My Heart's Idol Girl

My Heart's Idol Girl
PART 39



tak terasa sudah dua minggu pula mereka diparis dan pemotretan di Paris sudah selesai seminggu yg lalu.


dan kini Maureen dan exelle tengah disibukkan dengan persiapan pernikahan mereka yg akan di langsungkan 2 Minggu lagi disalah satu gereja paling mewah dan megah di Paris Perancis ini.


sedangkan faresta terhitung sudah 2 Minggu juga pernikahan nya dan Aurellia terjadi tapi hingga sekarang Faresta masih belum menyentuh Aurellia.


dan selama mereka diparis Aurellia dan faresta berjalan mengelilingi kota Paris dan sekarang mereka tengah berada di tempat yg kata orang itu adalah salah satu tempat paling romantis di Paris ya apalagi kalau bukan menara Eiffel.


jalan berdua sambil bergandeng tangan bercanda tawa saling menunjukkan perhatian masih masing itulah yg dilakukan pasangan suami-istri itu


duduk disalah satu kursi yg terletak sedikit jauh dari menara Eiffel. faresta meninggalkan Aurellia sendiri di kursi itu sedangkan dia mencari minuman dan cemilan untuk dirinya dan Aurellia.


baru 10 menit ditinggalkan faresta, bosen sudah menggerogoti tubuh Aurellia. entah keberanian dari mana Aurellia berjalan mendekati menara Eiffel menerobos ramainya orang yg juga berkunjung di menara Eiffel tersebut.


terpesona dengan keindahan menara Eiffel sampai melupakan seseorang yg tengah kalang kabut mencari keberadaan nya, siapa lagi kalau bukan faresta.


"Aurellia.... Aurellia...kamu dimana sayang" sudah lelah faresta meneriaki nama Aurellia.


hingga langkahnya membawanya ke kerumunan orang yg tengah melihat indahnya menara Eiffel.


dengan bercucur keringat hati yg sudah gundah sudah hampir 15 menit mencari tapi tak kunjung menemukan sang istri membuat faresta hampir frustasi.


hingga pandangan jatuh ke sosok perempuan yg tengah senyum dengan mata berbinar melihat bangunan indah didepan matanya.


"AURELLIA" teriakkan faresta berhasil membuat tubuh Aurellia berbalik, fokus Aurellia beralih ke sumber suara, dengan wajah polos tanpa berdosa nya melihat faresta yg berjalan mendekati nya hingga sampai didepan wajahnya, Aurellia masih memasang wajah polos tanpa dosanya.


sampai satu ciuman yg diberikan faresta membuat Aurellia sedikit terkejut.



setelah hampir 3 menit faresta mencium Aurellia dengan perasaan yg campur aduk karena sudah menemukan seseorang yg dicari nya tadi. yg membuat hatinya kalang kabut dan gusar


"kenapa kau tak menunggu ku dulu kalau ingin kesini setidaknya tunggu aku. aku hanya sebentar sayang. kau tau aku sangat khawatir aku takut kau pergi jauh dari ku. jangan seperti ini lagi kumohon. aku tak akan pernah bisa hidup tanpa kamu sayang. istri ku cintaku " dan Aurellia yg mendengar nya meneteskan air mata haru nya sebegitu besarnya cinta suaminya untuknya.


Aurellia semakin memperkuat pelukannya


" maaf" cicit Aurellia dan mencium berkali kali dada bidang suaminya.


"Jangan menggodaku hentikan ciuman mu itu " dan Aurellia hanya menanggapi nya dengan tertawa dibalik dada bidang faresta.


"pulang" rengek Aurellia yg menggoyangkan t


tubuhnya yg masih dalam pelukkan Faresta.


"baiklah baiklah kenapa kau manja sekali hmm" Tanya faresta sambil berjalan yg mana Aurellia masih dalam pelukan nya


"aku hanya ingin langsung tidur dan memeluk mu sangat erat seperti ini" ungkap Aurellia yg semakin mengeratkan pelukannya ditubuh faresta.


tak butuh waktu lama karena memang tempat yg ditinggali empat orang itu tak lah jauh dari pusat kota dan yg lebih penting tak jauh dari menara Eiffel itu.


saat sudah didalam rumah Aurellia langsung melepaskan pelukannya dan setengah berlari menuju kamarnya dan faresta dan tak memperdulikan teriakkan faresta yg menyuruhnya tak usah berlari.


faresta mengikuti nya dari belakang dan melihat istrinya sudah berbaring dan menepuk tempat sebelahnya mengisyaratkan agar faresta tidur disampingnya.


"kenapa langsung berbaring tak membersihkan diri dulu" tanya faresta a yg kini sudah duduk ditempat yg tadi ditepuk oleh Aurellia.


hanya gelengan yg diberikan Aurellia dan faresta hanya tersenyum dan melepaskan sepatunya.


dan dengan jahilnya Aurellia menarik tangan faresta yg sudah selesai dengan sepatunya. hingga membuat faresta terjungkal ke atas ranjang disamping Aurellia dan dengan cepat pula Aurellia memeluk faresta dengan tubuh yg sudah naik setengah diatas dada faresta dan kakinya yg mengapit kaki faresta dengan erat tangannya sudah meraba raba wajah faresta.


dan dengan posisi itu dengan cepat Aurellia kedalam mimpinya. dan faresta mencoba tenang dengan posisinya saat ini. dan ikut masuk kedalam mimpi. dengan tangan yg sudah memeluk erat tubuh Aurellia dan satu kaki faresta yg bebas sudah naik keatas pinggang Aurellia.