My Favorite Wife

My Favorite Wife
Episode 35. Syuting iklan



...MY FAVORITE WIFE...


.


.


.


...Selamat Membaca...


......................


Perusahaan Fung Corp.


"Jadi kau sudah mengetahui gosip itu ya." ujar Jonathan di ruangan CEO.


"Tapi menurutku nyonya Moza tidak berselingkuh dengan tuan Brian." ucap Glenn.


"Tidak berselingkuh gimana? sudah jelas mereka itu terlihat sangat dekat di postingan postingan itu." ucap Elliot dengan nada kesal.


"Bisa saja ada seseorang yang hanya mengambil fotonya saja tanpa mengklarifikasi kalau mereka benar benar ada hubungan." ucap Glenn.


"Aku setuju dengan Glenn, mungkin foto foto itu hanya sebuah salah paham saja. Kau tau bukan kalau gosip itu selalu di lebih lebihkan?." ucap Jonathan.


"Jangan membela wanita itu!." ucap Elliot dengan tatapan dingin.


"Kita tidak membela nya, tapi kita hanya menenangkanmu agar tidak terhasut oleh gosip itu." ucap Jonathan.


"Terhasut? Aku tidak peduli dengan apa yang dilakukan wanita itu! kau pikir aku memikirkan nya?." ujar Elliot.


"Tapi aku bisa melihat dari raut wajahmu kalau kau sangat kesal." ucap Jonathan.


"Jangan berbicara sembarangan."


"Tuan tidak pandai menyembunyikan perasaan anda sendiri." ucap Glenn.


"Berisik Glenn, aku sungguh tidak peduli tentangnya!." pekik Elliot.


Mereka berdua pun hanya saling memandang saja.


.


.


...****************...


Hari itu Moza sudah sampai di pulau Labuan Bajo.


Dengan langkah gemulai ia memasuki kamar villa yang sudah di pesankan oleh PT Sunskin.


"Moza.." Karin memanggilnya.


"Hemm.." sahut Moza tanpa menatapnya.


"Setelah syuting iklan ini selesai, kau harus klarifikasi tentang gosipmu dengan Mr Brian." ujar Karin.


Moza menatap Karin hingga mereka berdua saling memandang.


"Aku mengerti." sahut Moza.


"Dan aku kasih tau lebih baik kau jangan terlalu dekat dengan Mr Brian, kau sudah berbeda sekarang. Kau sudah punya suami yang harus..."


"Aku tau Karin!." pekik Moza memotong pembicaraan Karin.


Degg!!


"Aku tidak tau akan seperti ini." ucap Moza menundukan wajahnya.


"Aku pasti akan membantumu untuk klarifikasi dengan semua ini." ucap Karin


Tiba tiba nada dering Moza berdering menandakan adanya telepon masuk.


Moza melihat layar ponsel itu yang tertera nama Ayah menelpon nya.


"Ayah.." gumam Moza mengerutkan alisnya.


Moza segera menekan tombol hijau untuk mengangkatnya.


"Assalamualaikum ayah." ucap Moza.


"Waalaikumsalam, setelah kau pulang dari Labuan Bajo ayah ingin bicara padamu." sahut Wijaya dengan nada yang begitu terdengar serius.


"B-baiklah ayah." ujar Moza dengan perasaan tidak enak.


"Ayah tutup teleponnya, assalamualaikum."


"W-walaikum salam ayah." sahut Moza.


Moza menatap layar ponselnya yang sudah terputus teleponnya.


Ia berpikir apa yang akan ayah bicarakan, apakah soal gosip dirinya?.


Bahkan ia mendengar suara ayahnya seperti tidak biasanya.


"Istirahatlah, karena besok kau akan sibuk untuk syuting iklan." ucap Karin.


.


.


...****************...


Keesokan harinya...


Dimana hari itu Moza sudah bersiap untuk melakukan syuting iklan dengan menggunakan gaun putih yang sangat pas di tubuh indahnya.


"Baiklah kita mulai syuting iklan nya." ucap sutradara yang ada disana.


"Baik paksut." ucap Moza.


Sebelum Moza melakukan syuting, ia diberitahu oleh sutradara serta kameramen untuk posisi dan juga gerakan yang akan di ambil.


Dengan sangat sempurna Moza melakukan syuting iklan itu tanpa cacat sekalipun. Dengan lekukan tubuh yang sangat indah serta kulit yang terekspos bening karena model iklan ini adalah produk body lotion.


Moza menganggukan kepalanya sambil tersenyum. "Lovely Beauty Lotion, glow up, bright up."


"Hemm coba suaranya agak terdengar seksi sedikit ya." ujar kameramen.


"Baiklah." ujar Moza. "Lovely Beauty Lotion, glow up, bright up." ucap Moza dengar nada yang terdengar feminim.


Brian yang melihat proses pensyutingan iklan itu hanya tersenyum menatap Moza yang sangat cantik dan juga seksi membuat darahnya begitu mendidih setelah melihat punggung putih itu yang begitu bening sebening porselen.



"Ohh ya nona, berlarilah ketepi pantai lalu langsung menghadap kearah kamera."


Moza pun melalukan nya dengan berjalan gemulai serta menghadap ke arah kamera dengan wajah sangat cantik.


"Sip, okey, bagus, senyum lepas.. okeyyy." ucap kameramen itu dengan ekspresi yang senang.


"Kau memang berbakat Moza.." ucap Karin tersenyum.


"Baiklah kita ganti kostum dan tempat sekarang."


Moza dan yang lainnya pun mengikutinya.


Lokasi nya kini berada tempat gedung seperti istana.



Kini semua Moza melakukan syuting iklan itu dengan sangat berjalan lancar.


Semua orang sangat terkejut melihak sosok elok bak dewi.


"Dia sangat cantik sekali ya." ucap Gerald.


Brian tersenyum.


"Tapi Mr, gosip yang di media sosial itu aku harap jadi kenyataan, karena menurutku Miss Moza sangat cocok dengan anda." ucap Gerald.


Brian hanya terkekeh mendengarnya. "Kau bisa saja, tapi dia benar benar sangat cantik."


Gerald menatap Brian yang sedang menatap Moza penuh dengan kekaguman.


Beberapa kali Moza mengganti kostum untuk hasil iklan tersebut serta melakukan photoshoot lainnya.






"Baiklah karena hari semakin gelap, kita akhiri saja karena proses video serta fotonya kita sudah dapat dengan sangat bagus dan sesuai ekspektasi." ucap sutradara.


"Syukurlah, ternyata melakukan syuting iklan ini tidak sampai satu hari, saya sangat bangga terhadap Miss Moza yang sangat telaten bergaya membuat pekerjaan nya lebih cepat." ucap Kameramen.


Moza tersenyum mendapat pujian itu "Terima kasih semuanya, maaf jika kurang puas dengan hasil saya."


"Tentu saja kami puas Miss, anda sangat pandai bergaya, itu pasti kan karena anda Miss Supermodel World." ucap kameramen.


Moza kembali tersenyum.


"Baiklah kalau begitu kita istirahat, ohh ya Miss terima kasih sudah bekerja sama." ucap sutradara.


"Iya sama sama pak James." ucap Moza tersenyum.


"Kalau begitu saya akan langsung mengerjakan video untuk pembuatan iklan, saya akan membuatnya sangat bagus dan cantik." ucap Editor.


"Terima kasih pak Editor namun jangan lupa beristirahat ya." ucap Moza tersenyum.


Moza sangat begitu ramah dengan yang lainnya.


"Tentu Miss, kalau begitu kami permisi ya." mereka pun pada pergi untuk membereskan alat alat kamera serta yang lainnya.


"Kau memang berbakat Moza, aku bangga padamu sebagai manager." ucap Karin.


"Bisa saja, tumben kau memujiku biasanya hanya cuek cuek saja." ujar Moza.


"Yaa kali kali dong aku memuji kamu, biar tambah semangat hehe.." ucap Karin.


"Makasih pujian nya ibu manager.."


"Ya sudah yuk kita kembali ke villa, kau harus beristirahat." ucap Karin.


Saat Moza dan Karin sedang berjalan menuju villa, ia berpapasan dengan Brian.


Mereka berdua menatap Brian yang datang menghampirinya.


"Terima kasih sudah melakukan syuting secara sempurna Miss Moza.." ujar Brian.


"Ahh tuan, aku melakukan nya karena itu sudah menjadi tugasku." ucap Moza tersenyum.


"Benar, kau melakukan yang terbaik. Aku sangat beruntung bekerja sama denganmu." ucap Brian.


"Terima kasih tuan.." sahut Moza tersenyum kemudian menundukan wajahnya.


"Hmm Moza, kalau begitu aku mau ke villa duluan ya." ucap Karin.


"Ahh aku juga mau ke villa, tuan maaf saya harus kembali ke villa." ucap Moza.


"Ya silahkan, kau harus beristirahat." ucap Brian.


"Maafkan saya tuan, kalau begitu kita pergi duluan, marii." Moza dan Karin membungkukan badan nya.


Brian pun tersenyum sambil membungkuk juga.


Brian menatap kepergian Moza yang di tutun gaun nya oleh Karin.


"Aku semakin yakin padamu Moza.." ujar Brian tersenyum menatapnya.


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca guys really love you❤️🤗