubuh mereka berdua, dengan lembut faresta membawa tangan Aurellia melingkar di pinggangnya.


faresta menyembunyikan wajahnya diceruk leher jenjang Aurellia. sesekali mencium dan menghisapnya. tentu itu membuat Aurellia merasakan perasaan yg baru pertama kali dirasakan olehnya tubuh meremang.


mendapatkan ciuman dan hisapan bertubi tubi dilehernya membuat tangan mungil aurellia yg berada dipinggang faresta *** baju faresta


"mmmhh" loloslah satu desahan dari mulut Aurellia walaupun sudah ditahannya mati Matian.


faresta tersenyum dibalik ceruk leher Aurellia.


kejadian cium dan hisap leher itu berlangsung selama 15 menit


dan hasil dari ciuman dan hisapan itu adalah tanda merah yg sangat kentara terlihat di leher putih Aurellia.


faresta menjauhkan tubunya sedikit agar bisa melihat Aurellia dengan pelukan dipunggung Aurellia tidak terlepas.


faresta tersenyum dan Aurellia menundukkan kepalanya karena malu.


faresta kembali membawanya kedalam pelukannya kali ini wajah faresta berada diatas kepala Aurellia dan wajah Aurellia sudah bersembunyi di dada bidang milik Faresta.


"ahhh"Aurellia terlonjak kaget saat merasakan tubuhnya diangkat.


ya faresta mengangkat tubuh Aurellia dari depan seperti anak koala dan reflek Aurellia melingkar kan kaki nya di pinggang faresta dengan tangan melingkar leher faresta dan wajah disembunyikan diceruk leher faresta karena malu.


"turunkan aku " cicit Aurellia dengan siaran yg sangat pelan tepat ditelinga faresta dan itu membuat faresta merinding.


dengan susah payah faresta menelan salivanya meynhan agar tidak menyerang Aurellia malam ini karena bisikan yg padahal biasa aja tapi mampu membuat faresta menegang.


perlahan faresta melangkahkan kakinya menuju pintu dan memegang gagang pintu hendak keluar dari ruang kerja menuju meja makan.


tangan faresta berhenti saat satu suara Aurellia yg membuat sekujur tubuhnya meremang dan menegang.


"aku malu" cicitnya pelan dan tangan yg sudah bermain dibelakang tubuh faresta dengan membuat lingkaran lingkaran kecil


mengatur nafas dan memejamkan matanya sebentar hanya itulah yg dapat dilakukan faresta.


"nanti aku turunkan kalau sudah sampai dimeja makan" suara serak faresta memecahkan keheningan yg terjadi.


Aurellia menggeleng lembut dibahunya faresta.


"nanti dilihat mereka aku malu faresta" suara yg terdengar seperti suara anak kucing begitu imut dan membuat faresta tersenyum dan melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan rengekan Aurellia diceruk lehernya.


ya Aurellia kembali menyembunyikan wajahnya diceruk leher faresta saat dilihatnya mereka sudah keluar dari ruang kerja tersebut.


faresta? menahan mati Matian nafsunya karena hembusan nafas Aurellia dileher nya


semua mata tertuju pada tuan dan nyonya muda rumah tersebut


apalagi posisi mereka saat ini membuat beberapa pelayan muda iri dan menatap benci Aurellia.