My Heart's Idol Girl

My Heart's Idol Girl
PART 50



sudah seminggu sejak kejadian faresta yg tiba tiba pulang dan menuntaskan hasrat Rindunya kepada Aurellia.


dan sudah seminggu ini pula Aurellia semakin manja dan lagi manjanya gak lihat lihat.


seperti pagi ini saat sarapan faresta yg duduk di meja makan harus tersedak kopinya karena tiba tiba Aurellia yg mengambil kopinya dan meletakkan nya di meja, hal selanjutnya membuat faresta hampir menyemburkan kopi dalam mulutnya yg belum tertelan, ya Aurellia mendudukkan dirinya di paha faresta dengan tangan melingkar di leher faresta. otomatis faresta melingkar kan tangannya di pinggang Aurellia.


dengan susah payah faresta menelan kopinya saat Aurellia menunjukkan raut wajah imutnya, mengedip mengedipkan matanya dengan senyum manisnya.


faresta mengeryit heran ada apa dengan istrinya hampir dua Minggu lebih ini istrinya terlihat sangat manja dari biasanya. dan biasanya pun manjanya masih lihat tempat,,lah ini diruang makan.


" ada apa sayang" tanya faresta lembut saat Aurellia tak mengeluarkan satu patah kata pun dari bibirnya.


bukannya menjawab Aurellia malah menyerukkan wajahnya dileher faresta.


faresta hanya bisa mengusap usap punggung istrinya itu yg tiba tiba berkelakuan aneh tapi faresta suka.


10 menit bertahan hingga suara isakan Aurellia membuat faresta khawatir dan segera mendorong lembut tubuh istrinya agar bisa melihat wajah Aurellia.


" kenapa hmm" Tanya faresta sambil menghapus air mata istrinya yg masih mengalir dengan sisa tangisnya yg memuatnya sengugukan.


wajah yg sangat memelas kali ini ditunjukkan Aurellia dengan mata yg sudah kembali berkaca kaca.


faresta gemas sekali melihatnya istrinya ini sungguh membuatnya tak ingin pergi kekantor.


" jangan pergi kekantor " cicit Aurellia dengan wajah yg menunduk dan mata yg sudah mengeluarkan air matanya lagi.


faresta terperangah dengan ucapan istri detik berikutnya dia tersenyum


" kenapa " sengaja faresta hanya ingin tau apa alasannya.


" aku ingin manja manja " terdengar suara seperti anak kecil Aurellia langsung menghambur kepelukan faresta.


faresta tersenyum dan mengeratkan pelukannya.


seperti yg dikatakan Aurellia tadi dia ingin bermanja-manja. jadilah faresta tak masuk ke kantor.


dan sekarang Faresta hanya tergeletak di atas ranjang besarnya dengan tangan yg memainkan ponselnya mengecek perkejaan nya. sementara Aurellia dia bermanja-manja, memeluk tubuh faresta sambil tiduran dan menggesek gesekkan kepalanya di dada bidang faresta. sesekali faresta kegelian saat gigitan gigitan kecil diberikan Aurellia.


hingga jam makan tiba Aurellia tak juga beranjak dari posisi manja-manja nya.


dan faresta memutuskan untuk makan di dalam kamar saja.


ketokan pintu terdengar nyaring dan faresta tau itu pasti kepala pelayan yg ingin mengantarkan makanan mereka.


dengan suaranya faresta membuka otomatis pintu. setelah meletakkan makanan di samping ranjang majikannya kepala pelayan keluar dengan sopan.


meninggalkan Aurellia yg masih dengan posisi manja-manja nya.


" makan dulu sayang nanti manja-manja lagi ya" Aurellia mengangguk cepat dan segera duduk


faresta menyodorkan satu sendok makanan ke mulut Aurellia saat mulut nya terbuka Aurellia langsung menutup rapat-rapat mulut dan hidung nya berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya yg dimakan nya tadi pagi.


faresta segera berlari saat suara muntah Aurellia didengarnya dengan perlahan faresta memijit tengkuk Aurellia dengan lembut dan tangan satunya memegang lengan Aurellia.


pucat itulah wajah Aurellia saat ini yg faresta lihat di tambah lagi badan Aurellia yg sudah lemas dan sudah bersender di dada bidang faresta.


matanya pun sudah mengeluarkan air mata


dan faresta langsung menggendong tubuh Aurellia dan meletakkannya di ranjang.


Aurellia sudah tertidur saat di gendong faresta.


dan faresta langsung menelpon dokter pribadinya.