
setelah kejadian malam itu tak ada satu pun lagi pelayan yg berani mencibir Aurellia terang terangan ya walaupun dibelakang masih mencibir Aurellia.
sudah hidup seminggu dan berada dalam kamar dan ranjang yg sama membuat Aurellia terbiasa dengan faresta ya walaupun masih ada rasa tidak nyaman yg Aurellia rasakan.
banyak perhatian yg Aurellia dapatkan dari faresta ya walaupun perhatian kecil itu membuat senyum Aurellia.
dan mengenai Maureen Aurellia banyak menceritakan dirinya dan faresta pada Maureen ya walaupun hanya lewat telepon saja.
pagi ini Aurellia sudah bangun lebih dulu dari faresta
Aurellia membersihkan diri dan setelah itu menuju dapur dan membatu kepala pelayan membuat sarapan dan menata sarapan pagi di atas meja makan.
setelah selesai Aurellia kembali kekamar dan mendapati ranjang sudah kosong dan Aurellia pun membereskan ranjang besar milik Faresta dan dirinya.setelah itu barulah Aurellia menyiapkan pakaian kantor faresta dan menunggu faresta keluar dari kamar mandi. Aurellia mendudukkan dirinya diatas sofa yg memang diletakkan didalam kamar faresta.
setelah menunggu 15 menit faresta keluar dengan handuk yg melilit dari pinggang hingga lutut nya menampilkan dadanya yg bidang serta roti sobek miliknya.
Aurellia hampir setiap hari melihatnya selama seminggu ini tapi itu tak membuatnya terbiasa
Aurellia masih saja merasakan panas dikedua pipinya setelah melihat pemandangan indah ciptaan tuhan yg sungguh sempurna ini.
Aurellia selalu memalingkan wajahnya setelah beberapa detik melihat faresta. agar faresta tidak melihat pipinya yg sudah merona.
faresta melihatnya namun dirinya pura pura aku tau agar Aurellia tidak semakin gugup.
faresta selesai memakai pakaian dan kini giliran Aurellia yg memakai kan dasi keleher faresta.
dengan kaki menjinjit dan faresta dengan sengaja menegakkan tubuhnya membuat Aurellia semakin kesusahan dibuatnya.
faresta terkikik geli saat Aurellia berkali kali hampir saja jatuh kedalam dada bidang faresta tapi masih bisa ditahannya.
"ohh sengaja ternyata" batin Aurellia tersenyum devil.
dengan cepat Aurellia melilitkan dasi yg tengah dipengang nya ke kepala faresta dan berlari keluar kamar dengan tertawa terbahak-bahak.
faresta pun ikut tertawa dengan tingkah Aurellia dan dirinya kembali membenahi dasi yg melilit kepalanya tadi.
setelah di mencerminkan diri didepan cermin miliknya dan menoleh ke kiri ke kanan.
"emm perfect " ucap faresta sambil menunjuk dirinya sendiri didepan cermin dan berlalu keluar kamar menghampiri Aurellia yg sudah duduk manis didepan meja makan sambil mengoles roti bakar dan meletakkan nya dipiringku.
cup
di kecup nya pucuk kepala Aurellia seperti biasa nya. dan duduk disamping Aurellia
dengan tenang Faresta memakan roti bakarnya dan susu nya yg telah disediakan oleh Aurellia begitupun Aurellia yg sudah menikmati sarapan nya
faresta selesai dan berdiri dibarengi dengan Aurellia juga mengambil tas kantor milik Faresta dan memberikan nya pada faresta.
faresta mengambil tas nya dari tangan Aurellia dan mencium lama kening Aurellia seperti biasanya dan melepaskan nya kemudian turun mencium kilas bibir Aurellia
"dahhhh aku pergi dulu jaga diri dirumah ya sayang" ucap faresta melambaikan tangan sambil berlalu setelah melepas kan kecupan nya di bibir Aurellia.
Aurellia terperangah dengan ciuman faresta yg mendarat di bibirnya pasal nya itu adalah ciuman pertama yg mendarat di bibirnya setelah seminggu menjadi istri faresta.
Aurellia memegang bibir nya yg baru saja lepas dari bibir faresta dan kemudian beralih kepipinya
"tukan merah" lirih Aurellia dengan malu dan berjalan memasuki kamarnya