My Heart's Idol Girl

My Heart's Idol Girl
PART 25



" kau ini bisa tidak tidak membuat keributan di kantor ku setiap kali kau bertemu dengan exelle kau selalu begitu" dengan nada yg agak sedikit kesal karena kelakuan sahabat nya itu yg sudah duduk di sofa dengan nafas yg masih memburu menahan emosinya yg masih bergejolak.


"kau sama saja kau dengannya . dia selalu mencari masalah dengannya ku setiap kali aku kesini dan menanyakan mu ada saja yg dijadikan nya untuk kesalahan ku aku kesal tau dia itu laki laki tapi mulutnya seperti perempuan " meledak sudah emosinya saat mengingat bagaimana selama ini exelle mengejeknya.


faresta tertawa melihat ekspresi wajah Maureen


" kau tidak peka sama sekali Maureen? "tanya faresta sambil menyerahkan sebotol soda yg diambilnya dari kulkas mini yg ada di ruangannya sambil duduk dihadapan Maureen.


"peka peka emang apa yg harus aku pekakan ha " masih dengan emosi yg menggebu dengan tangan sibuk membuka tutup botol soda tersebut.


"manusia biadab seperti dia itu tidak pantas kau jadikan sahabat huh" ejek Maureen dengan meminum minumannya.


faresta terkekeh geli.


" Aurellia bagaimana " tanya Maureen tiba tiba dengan suara nada yg sudah lembut. ya Maureen sangat menyayangi Aurellia pasalnya sejak lahir hingga saat SMA mereka bersama bahkan sering tidur bersama jadi Maureen sudah menganggap Aurellia seperti adiknya karena pasalnya memang dialah yg lebih tua beberapa tahun dari Aurellia.


"ya aku dengannya sudah banyak kemajuan "senyum faresta mengembang saat membayangkan kejadian demi kejadian yg terjadi beberapa Minggu ini.


"huh syukurlah aku kira dia akan susah beradaptasi " menghela nafasnya membayangkan bagaimana Aurellia yg hidup dengan faresta.


faresta mengangguk. ya selama Maureen berkunjung dirinya dan faresta hanya membahas tentang Aurellia.


Maureen pamit pulang dengan faresta karena memang faresta sudah akan mengadakan meeting dadakan yg dikabarkan oleh asisten pribadinya exelle.


Maureen keluar ruangan tersebut dengan mata menyala sepeti ada sinar laser yg menembus matanya yg ditatap menelan salivanya dengan susah dan mengusap punggung lehernya yg terasa merinding.


sepeninggal Maureen barulah exelle bisa bernapas lega.


******


entah sudah berapa lama Aurellia tertidur hingga dirasakan ada tangan yg sedang menepuk nepuk pelan pipinya.


Aurellia membuka matanya dan mengumpulkan nyawanya yg masih melayang layang.


Aurellia melihat bibi kepala pelayan yg sedang membangunkannya.


"non makan dulu ya tadi tuan faresta pesan agar nona tepat waktu makannya" pinta bibi kepala pelayan tersebut.


Aurellia mengangguk dan merasakan nyess dihatinya saat faresta dengan sabar lembut dan sayangnya memperhatikan dirinya yg tidak tau diri ini.


sepeninggal bibi kepala pelayan satu butir bening jatuh begitu saja di pipi mulus Aurellia.


dia merasa bersalah dengan sikapnya. merasakan kasih sayang faresta selama sebulan ini tanpa bentakan ataupun paksaan faresta menuruti semua yg dia inginkan


Aurellia tak pernah nyaman ketika disentuh lelaki manapun tapi pada saat faresta yg menyentuh nya ada perasaan asing yg dirasakan perasaan nyaman tenang dan bahagia berbeda saat disentuh dengan laki laki lain dirinya merasa ternodai dan terpecahkan .


Aurellia turun dengan wajah yg lesu dan itu semua tak luput dari pandangan mata Antonio sejak pagi sehabis sang tuan muda pergi sang nona muda sudah menunjukkan wajah yg murung. dan semua itu sudah dilaporkan nya pada faresta


dengan masih melamun dengan piring yg ada isinya hanya diaduk aduk sejak 15 menit yg lalu.


dirinya masih kalut dengan pikiran dan perasaan nya terhadap Faresta. sampai tak menyadari bahwa yg dipikirkan sudah berada disampingnya dengan memperhatikan nya


seketika Aurellia mengalihkan pandangannya.terkejut itulah yg dirasakan nya hingga cairan bening itu keluar dari matanya begitu saja.