My Favorite Wife

My Favorite Wife
Episode 31. Kepulangan Elliot



...MY FAVORITE...


.


.


.


...*đź–¤Happy Readingđź–¤*...


......................


Keesokan harinya siang berubah menjadi malam...


Ya, malam itu Cleo sedang menikmati aktivitasnya yang sedang teleponan bersama Winda.


"Ohh jadi ibu akan tinggal di Bali lebih lama lagi?, yah padahal aku sudah sangat kangen sekali sama ibu."


"Iyaa sayang, tapi bagaimana ibu kan terserah ayah. Ibu juga sangat kangen sama kamu nak." jawab Winda di seberang telepon.


"Ya sudah tidak apa apa ibu, jaga kesehatan aja ya disana."


"Okay sayang, kalau gitu ibu tutup dulu ya mau menyiapkan makan malam."


"Iya ibu baiklah see you ya.." ucap Cleo.


Mereka pun menutup teleponnya.


Saat Cleo hendak menuju kamarnya, tiba tiba saja pintu depan terbuka membuat Cleo menoleh ke arahnya.


Degg!!


Mulut Cleo terbuka lebar saat mengetahui seseorang yang berada di ambang pintu itu.


"El..liot!!." Teriak Cleo segera menghampirinya kemudian memberikan pelukan erat padanya.


Grepp!!


"Elliot aku sangat kangen sama kamu, akhirnya kamu pulang juga aku senang sekali!." pekik Cleo di dalam pelukan nya.


Glenn yang melihat itu hanya berdehem saja.


"Lepaskan aku." ujar Elliot dengan wajah dingin dan datar.


"Kau baik baik saja kan sayang?." tanya Cleo mencoba memegang pipi Elliot untuk memastikan.


Namun Elliot menghiraukan nya, ia lebih memilih berjalan menuju sebuah lift tanpa melirik dan mendengar celotehan Cleo.


"Sayang kau akan pergi mandi? kalau begitu aku akan menyiapkan air hangat dan pakaian nya untukmu ya." ucap Cleo sambil berjalan mensejajarkan dengan Elliot.


"Terserah saja." ujarnya dengan datar.


Cleo pun kini melayani Elliot hingga menyiapkan kebutuhan Elliot disana.


Elliot tidak merasa keberatan sebenarnya Cleo sudah sering melakukan nya walaupun itu selalu secara tiba tiba.


"Aku dan bi sumi sudah menyiapkan makan malam nya, kau pasti belum makan kan?." tanya Cleo.


Elliot tidak menjawab ia lebih memilih untuk turun ke bawah menuju meja makan.


Setelah Elliot sudah menduduki dirinya di kursi meja makan, Cleo segera menyiapkan makanan serta minum nya dengan sangat telaten.


"Silahkan di makan sayang." ucap Cleo tersenyum manis.


Tak!


Tak!


Tak!


Suara sepatu high heels terdengar sedikit nyaring terdengar karena saat itu di mansion sangat sunyi.


Degg!!


Elliot menatap kedatangan Moza yang menggunakan dress slim yang membuat tubuhnya sedikit terbuka.


Namun Elliot sudah tidak heran lagi dengan style nya yang selalu tampil seksi.


"E-el ternyata kau sudah pulang." ucap Moza berhenti melangkahkan kakinya.


Tanpa menjawab sepatah katapun Elliot memalingkan wajahnya seolah tidak peduli, dan lebih memilih melanjutkan makan malam nya.


"Kenapa Elliot tidak menjawabku, dan kenapa dia berubah sangat dingin." pikir Moza sambil berdiri mematung.


"Kau sudah pulang rupanya Moza, tumben jam segini baru pulang biasanya kan lebih dari jam 9 kan?." ucap Cleo seolah memanasi keadaan.


Tanpa menjawab Moza lebih memilih melanjutkan langkahnya menuju ke kamar pribadi.


"Apa dia selalu pulang jam segini?." tanya Elliot.


"Tentu saja, dia selalu berangkat pagi kadang siang dan pulang malam." ucap Cleo dengan nada semangat.


"Huftt! Menurut dia sih karena pekerjaan, tapi aku penasaran sesibuk apa dia hingga pernah pergi pagi pulang malam, apa dia bersama pria lain disana?." ucap Cleo.


Degg!!


Elliot menatap Cleo dengan tatapan tajam.


"Ahh bukan begitu maksudku, aku takut saja kalau dia bermain dengan pria lain di luaran sana. Karena dia kan seorang model dan semua orang hanya mengetahuinya bahwa ia seorang lajang."


Elliot kembali melanjutkan makan malam nya dengan terlihat begitu tenang seolah ia tidak mempedulikannya.


.


.


...****************...


Moza sedang menerima telepon dari Karin untuk membahas soal iklan tersebut.


"Mr Brian sudah menentukan lokasi untuk pembuatan iklan untukmu."


"Oh ya dimana itu?." tanya Moza.


"Aku belum tau, karena Mr Brian ingin berbicara langsung besok dengan kita. Karena menurut Mr lokasi itu ada dua pilihan, jadi besok kita akan berdiskusi."


"Begitu ya.." pikir Moza


Krepp!! (Suara pintu terbuka)


Elliot datang menghampiri Moza, membuat Moza sedikit terhenyak melihatnya.


"Aku tutup dulu telepon nya ya, bye!." Bisik Moza dan segera menutup telepon nya.


Mereka berdua saling membisu tanpa mengawali tanda kutip.


"Menurut Cleo kau sering berpergian hingga pulang malam, apakah itu benar?." tanya Elliot dengan wajah masih datar.


"Benar, aku melakukan nya karena sebuah pekerjaan." jawab Moza tanpa melihat wajah Elliot.



"Kau bahkan tidak pernah meminta izin padaku jika ingin berpergian keluar." ucap Elliot.


"Kau bahkan tidak bisa dihubungi saat berada di Italy." ucap Moza menatap Elliot.


"Setidaknya kau bisa mengirimi pesan walaupun aku sedang sibuk disana."


"Baiklah maafkan aku." ucap Moza.


"Dengan siapa kau bekerja sampai sering pulang malam."


"Tidak sering, hanya kali kali saja. Cleo selalu berlebihan jika mengatakan sesuatu." ucap Moza membela dirinya.


"Aku bilang dengan siapa kau bekerja?." tanya Elliot.


Degg!!!


"PT Sunskin, aku menjadi brand ambassador nya."


"Ku kira kau membatalkan kerja samanya."


"Tidak, aku sudah menerima kerja samanya dengan Mr Brian Issander, besok pun aku harus pergi lagi untuk membahas lokasi pembuatan iklan." ucap Moza.


"Pergilah selagi aku mengizinkan, dan pastikan pulanglah sebelum jam 6 sore karena tidak baik seorang istri pulang malam demi pekerjaannya." ucap Elliot.


"What! Apa maksudmu? Ini adalah pekerjaanku kau bahkan tidak akan pernah mengurusi masalah karierku." ucap Moza dengan protes.


"Aku adalah suamimu sekarang, dan kau adalah seorang istri, berpikirlah dewasa Moza."


"Tapi kan seharusnya kau maklumi karena aku sedang sibuk akhir akhir ini, seharusnya kau support aku."


"Aku akan memberikanmu support, kalau kamu menuruti ucapanku."


Tak lama Elliot pun melenggang pergi keluar kamar meninggalkan Moza sendirian dengan masih berdiri mematung.


.


.


.


Bersambung...