
...MY FAVORITE WIFE...
.
.
.
...*Happy Reading guys**🤗*...
......................
"Lepaskan aku Glenn! Kau sudah berani menyentuhku!." pekik Moza memberontak.
"Maafkan saya nyonya, tetapi jika saya tidak menyeret anda mungkin pertengkaran tidak akan kelar sampai kapanpun."
"Berisik! Aku tidak ingin bicara denganmu yang sudah mengunciku di mobil!." pekik Moza kemudian melenggang pergi begitu saja.
Glenn menghela nafasnya melihat kepergiaan Moza.
.
.
...****************...
Keesokan harinya...
Di pagi itu Moza turun ke bawah dengan pakaian dress cantik dan juga riasan tipis di wajah untuk membuat wajahnya lebih fresh.
"Selamat pagi semuanya." ucap Moza dengan tersenyum.
Elliot hanya mengangguk bedehem karena dirinya sedang mengunyah makanan.
Sedangkan Cleo memutarkan matanya karena dia sangat kesal Moza ada disana.
Moza langsung mendudukan dirinya di sebelah Elliot.
"Oh ya nenek dimana? apa tidak ikut sarapan?."
"Nenek dan mertua sudah sarapan sejak tadi merek paling awal!." pekik Cleo.
"Ohh!." ucap Moza singkat kemudian ia membawa sepotong roti.
"Apa kau tidak malu jam segini baru turun dari kamarmu sedangkan suami dan mertuamu sudah sarapan sejak tadi." ucap Cleo dengan tatapan yang membenci.
"Ahh maafkan aku, aku baru selesai keramasan karena semalam hmm... sepertinya aku tidak perlu menjelaskan padamu kau pasti mengerti kan?." ucap Moza.
Cleo membelalakan matanya. "Apa yang kau katakan?! ucapanmu sungguh tidak sopan!." pekik Cleo.
"Apa maksudmu!? Aku tidak menjelaskan nya secara rinci?." balas Moza.
"Tetap saja hal seperti itu tidak patut menjadi alasan! Kau ingin memanasi ku begitu?." ujar Cleo.
"Apa kau panas nonya Cleo?, kalau memang itu membuatmu panas berarti aku berhasil." ucap Moza.
"Kauu!!..."
"Hentikan!." Bentak Elliot.
Mereka berdua seketika terkejut dan menghentikan ucapan nya.
"Ini masih pagi, apa kalian tidak malu berdebat di depan aku yang sedang menikmati sarapan?." pekik Elliot.
"Tapi dia yang duluan El.." ucap Cleo.
"Enak saja!, kau menyalahkanku?." tanya Moza tidak terima.
"Kau yang duluan membuatku muak dasar wanita penggoda!."
"Hei kau berani mengataiku dengan sebutan itu? dasar wanita murahan yang tak tau diri!." pekik Moza.
Mereka berdua saling mengatai kembali dengan hinaan dan cacian yang membuat kuping Elliot melengking berdenging.
"Cukup!!." bentak Elliot.
Mereka berdua menatap Elliot.
"M-maafkan aku El." ucap Cleo kembali membenarkan posisi duduknya.
Moza memutarkan matanya dengan perasaan kesal.
Glenn menggelengkan kepalanya melihat kejadian di pagi hari itu. "Huftt! sepertinya di mansion ini akan selalu ada perang dunia setiap hari." batin Glenn
"Hari ini aku akan pergi ke Eropa, dan aku akan tinggal disana selama 3 hari saja." ucap Elliot.
"Aku ikut denganmu El, aku sudah lama tidak jalan jalan ke luar negeri." ucap Cleo dengan mata berbinar.
"Tidak, kau tidak boleh ikut dan tidak ada yang ikut." ucapnya dengan datar.
"Hih lagi pula siapa yang mau ikut." gumam Moza di dalam hatinya seraya memalingkan wajahnya.
"Hmm aku akan merindukanmu nanti.." lirih Cleo dengan raut wajah sedih.
"Lebay banget sih cuma tiga hari aja, lagian Elliot pergi untuk bekerja bukan ke akhirat!." pekik Moza.
"Hei aku tidak berbicara denganmu!." pekik Cleo.
Tiba tiba Albert dan Winda datang menghampiri mereka yang berada di meja makan.
"Selamat pagi semuanya.." ucap Albert
"Oh ya El, ayah dan ibu akan pergi ke Bali hari ini untuk mengecek perkebunan disana." ujae Albert.
"Ohh ya? Kenapa mendadak sekali ayah?." tanya Elliot.
"Memang sangat mendadak El, ayah dan ibu pun akan tinggal disana cukup lama." ujar Albert.
"Elliot juga akan pergi ke Eropa hari ini ayah."
"Oh ternyata kau jadi pergi El?." tanya Winda.
"Iya bu, bersama Glenn."
"Glenn jagalah putraku, jangan sampai dia kenapa napa." ucap Winda.
"Baik nyonya.." Glenn menundukan wajahnya.
"Jangan khawatir ibu, aku akan baik baik saja. Ohh ya, untuk nenek aku titip pada kalian berdua." ucap Elliot.
"Tenang saja sayang, nenek biar aku yang merawatnya." ucap Cleo dengan manis.
"Hih dasar sok baik." gumam Moza dalam hati.
"Benarkah sayang? Itu tidak akan merepotkanmu?." tanya Winda menghampiri Cleo.
"Benar ibu, lagi pula nenek sudah ku anggap nenekku juga." sahut Cleo tersenyum.
"Ahh menantuku yang baik hati, ibu sangat bangga sekali punya menantu seperti kamu nak." ycap Winda langsung memeluk Cleo.
"Ahh ibu.. jangan berkata seperti itu. Ini sudah tugasku untuk menjadi menantu dan istri yang baik hehe.." Cleo membalas pelukan Winda dengan rasa senang karena ini kesempatan untuk memanas manasi Moza.
Moza memalingkan wajahnya ke arah lain, sungguh dirinya sangat enek melihat kedua wanita itu yang benar benar lebay.
"Ya sudah kalau begitu kita akan pergi duluan." ucap Albert.
"Sayang jaga diri kamu baik baik ya disini, jangan lupa makan." ucap Winda seraya melepaskan pelukan nya.
Cleo menganggukan kepalanya. "Baik ibu, ibu dan ayah juga disana jaga kesehatan ya dan baik baik disana." ujar Cleo.
Winda tersenyum kemudian ia memberikan sebuah kecupan di kening Cleo dengan rasa kasih sayang begitu besar.
Cleo pun mencium tangan Winda dengan penuh kesantunan.
Kemudian Winda menghampiri Elliot untuk memberikan kecupan di keningnya. Dan Elliot pun membalasnya dengan mengecup tangan kanan ibunya dengan penuh kasih.
Selepas itu Winda langsung melewati Moza yang hendak untuk bersalaman meskipun Moza sudah mengulurkan tangan nya, namun Winda mengabaikan nya begitu saja.
Cleo yang melihat itu seketika tertawa di dalam hatinya, ekspresi wajahnya berubah menjadi terlihat nampak penuh kemenangan.
"Hahaha mampus kau!, enak kan di abaikan mertua?." gumam Cleo dalam hati.
"Dasar dia berani mengabaikan tanganku? padahal orang lain sangat mendambakan menyentuh tanganku ini tapi kau malah seenaknya! Lihat saja ibu mertua!."
.
.
.
Kini Moza dan Cleo mengantar Elliot yang hendak berangkat ke bandara.
"Hati hati di jalannya." teriak Cleo melambaikan tangannya setelah mobil sport itu melenggang pergi meninggalkan halaman mansion.
Moza pun langsung kembali masuk kedalam mansion tanpa memperdulikan Cleo.
"Hei! kau tidak boleh seenaknya di mansion ini!." pekik Cleo membuat Moza mengentikan langkahnya.
"Kenapa?." tanya Moza membalikan badannya.
"Karena disini akulah yang berkuasa!, kau tidak berhak seenaknya tinggal disini dengan bermalas malasan!."
"Terus kau pikir aku harus apa? Membantu pekerjaan rumah ini seperti yang ada di dalam sinetron bahwa istri pertama adalah yang bekuasa?.."
"Bentul sekali, Miss Moza memang pintar."
"Tapi sayangnya aku tidak selemah itu!, kau pikir bakal bisa menindasku? Aku tidak selamah itu Cleo, di mansion ini akulah pemeran antagonisnya!." ucap Moza dengan suara dan mata yang mencekam.
Degg!!!
"Jika kau ingin menjadi rivalku, maka siapkanlah mentalmu!." ucap Moza dengan nada intimidasi.
Kemudian Moza melenggang pergi menuju lift yang menghubung ke sebuah kamar pribadinya.
Cleo yang menatap kepergian Moza mengepalkan tangan nya dengan emosi yang menggebu gebu.
"Sombong sekali dia! Lihat saja, tunggu tanggal mainnya." gumam Cleo.
.
.
.
Bersambung....
Terima kasih sudah membaca🤗
jangan bosan menunggu updatean episode nya ya 🤗🥰
Salam hangat dari author tercinta❤️