
...MY FAVORITE WIFE...
.
.
.
...Happy Reading...
...----------------...
Cleo terus saja mencoba menghubungi Elliot dan juga Glenn dengan tiada hentinya.
"Ishh!! Kenapa mereka berdua tidak aktif sih, sekalinya aktif ga pernah diangkat, El ini udah lebih dari 3 hari tapi kenapa kamu belum pulang juga ya." guman Cleo dengan raut wajah gelisah.
Ia terus berjalan membulak balikan badan nya dengan terus berusaha menghubungi Elliot namun hasilnya nihil.
"Ahhhk aku kangen El.." gerutunya dengan raut ditekuk.
Tiba tiba ia teralihkan pandangan nya kepada sosok tinggi ramping yang baru saja keluar dari lift mansion.
"Selamat pagi nyonya Moza.." sapa para pelayan dengan sangat ramah.
"Selamat pagi juga semuanya.." sahut Moza dengan tersenyum manis.
Cleo memicingkan matanya setelah kehadiran Moza yang tiba tiba saja turun dengan penampilan yang rapi.
"Aku akan pergi sebentar lagi jadi bisakah kalian membuatkanku roti bakar?." ujar Moza kepada para pelayan.
"Ahh baiklah nyonya dan lebih baik nyonya juga meminum susu sereal ini saja agar tubuh nyonya tidak lemas."
"Kau akan pergi kemana?." tanya Cleo dengan datar.
"Kemanapun terserah ku, dan kau tidak wajib untuk mengetahuinya kan?." ujar Moza dengan raut wajah tenang.
"Cihh! kau pikir aku bertanya begitu aku peduli?, jangan mencoba coba hidup seenaknya mentang mentang El tidak ada."
"Ehemm!! Sepertinya anda tidak berhak berbicara seperti itu pada saya." ucap Moza dengan nada sedikit gusar.
Mereka berdua saling bertatapan kuat seolah di dalam masing masingnya menyimpan perasaan dendam.
Brakk!!
Cleo memukul meja makan itu hingga susu sereal milik Moza tumpah dan mengotori pakaian nya.
"Apaan apaan kau!." Pekik Moza tidak terima.
"Aku peringatkan jangan pernah kau berbuat seenaknya di mansion ini, dan berhentilah memasang wajah sombongmu itu!. Atau aku akan.."
"Akan apa? Kau pikir aku takut padamu ha?, kau sudah mengotori pakaianku yang harganya jauh lebih mahal dari harga dirimu!." Pekik Moza.
"Apa yang kau katakan berani sekali!, dasar wanita jal4ng perebut suami orang!." pekik Cleo.
Degg!!!
Moza membulatkan matanya seolah ia benar benar sangat marah pada Cleo.
Para maid di mansion itu hanya menundukan wajahnya karena ia tidak berani untuk ikut campur dalam hal majikan nya.
Bi Sumi selaku ketua maid itu sedang menuju kamar Firdania untuk memberikan sarapan nya.
"Dengar ya wanita murahan!, meskipun di luar dan media kau terkenal sebagai model internasional tetapi menurutku kau adalah sampah yang menempel di mansion ini dan kau juga sudah mengotori rumah tanggaku dengan perlakuan sampahmu itu!."
Byuuurrrr!!!!!
Moza menumpahkan segelas susu sereal yang masih penuh dan sedikit panas ke wajah Cleo.
"Ahhk panas panas!." rintih Cleo
Beberapa maid langsung menolong Cleo dengan membawa handuk kecil kepadanya.
"Sekali lagi kau berbicara aku tidak akan pernah segan untuk merobek mulutmu!." ucap Moza dengan tatapan mautnya.
Cleo sangat geram dan tidak terima, ia mencoba melayangkan tamparan nya pada Moza namun dengan sigap Moza menghentikan tangan itu dengan mencengkramnya sangat kuat.
"Lepaskan tanganku!!." pekik Cleo karena tangannya kesakitan akibat cengkraman yang sangat kuat.
"Jangan pernah berani menyentuhku ataupun bermacam macam padaku!." ucap Moza dengan nada yang terdengar penuh penekanan.
Dengan kasar Moza pun langsung melepaskan cengkraman nya kemudian ia kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaian.
"Ishhh!!." Cleo berdesis kesal kemudian ia pun kembali ke kamar untuk membersihkan diri.
.
.
...****************...
Arah jarum jam terus berjalan...
Kini Moza dan Karin sedang menunggu kedatangan Brian di kantornya.
"Selamat siang, maaf sudah menunggu kalian menunggu." ucap Brian yang baru saja masuk kedalam ruangan nya bersama sekretarisnya dan tuan Gerald.
"Tidak apa apa Mr." ucap Karin.
Saat Brian dan Moza bersalaman mata mereka berdua bertabrakan membuat Moza merasa sangat canggung.
Brian pun langsung memberikan senyum padanya, dengan akhirnya Moza juga membalas senyuman itu.
"Silahkan duduk." ujar Brian.
Mereka pun sudah duduk di sofa mewah yang berada di dalam ruangan Brian.
Sebelum ke inti mereka berbincang bincang terlebih dahulu.
.
.
...****************...
Italy.
Di dalam sebuah apartemen itu Elliot dan Glenn sedang berkemas untuk menuju pulang ke negaranya.
"Akhirnya kita akan pulang juga tuan, ternyata kerja sama dengan Mr Tomas sangat menyenangkan." ucap Glenn sambil mengemasi barang barangnya kedalam koper.
Elliot tidak menjawab, ia hanya fokus melihat dokumen dokumen penting.
"Oh ya tuan, nyonya Cleo beberapa kali menghubungiku dan menanyakan kabarmu. Aku katakan bahwa kau sedang sibuk dengan Mr Tomas disini."
Lagi lagi Elliot tidak menjawabnya.
Glenn menghela nafasnya karena ia sering diabaikan oleh Elliot saat berbicara.
"Oh ya tuan, apakah kau tidak akan memberikan oleh oleh dari sini untuk istri istrimu?..."
"Untuk apa?." jawabnya dengan singkat.
"Yaa untuk membahagiakan istri lah, sepertinya jika tuan memberikan hadiah oleh oleh untuk kedua istrimu pasti mereka senang."
"Cihh lagi pula mereka berdua beberapa kali pernah datang kesini jadi sepertinya itu tidak perlu."
"Yaa itu sih terserah tuan, tapi menurutku hadiah itu adalah tanda keromantisan."
Elliot kembali tidak menjawab.
"Tapi sih ya kalau aku jadi tuan, aku pasti akan membelikan mereka hadiah dari sini apalagi mempunyai dua istri cantik. Kalau tuan bingung ingin beri hadiah apa, aku bisa bantu."
"Cepatlah berkemas nya Glenn jangan banyak bicara, aku akan menelpon Mr Tomas dulu sebelum menuju air port. Setelah aku selesai telepon ku harap semua sudah siap."
"Baiklah tuan." sahut Glenn dengan pasrah.
.
.
...****************...
Kantor Sunskinny.
"Jadi besok kita akan mengadakan acara pengguntingan pita untuk meresmikan rilisnya sebuah produk baru. Dan setelah itu, kita akan memikirkan dan membahas tentang konsep iklan nya." ucap Brian panjang lebar.
"Baiklah Mr saya setuju dengan keputusan anda." ujar Karin selaku menager Moza.
Mereka pun bersalaman untuk membubarkan pertemuan itu.
"Ehem maaf Miss Moza, saya ingin berbicara denganmu. Ohh ya nona Karin tidak apa apakah bila Miss Moza saya pinjam dulu?."
"Silahkan saja tuan, kalau begitu aku pulang ya Moza."
"Baiklah hati hati dijalannya." ucap Moza mengangguk tersenyum.
Karin pun melenggang pergi setelah berpamitan.
"Ada apa Mr?." tanya Moza.
"Begini, sebenarnya aku baru saja membuka bisnis sebuah cafe di daerah kota ini. Dan aku ingin mengajakmu untuk pergi kesana dan menyicipi kopi serta makanan lainnya untuk dinilai."
"What?." Moza terkekeh ringan.
"Sepertinya saya tidak pandai untuk menilai makanan atau minuman Mr." Ucap Moza.
"Tidak apa apa, aku hanya ingin kau saja yang menilainya. Apakah hari ini sibuk atau ada kegiatan lain yang mendadak?." tanya Brian.
"Tidak juga, tapi jika itu yang Mr mau baiklah." ucap Moza tersenyum.
"Benarkah? Aku sangat senang mendengarnya, kalau begitu kita pergi sekarang dan bentar lagi sudah jam 4 sore, waktunya sangat pas karena pemandangan disana sangat indah bila di sore hari."
"Baiklah.." Moza pun menganggukan kepalanya seraya tersenyum.
.
.
.
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca🤗🤗