My Heart's Idol Girl

My Heart's Idol Girl
PART 45



faresta terbangun saat suara ponselnya berbunyi kembali. ya suara ponselnya sudah berbunyi dari 15 menit yg lalu tapi rasa nyaman yg di dapatkan saat ini membuatnya enggan untuk bangkit.


hingga suara sang istri membuatnya harus dengan tidak rela sedikit menjauhkan tubuh mereka.


Aurellia masih lekat memandang faresta yg sudah duduk dengan tangan di telfonnya dan sesekali mengumpat.


hal itu membuat Aurellia menjadi penasaran hal apa yg membuat suaminya bisa mengumpat dengan kata kata yg terbilang kasar.


kasar? gila ya lu Nil namanya juga ngumpat ya kata kata kasar lah yang keluar..hadehhh 🙄


oke lanjut


setelah mengakhiri telpon nya dengan sedikit berteriak faresta menjambak rambutnya sendiri dan itu membuat Aurellia yg berada didekatnya meringis..


"jangan dijambak " tangan Aurellia ikut terulur meraih tangan faresta yg sedang menjambak rambut nya.


faresta menoleh kearah istrinya dan tersenyum hangat. tangan faresta yg dipegang oleh Aurellia tadi bergerak ke atas kepala Aurellia dan mengelus nya lembut.


hatinya teriris saat melihat wajah khawatir istrinya. membawa Aurellia kedalam pelukannya itulah yg terbaik.


" ada orang yg ingin membuat aku dan kamu berpisah sayang..dia ingin aku meninggalkannya mu jika tidak dia akan menyakitimu..aku tak ingin sesuatu terjadi padamu aku juga tak ingin berpisah dari mu aku gak akan sanggup " Aurellia yg mendengar pun mulai merasakan takut juga, dia juga tak mau dipisahkan dari suaminya seseorang yg selama ini dicarinya seseorang yg memberikan nya kehangatan seperti memiliki keluarga kembali dan jika harus memilih meninggalkan laki laki ini atau mati untuk laki laki ini makan Aurellia akan mengambil pilihan kedua.


sudah seminggu lamanya ancaman itu selalu datang meneror seorang Evano Faresta maka tanpa sepengetahuan Aurellia faresta sudah mengerahkan seluruh anak buah nya untuk mengawasi Aurellia dan menjaganya selama tak ada faresta disamping nya. dan tak lupa pula setelah mendapatkan ancaman itu faresta menyuruh orang kepercayaan faresta yg mampu melacak keberadaan nomor yg telah mengancamnya itu.


bukan faresta namanya kalau tidak mendapatkan apa yg dia mau. marah ketika mendapatkan ancaman itu hanya lah sebuah acting belaka agar membuat peneror itu merasa menang dengan tindakan dia tidak tau apa akibatnya bila berurusan dengan seorang Evano Faresta.


penderita, kematian sudah di depan mata para peneror itu.


faresta tau semua yg di katakan membuat istrinya merasa tak nyaman, takut dan was was. karena sejak tau ancaman menunggu nya Aurellia menjadi lebih sering melamun dan tak banyak bicara.


faresta rindu Aurellia nya yg cerewet dan manja tapi apalah daya itu semua karena perkataan yg dilontarkan nya tanpa sadar, salah kan suara indah Aurellia mengalihkan pikirannya, ya anggap saja seperti itu.


setelah hari itu faresta selalu membawa Aurellia kemana pun dia pergi kekantor ataupun faresta tengah rapat dia akan membawa Aurellia.


bukan takut karena ancaman sang peneror tapi lebih tak ingin melihat istri tercintanya melamun dan tak memperhatikan sekita sehingga membuatnya tak sadar sedang dalam bahaya. ya walaupun sudah banyak yg mengawasi dan menjaganya tapi siapa yg tau hal buruk akan datang walaupun sudah dicegah. maka dari itu dia ingin Aurellia selalu dalam pengawasan matanya sendiri.