
"OMG tuan Faresta nyium perempuan itu apa coba hubungannya aku kira tadi tuan Faresta membawa keponakan nya tapi kok perlakuan nya kayak bukan paman dan ponakannya"
"iya iya is dia pasti salah satu perempuan ****** yg menggoda tuan muda"
" betul tuh pasti salah satu ****** murahan itu"
"eh tapikan tua Faresta tidak pernah Sudi dengan ****** mana pun atau pun putri rekan bisnis nya yg sering kali dijodohkan sama tuan muda"
"****** yg satu ini pasti pakai ilmu hitam agar tuan muda bisa kepincut dengan muka sok polos nya itu lihatlah wajahnya sangat menjijikkan"
semua pelayan mengangguk mengiyakan yang dikatakan pelayan yg lainnya.
semua pelayan menatap Aurellia dengan pandangan jijik dan seperti sedang mengintrogasi Aurellia dengan tatapan tajam penuh pisau tak kasat mata.
Aurellia mendengar percakapan para pelayan tak hanya muda yg tua pun ikut bergosip menggosipkan dirinya
Aurellia tak perduli toh dia sudah terbiasa dengan cemoohan orang orang yg mengatakan bahwa dirinya seorang ****** penggoda.
sementara Faresta sudah sangat panas mendengar para pelayan tak tau diri itu menggosipkan istri tercintanya.
dipandang nya Aurellia yg menunduk dengan raut wajah datar Faresta mengerti karena keseringan dikatain ****** penggoda Aurellia sudah terbiasa dengan perkataan yg menurut Aurellia sudah basi itu.tapi tidak dengan Faresta rahang nya sudah mengeras karena tak henti hentinya para pelayan tak tau diri itu menggosipkan istri nya dan sampailah dia dipuncak kemarahan saat pelayan mengatakan bahwa Aurellia menjebak Faresta dan berhubungan badan dan membuat Aurellia hamil alhasil Faresta harus bertanggung jawab kalau tidak nama dan reputasi Faresta hancur sebagai pengusaha paling kaya dan termuda dinegara nya.
mata Faresta menyapu para pelayan yg sedari tadi membicarakan istrinya. Langkah Faresta menghampiri para pelayan tak tau diri itu satu persatu.
"sudah puas bergosip nya atau mau bergosip lagi" tanya Faresta dengan suara yg tertahan akibat menahan emosinya agar tidak memukul pelayan yg semuanya wanita .
suara Faresta bagai pisau belati yang tajam menusuk jantung para pelayan tak tau diri itu satu per satu dan membuat mereka melemas.
Aurellia yg bingung kenapa tiba tiba laki laki itu marah marah ke pelayan nya.
"kalian semua cepat berkemas dan keluar dari rumah ini" teriak Faresta.
bagai disambar petir disiang bolong semua pelayan yg bergosip tadi jatuh bersujud di kaki Faresta dan meminta ampun tapi apakah daya mereka seorang Faresta yg dingin tidak berperasaan keras kepala tidak akan mengubah keputusan awalnya.
Faresta menghindari tangan tangan manusia busuk itu dari kakinya. dan masih menatap para pelayan itu .
"keluar dengan sendirinya atau mau kupanggilkan seluruh bodyguard ku untuk menyeret kalian keluar" titahnya dengan sedikit teriakan dan amarah yg sudah mengumpulkan sampai Ubun-ubun nya.
Aurellia masih heran dengan apa yg terjadi dan memilih tidak peduli dengan apa yg terjadi dan melanjutkan makannya
......TBC......