
dokter Alena pun sudah datang seperti yg di minta oleh faresta dokter khusus keluarga nya.
kini dokter itu tengah memeriksa keadaan Aurellia yg masih terlihat lemas diatas tempat tidur dan faresta yg berada disamping kepalanya menggenggam erat tangan Aurellia.
setelah memeriksa semua dari mulai denyut nadi jantung dan terakhir perut dokter itu tersenyum dan malah membuat faresta emosi, tapi sebelum faresta melayangkan makiannya ucapan dokter itu sungguh membuat faresta mematung dan ada rasa tak percaya sedangan Aurellia sudah meneteskan air mata bahagia dan langsung mengelus perutnya yg masih rata.
"ha..hamil" tanya faresta lagi bukan tak senang bahkan dia sangat senang dan ingin memastikan kembali apa yg didengarkan nya taklah hanya sebuah mimpi saja tapi nyata.
dokter mengangguk dengan senyum nya, faresta langsung memeluk tubuh Aurellia dan mencium seluruh wajah nya dan mengucapkan banyak terimakasih.
" berada usia kandungan istri saya dok" setelah melepas pelukannya faresta menanyakan usia kehamilan Aurellia.
" masih 2 Minggu tuan semasa trimester pertama kehamilan nyonya Aurellia akan mengalami yg namanya morning sickness itu hal wajar muntah di pagi hari dan dalam usia kandungan yg masih sangat muda ini saya sarankan ny. Aurellia lebih menjaga gerak tubuhnya karena pada masa ini janin masih lemah dan saya harap ketika berhubungan suami istri tuan bisa melakukan nya dengan lembut agar tak menyakiti janin tuan." papar dokter tersebut dan Aurellia serta faresta mengangguk paham.
setelah dokter itu pergi faresta langsung mencium bibir Aurellia karena rasa bahagianya yg luar biasa.
Aurellia sendiri terkikik geli dengan kelakuan faresta.
setelah puas mencium Aurellia faresta membawa Aurellia kedalam dekapan nya dan mencium pipinya kilas.
setelah selesai dengan urusannya faresta melihat Aurellia yg juga tengah melihat ke arahnya dengan pandangan yg mampu membuat faresta bergidik ngeri tajam banget.
"kenapa hmm" Tanya faresta sambil mengelus-elus rambut Aurellia.
bukannya menjawab Aurellia malah memanyunkan bibirnya terlihat sangat menggemaskan di mata faresta.
"mau dicium ni" faresta mengetuk bibir Aurellia yg maju itu. Aurellia menggeleng dengan mata yg sudah berkaca kaca, faresta yg melihatnya langsung memeluk tubuh Aurellia dengan menepuk punggung Aurellia seperti sedang menenangkan anak kecil.
"mood-ian banget sejak tau dia hamil pantes aja beberapa hari ini manjanya tambah ternyata bawaan baby" batin Faresta dengan bibir yg tersenyum membayangkan bagaimana Aurellia manja dan agresif nya beberapa hari ini
Aurellia sudah tidur saat mendapatkan pelukkan dari faresta itulah yg diinginkan nya dari faresta dari tadi, tapi faresta malah asik bertelepon ria dengan exelle.
faresta akhirnya ikut tertidur, karena saat faresta ingin melepaskan pelukannya Aurellia bergumam dan makin mengeratkan pelukan nya.
rasa cinta dan sayang faresta ke Aurellia kini semakin lama semakin tinggi. apalagi sekarang sudah ada buah cinta mereka di dalam rahim Aurellia, faresta mengelus perut rata Aurellia dengan sayang dan mencium pucuk kepala Aurellia berkali kali.
" terimakasih sudah hadir dalam hidupku, terimakasih untuk takdir yg mempersatukan kita, terima kasih untuk semua hal baru yg kau berikan padaku. hidup ku berwarna sebelumnya tapi setelah kau datang hidupku yg berwarna semakin tambah berwarna dan terima kasih untuk hadiah paling indah yg aku terima dalam hidup ku. terima kasih Aurellia istriku cintaku terima kasih"