My Heart's Idol Girl

My Heart's Idol Girl
PART 43



dan perlahan tapi pasti faresta semakin memperdalam ciumannya.


dan Aurellia yg sudah terhanyut hanya menerimanya saja dengan senang hati.


perlahan faresta melepaskan satu persatu kancing bajunya tanpa melepaskan ciumannya.


kini faresta sudah bertelanjang dada didepan Aurellia. dan dengan satu dorongan membuat Aurellia sudah tergeletak di atas tempat tidur dengan sempurna.


perlahan faresta merangkak menaiki tubuh Aurellia. tepat dihadapan Aurellia Faresta mengungkapkan keinginannya. dan itu membuat tubuh Aurellia seketika meremang dan wajahnya sudah memerah dan dengan perlahan dan sebelumnya meyakinkan dirinya Aurellia mengangguk dan satu anggukan itu membuat faresta melayang dan tersenyum manis .


perlahan tangan faresta naik mengelus pipi Aurellia dengan lembut.


faresta memulai ciumannya dari dahi hingga berakhir di bibir Aurellia.


dengan gemas faresta sedikit mengigit bibir bawah Aurellia. dan itu membuat Aurellia sedikit membuka mulutnya. kesempatan itu diambil faresta untuk memasukkan lidahnya mengabsen satu persatu yg berada di mulut Aurellia...


dengan nafas yg tidak teratur pandangan mata yg berkabut dan tubuh yg suhunya sudah melebihi batas wajar, faresta melepaskan satu persatu pakaian yg ada ditubuh Aurellia dengan mata yg masih memandang Aurellia.


hingga tubuh yg selama ini tertutup itu terpampang nyata didepan mata faresta.


faresta mulai melancarkan aksinya dari mulai belaian hingga ciuman,remasan dan hisapan pun di lakukkannya.


hingga sampai dimana moment yg ditunggu tunggu nya tiba.


dimana sudah seharusnya burungnya masuk ke sangkar nya.


awalnya Aurellia merintih sakit hingga beberapa saat rintihan sakit berubah menjadi rintihan kenikmatan.


sampai keduanya mencapai puncak mereka. dan faresta terkulai lemas di atas tubuh Aurellia dengan kepala yg berada di leher Aurellia.


berbeda dengan Aurellia setelah keduanya mendapatkan pelepasan mereka Aurellia memejamkan matanya dan mengatur nafasnya. hingga nafas itu terdengar teratur yg berarti Aurellia telah sampai ke alam mimpinya.


faresta tersenyum dan mengangkat kepalanya melihat istrinya sudah tertidur.


"terima kasih menjadikan ku yg pertama dan terakhir" bisik faresta tepat di depan bibir Aurellia.


setelah mengatakan hal itu faresta berguling kesamping Aurellia dan membawa Aurellia kedalam pelukannya dan melayangkan berkali kali ciuman di pucuk kepala Aurellia dan mengucapkan syukur karena telah dipertemukan dengan Aurellia.


penantian selama ini yg di inginkan nya selama ini. kini sudah tercapai selatan hati yg begitu bahagia. bagaimana tidak istrinya mencintainya dan yg paling penting mereka melakukan nya dengan cinta tanpa keterpaksaan. indah bukan? tapi siapa yg tau dibalik indah itu masih ada badai yg menggunakan mereka.


*********


pagi datang mengusik tidur nyaman Aurellia.


merasakan tubuhnya dipeluk dan bersentuhan langsung dengan kulit lain, membuat mata Aurellia terbuka sempurna.


dan pemandangan pertama yg dilihatnya adalah dada bidang entah milik siapa.


Aurellia mendongakkan kepalanya dan didapatkan wajah damai suaminya faresta. ya dada bidang nan kekar itu milik suaminya.


Aurellia tersenyum dan memeluk balik tubuh telan*ang Faresta. membenamkan wajahnya di dada bidang milik Faresta.


faresta yg memang sudah bangun sedari tadi memilih tidur saat dilihatnya istrinya masih tidur. hingga tidurnya keganggu dengan tangan nakal Aurellia yg seperti membuat lingkaran di dada bidang Aurellia yg full naked itu.


" don't tease me baby " dengan suara parau faresta mengingatkan Aurellia.


dan Aurellia langsung menghentikan tangan. dan saat pelukkan Faresta kembali mengerat tangan Aurellia lagi lagi menggoda faresta dengan mengelus pelan dada faresta.


dia kira elusan se-pelan itu tak menganggu faresta. elusan se-pelan itu makin membuat faresta mengerang menahan nafsunya agar tak tergoda.


" you want more?" dan Aurellia memberikan gelengan kepala membuat faresta terseyum


" so don't tease me anymore my love"