
akhirnya janji faresta dengan tuhan sudah terlaksana kan. ya janji nya tidak akan menyentuh Aurellia sebelum sah Dimata tuhan walaupun dia dan Aurellia sudah sah Dimata hukum. tapi hukum bukan lah segalanya. Tuhanlah yg lebih berarti.
tapi tidak untuk malam ini dia tak mungkin menyentuh Aurellia di dalam pesawat.
untuk berangkat dari Korea ke Paris faresta meminta pesawat pribadinya untuk mengantar kan nya bersama istri dan dua sahabatnya.
perjalanan panjang membuat empat orang itu kelelahan dan faresta harus membopong tubuh Aurellia yg kelelahan jalan saja sempoyongan. tak ubahnya seperti Aurellia Maureen pun sama exelle harus memapahnya walaupun tubuhnya juga letih.
bagaimana tidak lama perjalanan hampir 12 jam dan ditambah setelah acara pernikahan paginya malamnya harus berangkat ke Paris.
ya disini lah mereka kedua pasangan tersebut tak perlu ke hotel karena di Paris sendiri faresta memiliki rumah yg di desain klasik dengan dinding dan lantainya adalah papan. memiliki 2 kamar dan ya seperti biasa Aurellia dengan faresta, Maureen dengan exelle.
salju turun di Paris saat ini sangat indah bukan
bagi kedua orang yg baru saja melangsungkan pernikahan mereka suasana dingin nya salju membuat hati mereka tetap hangat.
setelah dari bandara tadi faresta langsung meletakkan Aurellia diatas ranjang dan menyelimuti nya dirinya pun ikut berbaring juga.
setelah cukup beristirahat Aurellia dan faresta memilih membersihkan diri dan setelah selesai mereka berjalan ke balkon kamar mereka.
melihat indahnya salju yg turun dari langit
"aku mencintaimu" bisik faresta yg membuat senyum Aurellia mengembang ditambah rona merah diwajahnya membuat faresta gemas melihatnya dan cubit pipi tembem Aurellia.
Aurellia hanya menyenggir memperlihatkan gigi putihnya yg semakin membuatnya terlihat manis.
"aku juga sangat sangat sangat mencintaimu" Aurellia beralih memeluk tubuh faresta.
"kau apakah selama seharian semalam tak bisa dihubungi apakah kau mempersiapkan pernikahan itu" tanya Aurellia yg masih didalam pelukkan faresta dengan mendongak kan kepalanya melihat faresta.
faresta hanya mengangguk seraya tersenyum melihat kebawah.
"kau nakal sekali kupikir kau sudah tak peduli lagi padaku" muka cemberut plus bibir di majuiin beberapa senti membuat faresta ingin menerkam nya saat itu juga.
"aku bersyukur Tuhan mempertemukan ku denganmu dijalan itu dan mempersatukan kita lewat Maureen aku semakin bersyukur kau wanita yg sederhana dan wanita yg pastinya selama ini kucari....."
" kau wanita kedua yg ada disini" lanjut faresta dengan menunjuk dadanya
"lalu siapa yg pertama " Aurellia bertanya dengan nada yg tak suka dengan tatapan mata yg tajam menatap faresta.
faresta hanya terkekeh melihatnya dan mencium kening Aurellia.
"ya kau wanita kedua yg ada dihati dan fikiran ku setelah mommy" jawaban faresta membuat kembali senyum Aurellia.
"kau juga lelaki kedua yg ada di hatiku....."
"setelah ayahmu" potong faresta dan Aurellia mengangguk dengan senyumnya.
"apakah kau bahagia bersama ku" dengan cepat Aurellia mengangguk dan menatap mata faresta dalam dalam seakan mengatakan " sangat sangat dan sangat"
"apakah aku boleh meminta sesuatu " tanya faresta dengan agar ragu dan Aurellia mengangguk
"bolehkah aku minta anak darimu"
"tentu"
"jadi aku boleh meminta hak ku sebagai suami"
" iya"
"kau tidak takut"
"takut kenapa aku memberikannya untuk suami ku. suami tercintaku aku percaya setelah ada bayi disini dia akan bertanggung jawab lagian suamiku orang kaya mana mungkin dia membuang ku setelah ada darah daging nya disini" seketika gelak tawa faresta memenuhi telinga Aurellia.
faresta membawa Aurellia kedalam pelukkan nya "aku mencintaimu sangat"
"aku tau "