My Heart's Idol Girl

My Heart's Idol Girl
PART 31



Mauren yg terkejut memilih bergeser kesamping dan memejamkan matanya mencoba mengalihkan rasa gugupnya. entah kenapa dia selalu gugup kalau dilihat oleh mata exelle.


dan exelle hanya tersenyum tipis melihat kelakuan Maureen.


exelle menoleh kesamping melihat sang sahabat dan istri tengah berciuman panas.


exelle hanya tersenyum dan membayangkan kalau dia sudah menjadi pasangan suami-istri nanti dengan Maureen dia tak akan melepaskan Maureen sedikitpun.


exelle kembali memejamkan matanya.


semetara faresta dan Aurellia semakin larut dalam ciuman panas mereka sampai Aurellia yg merasa kehabisan nafas melepaskannya ciumannya dan memeluk erat faresta dan memejamkan matanya.


faresta yg mengetahui kalau Aurellia sudah mengantuk membiarkan nya berbuat semau istrinya walaupun dengan hati yg berat.


faresta ikut memejamkan matanya.


****


tak terasa waktu penerbangan sudah hampir selesai dan tak menunggu lama pesawat yg ditumpangi Aurellia, Faresta, Maureen dan exelle pun mendarat.


dengan hati yg bahagia faresta dan Aurellia berjalan mendahului Maureen dan exelle.


faresta dan Aurellia sudah berada didalam mobil yg akan membawa mereka ke hotel tempat penginapan mereka dan dua orang sahabat mereka tersebut.


semetara Maureen lagi lagi dibutuhkan kikuk dengan sikap exelle yg membawa kopernya tanpa seizinnya.


Maureen hanya mengikuti exelle dari belakang. dan sampailah mereka dimana mobil yg akan membawa mereka ke hotel yg sudah di booking oleh perusahaan.


dengan sedikit ragu Maureen masuk duluan kedalam mobil dan exelle membantu supir memasukkan koper mereka berdua ke bagasi mobil.


setelah itu exelle masuk dan duduk tepat disamping Maureen yg sedang asing bermain game online diponselnya.


tak butuh waktu lama mobil mereka berdua sudah sampai didepan lobi hotel tersebut pasangan suami-istri itu keluar dan disusul dengan Maureen dan exelle yg hanya terdiam tanpa kata.


faresta dan Aurellia sudah berjalan duluan memasuki hotel tersebut dengan barang yg dibawa salah satu pekerja hotel tersebut.


semetara exelle dan Mauren hanya berjalan mengikuti sepasang suami-istri tersebut.


"kamar hotel VVIP atas nama Evano Faresta dan Alexander exelle" ucap exelle yg dianggukin oleh resepsionis tersebut.


"silahkan tuan ini cartnya nomor 308 atas nama tuan Evano Faresta dan 309 atas nama Alexander exelle" ucap resepsionis hotel tersebut dengan ramah dan senyum manisnya dan hanya mendapatkan anggukan kepala dari exelle.


"nih " ucap exelle sambil melemparkan cart pintu hotel faresta.


faresta menerimanya dengan senyum dan langsung membawa Aurellia menuju tempat tersebut. sama halnya dengan exelle dan Maureen.


sampai akhirnya mereka sudah berada dilantai 10 dan faresta sudah tepat berada didepan kamarnya begitupun exelle.


Mauren yg menunjukkan raut wajah bingungnya pun mendapatkan respon dari faresta yg melihatnya.


"maaf ya Maureen kamar hotelnya pada saat dibooking tinggal 2 jadi mau tidak mau kamu harus sekamar dengan exelle karena gak mungkin kita ngebooking hotel lainkan " jelas faresta pada Maureen. seketika wajah Maureen memerah entah itu malu atau marah ntahlah hanya Maureen dan tuhan yg tau


Aurellia? dia hanya cekikikan dibalik dada bidang faresta karena sebelum berangkat suaminya itu terlebih dahulu memberitahunya tentang rencananya membaut exelle dan Maureen tidur diatas ranjang yg sama.


exelle pria itu juga sama kaget nya dia dikirim Maureen sudah membooking hotelnya sendiri. tapi exelle lebih pintar menyembunyikan wajah kagetnya.


tanpa penjelasan lagi faresta sudah masuk kedalam kamar hotel mereka sampai dikamar pecahlah tawa mereka melihat noda merah dikedua pipi Maureen dan exelle.


"jail banget si kamu " ujar Aurellia yg sudah menghentikan tawanya dan faresta yg terus saja tertawa berhasil membuat dua sahabatnya itu salah tingkah.


"biarkan mereka aku yakin mereka bisa mengatasi nya" ucap faresta disela sela tawanya