My Heart's Idol Girl

My Heart's Idol Girl
PART 47



dengan langkah cepat faresta menghidupkan komputer dan langsung tertuju pada kamera CCTV yg terpasang di ruangannya.


faresta menggeleng kan kepala dengan mata yg melotot serta hati yg sakit melihat adegan per adegan yg terpampang di layar komputernya.


" *** perempuan tak tau diri " geram faresta yg sudah melempar kan semua barang yg berada diatas mejanya


ponsel faresta berdering dan dia tau siapa yg menelponnya pasti salah satu dari peseuruh perempuan gila itu.


dengan cepat faresta mengangkat dan gelak tawa lah yg pertama kali di dengarnya dan itu suara perempuan gila itu.


" kembalikan istri ku " ucap faresta dengan nada datar namun tersirat penekanan disetiap katanya.


"ck, jalang ini berani merebut mu dari ku dan sekarang kau ingin aku mengembalikan nya jangan harap. bahkan walau tubuhnya pun jadi mayat aku tak akan mengembalikan nya padamu. mungkin memberikan nya pada binatang buas lebih baik " faresta menggeram dibuatnya. bagaimana tidak ancaman perempuan ini tak pernah tak menjadi nyata.


"jalang? kau sebut istriku jalang.ck kau sendiri jalang itu, kau dengan tak tau malunya menyebut istriku jalang dan berharap aku akan bersama mu. manusia laknat seperti mu sepertinya sudah bosan hidup baiklah tunggu aku akan kumusnahkan kau menjadi abu" faresta langsung mematikan telponnya dan berjalan keluar menemui exelle dan orang orang hebat yg terlibat selama ini dalam menjaga Aurellia.


setelah memastikan keberadaan perempuan gila itu faresta, exelle dan para orang orang itu menuju lokasi di mana Aurellia disekap.


dengan mengendarai mobil mereka masing masing dengan kecepatan tinggi.


sampai di tempat di mana Aurellia disekap faresta tak langsung menerobosnya. dia memiliki strategi masing masing.


ponsel faresta berdering dengan menampilkan nama orang kepercayaan faresta yg memang sudah dulu berada di lokasi.


saat mendengar kata bom emosi faresta sudah tak lagi terbendung.


faresta ingin menerobos langsung pintu itu tapi ditahan oleh exelle.


" kita punya strategi faresta jangan gegabah"


" gegabah ? kau ingin istriku mati dalam beberapa menit lagi karena bom hah" teriak faresta frustasi. exelle terbelalak mendengar nya.


faresta menghempaskan tangan exelle. tak ada waktu lagi waktu dia berjalan ke pintu saja sudah cukup lama.


hati nya kalut pikirannya kacau matanya sudah berair Bagaimana jika posisi mu saat ini seperti faresta orang yg kita cintai dalam bahaya dan kematian mengintainya.


terlambat disaat faresta mendobrak paksa pintu ledakan keras terdengar dan itu langsung meluluhlantakkan sebagian besar jiwa faresta tubuhnya merosot kebawah. hatinya sakit kepalanya menggeleng keras inilah dia faresta, dia akan lemah jika sudah menyangkut dengan Aurellia. hingga tepukkan ringan dibahunya menyadarkannya. ya exelle yang menepuk nya


" masih ada harapan anak buah perempuan gila itu sudah lumpuh ditangan orang orang mu ku rasa istrimu sudah dibawa mereka ketempat aman , masuklah mungkin dia menunggu mu" faresta cepat cepat berlari kedalam tak memperdulikan asap yg mengepul dia terus mencari hingga menemukan beberapa anak tangga yg menuju keruangan yg tak terkena asap.


faresta langsung berlari menaiki anak tangga hingga tangga terakhir faresta menjatuhkan satu lututnya karena melihat Aurellia yg masih hidup