
...MY FAVORITE WIFE...
.....Mempersembahkan.....
.
.
.
ALEXANDRIA MOZA
Yang akrab di sapa Moza itu adalah seorang wanita dengan sejuta pesona dan memiliki daya tarik yang luar biasa terhadap lawan jenisnya.
Ia hidup sesuka hatinya, dan tak suka di atur.
Dia adalah seorang model kelas dunia yang sudah bergelar menjadi Miss Supermodel World pada tahun lalu.
Hingga dirinya semakin angkuh dan jutek terhadap pria pria yang mendekatinya untuk menjadikan seorang pendamping.
Moza sangat malas melayani pria pria itu karena ia tau bahwa mereka hanya terobsesi saja padanya bukan mencintai dengan tulus.
Dia tidak ingin di manfaatkan dalam keadaan hanya untuk menjadi pemuas nafsunya saja ketika saat di ranjang.
Hingga akhirnya di usia yang menginjak 24 tahun ini Moza masih begitu betah dengan kesendiriannya.
.
.
...****************...
Di kediaman rumah keluarga Adinata.
"Aku tidak mau Ayah!." Pekik seorang wanita cantik itu dengan bola mata membulat dan sedikit terdengar tegas.
"Kau tidak berhak menolak Moza." sahut Ayahnya yang bernama Wijaya Adinata, dengan nada yang begitu rendah.
"Bagaimana bisa seorang primadona di dunia ini harus menyandang status seorang istri kedua dari pria dingin itu." pekik Moza dengan wajah dan nada penuh penolakan.
"Tapi ayah punya balas budi pada nyonya Firdania, dan beliau meminta agar ayah menikahkanmu dengan cucu nya." ucap Wijaya dengan nada penuh kelembutan agar Moza menyetujuinya.
Jika Wijaya berbicara sedikit keras itu akan percuma saja karena Moza sedikit manja dan tidak suka di bentak.
"Tapi ayah, mana mungkin aku sudi jadi istri keduanya, entah apa kata dunia... Oh my god! It will not happen!." pekiknya dengan memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Nak ayah mohon, kau harus mau menikah dengan tuan Elliot dia sangat tampan dan juga berwibawa, apalagi dia adalah penerus perusahaan Fung Corp karena dia anak tunggal dari keluarga Alberntino." jelas Wijaya dengan segala memuji pria itu agar Moza mau menerimanya.
"Aku tidak butuh itu semua ayah! Bukankah kita masih mampu untuk soal harta?." tanya Moza dengan menaikan sebelah alisnya.
"Putriku yang sangat cantik, bukan itu. Masalahnya ayah memiliki jasa balas budi pada nyonya Firdania." jelas Wijaya sambil memegang kedua pundak Moza untuk membujuk.
Nyonya Firdania adalah mantan CEO dari perusahaan Fung Corp pada jaman 44 tahun silam.
Dan Wijaya bekerja sebagai sekretaris di perusahaan nya hingga 15 tahun menjadi kepercayaan nyonya Firdania.
Hingga pada suatu ketika, sebelum nyonya Firdania melakukan pengalihan aset kepada putranya, Albert Alberntino.
Dia memberikan saham 40% pada Wijaya agar membangun perusahaan untuk ia kelola sendiri karena Wijaya sudah jujur dan setia saat menjadi bawahannya.
Perusahaan yang Wijaya bangun dari nol kini menjadi salah satu perusahaan ternama di pusat kota.
Hingga suatu hari nyonya Firdania datang menagih balas budi itu kepada Wijaya hanya meminta untuk menikahkan anak perempuannya bersama cucu kesayangannya, Elliot Alberntino.
"Begitu sayang ceritanya, jika ayah menolak permintaan nya mungkin ayah lebih baik tidak mau hidup lagi karena sangat malu pada nyonya Firdania." Jelas Wijaya setelah ia menjelaskan panjang lebar tentang masalah balas budi terhadap Firdania.
"Ayah tidak boleh berbicara seperti itu."
"Memang iya, Ayah menjadi seperti ini karena berkat nyonya Firdania."
Moza mengerutkan keningnya seolah berpikir untuk merencanakan sesuatu, agar dia tidak jadi di nikahkan dengan pria yang terkenal dingin itu.
Siapa yang tidak tahu kepada Elliot Alberntino, seorang pewaris dari keluarga Alberntino yang kini menyandang status CEO di perusahaan Fung Corp perusahaan tersukses di dunia.
Rumor katanya dia begitu sangat dingin dengan garis wajah datar namun terlampau tampan.
Sorotan matanya dan alisnya begitu tajam seperti elang, hidung mancung, bentuk bibir yang sempurna dan rahang yang tegas itu terlihat dirinya semakin berkarisma di usia yang menginjak 29 tahun.
Contoh Visual Elliot Alberntino.
"Ayah tidak tahu nak, begini saja kau temui tuan Elliot di restoran Charest besok malam pukul 19.00." ucap Wijaya.
"Apa? Kenapa ayah tau jika dia besok ada di restoran Charest?." Moza bertanya.
"Karena tuan Elliot menyuruhnya, ia juga menyetujuinya untuk di nikahkan denganmu." ucap Wijaya mengulum senyumannya.
"What? Huftt! Dasar laki laki serakah." ucap Moza menutup wajahnya.
"Tanyakan saja padanya kenapa menyetujui pernikahan denganmu, pasti alasan nya karena putriku terlalu cantik sehingga tuan Elliot pun tidak bisa menolaknya." ucap Wijaya dengan merayu.
"Ihh ayah tidak mungkin seperti itu, baiklah besok aku akan menemui pria itu di restoran Charest." ujar Moza dengan nada yang malas dan terpaksa.
Wijaya membelalakan matanya penuh dengan antusias.
"Benarkah kau mau menemuinya? Ahh ayah sangat bangga padamu sayang."
Wijaya mencubit kedua pipi Moza yang terlihat menggemaskan itu.
"Hhmmm!!... ayah hentikan pipiku nanti tembem." rengek Moza dengan berusaha melepaskan tangan Wijaya di pipinya.
"Kau akan tetap cantik, ya sudah istirahatlah ke kamarmu ini sudah malam." ucap Wijaya sambil mengusap pucuk rambut putri kesayangannya itu.
"Baik ayah, aku izin untuk ke kamar ya." sahut Moza memberikan kecupan pada punggung tangan ayahnya yang sudah mengurusnya dari kecil dengan penuh kasih sayang hingga sekarang.
Moza memang sangat dekat dengan ayahnya. Karena ibunya sudah meninggal dunia setelah melahirkan adik bungsunya yang bernama Kevin Adinata yang kini sudah menginjak remaja yang sebentar lagi akan menginjak kuliah.
Hidup mereka bertiga sangat kompak dan tetap harmonis walaupun tanpa seorang ibu.
Wijaya pun enggan menikah lagi karena umurnya yang sudah rentan berusia 60 tahun, dan hanya membutuhkan istirahat saja.
.
.
......................
Di dalam sebuah kamar yang begitu elegan dengan barang barang yang tertata rapi serta bersih.
Moza terus berjalan membolak balikan dirinya layaknya setrikaan.
Ia tengah berpikir bagaimana caranya agar pria itu menolak pernikahan dengannya.
Jujur saja ia belum siap untuk menyandang status sebagai seorang istri , apalagi menjadi istri kedua itu bukanlah mimpinya.
"Aku harus merencanakan sesuatu agar pernikahan ini tidak terjadi." pikirnya.
Moza berdecak kesal.
"Ck! Jika saja aku masih tinggal di luar negeri mungkin saat ini aku tidak akan di paksa menikah dengan pria itu." Gerutunya dengan sangat kesal.
Ya, Moza baru saja usai pulang dari Paris karena dirinya menerima sebuah kontrak pekerjaan menjadi brand ambassador produk kecantikan yang ada di negara Paris.
Tak hanya itu Moza juga sangat sibuk menjalani aktivitasnya dengan pemotretan, dan event Fashion Week/Show.
Tak hanya diam di Paris, Moza juga selalu bolak balik ke luar negeri untuk menghadiri acara kontes modeling di berbagai negara, walaupun sebelumnya ia pernah memenangkan Miss Supermodel Wold tapi ia masih aktif dengan profesi nya itu hingga dirinya menjadi semakin terkenal di mata dunia dengan tersohor sebutan Miss Superstar.
Maka dari itu Moza jarang pulang ke negara asalnya karena jadwalnya yang begitu sangat padat.
Dan baru 2 bulan ini Moza tinggal di negaranya karena ia sengaja tidak akan menerima job di luar negeri lagi, karena sang ayah tercinta membutuhkan dirinya untuk di temani di masa tuanya.
Selain cantik ia juga sangat pintar menguasai 6 bidang bahasa di dunia ini dengan sangat fasih.
Hidup Moza sangatlah sempurna, tetapi belum tau soal cintanya.
Apakah perjalanan cintanya juga akan sesempurna hidup dan fisik nya?
simak terus makanya jangan kemana mana ya readers hehehe.
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa klik tombol favorite dan tekan like, komen dan vote ya para readers tercinta biar author semangat nih nulisnya hehe..
❤️❤️❤️❤️