My Favorite Wife

My Favorite Wife
Episode 18. Memancing di sungai



...MY FAVORITE WIFE...


.


.


.


...*đź–¤Happy Readingđź–¤*...


......................


Mereka berdua segera melepaskan pungutan nya itu dan merapatkan keningnya untuk mengatur nafasnya masing masing.


Elliot terkekeh bagaimana bisa ia berciuman selama itu dengan Moza, menurutnya ini sangat perdana menikmati ciuman itu, bibir Moza benar benar membuatnya candu.


Begitu juga dengan Moza, ia baru pertama kali melakukan nya bahkan bisa di bilang First Kiss.


Elliot mengusap wajah Moza untuk melihat matanya. Namun Moza menundukan wajahnya, ia begitu sangat malu pada Elliot, kenapa bisa dirinya menikmatinya.


"Lihatlah aku.." ujar Elliot sambil menyeringai senyumannya.


Moza enggan mengangkat wajahnya, ia tersenyum menyembunyikan pipi yang merah merona akibat menahan malu itu.


"Anak anak sedang mempersiapkan alat dan bahan BBQ untuk nanti malam." ucap Elliot membuat Moza mengangkat wajahnya.


"Benarkah?." tanya nya dengan antusias.


Elliot menganggukan kepalanya. "Benar, sore ini aku akan pergi memancing ikan di sungai bersama anak anak, apa kau ingin ikut? atau istirahat saja disini dengan mbok Ningsih?." tanya Elliot.


"Aku ingin ikut boleh?." tanya Moza dengan wajah polos.


"Boleh, kalau begitu bersiaplah pakai baju yang menutup tubuhmu karena cuaca disini sangat dingin."


Moza pun menganggukan kepalanya seraya tersenyum.


.


.


...****************...


Moza dan Elliot mereka berjalan menelusuri perkebunan teh karena jalan menuju sungai nya tidak bisa menggunakan mobil, mereka memilih berjalan kaki seraya menikmati keindahan alam.


Sedangkan pak Jalal dan mbok Ningsih dia mempersiapkan alat dan bahan barbeque nya.


Elliot menatap outfit Moza sore itu begitu sangat menggemaskan menggunakan celana jeans dan baju kaos crop membuat dirinya semakin lucu dengan tubuh tinggi rampingnya itu.



"Sudah ku katakan, pakai baju yang hangat." ujar Elliot.


"Tetapi aku tidak dingin, justru ini sangat menyejukan."


Elliot menghela nafasnya seolah pasrah dengan apa yang di lakukan Moza.


"Apa jaraknya masih jauh?." tanya Moza.


"Sebentar lagi sampai, apa kau lelah?."


Moza menggelengkan kepalanya. "Tidak, justru aku menikmatinya."


Mereka pun berjalan dengan di ikuti oleh Hansel, Glenn dan si kembar Toni dan Tino.


Sesampai di sungai mereka semua mengeluarkan alat pancingannya.


"Ini namanya sungai apa?." tanya Moza.


"Sungai toba nyonya." jawab Toni dengan ngasal.


kepalanya ia di getok oleh Tino. "Ngawur!."


Toni merintih kesakitan "Kami tidak tahu ini sungai apa nyonya."


Membuat Moza menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mereka.


"Yang mendapatkan ikannya lebih banyak, aku akan memberikan tip." ucap Elliot pada anak buahnya.


"Laksanakan tuan, itu sih gampang." ucap Toni.


Moza tersenyum melihat Elliot yang memancing dengan menggunakan jaket dan topi.


Ia tidak menyangka seorang Crazy Rich juga bisa memancing dan bergabung dengan anak buahnya untuk mencari ikan.


Dia pikir Elliot adalah laki laki yang arogan dan seenaknya pada bawahannya, tetapi ternyata tidak. Elliot bahkan sangat dekat dengan bawahannya.


Bahkan jika sudah berkumpul seperti ini mereka terlihat bukan anak buah Elliot melainkan teman teman nya.


"Lihatlah tuan, belum 5 menit aku sudah mendapatkan ikan sebesar ini." pekik Toni dengan sombong memamerkan ikan yang besar.


"Wahh ikan itu besar sekali, itu ikan apa Toni?." tanya Moza.


"Aku tidak tahu nona, sepertinya ini ikan jumbo." ucap Toni.


"Matamu ikan jumbo! emangnya ada nama ikan jumbo?." pekik Glenn.


"Lahh ada lah, kan lele juga ada yang namanya lele jumbo." sahut Toni.


"Itu lele dumbo bodoh!." pekik Glenn dengan kesal.


Mereka semua tertawa menghangatkan suasana.


"Wahh aku mendapatkan ikan besar sepertinya, ini sangat berat!." pekik Tino dengan menarik alat pancing itu sekuat tenaga.


"Toni bantu aku untuk menariknya!." pekik Tino.


"Apa iya itu ikan jumbo?." pikir Glenn.


"Aku akan membiarkanmu makan sepuasanya." sahut Elliot.


"Hmm tidak aku tidak ingin makan." tolak Tino.


"Lalu apa?." tanya Elliot.


"Jika ikan ini memang besar aku ingin Glenn menyebur ke sungai ini." ucap Tino.


"What! Kenapa aku yang jadi korban?." pekik Glenn membelalakan matanya.


"Ya tuan ya..?." ucap Tino.


"Iyaa lakukanlah." jawab Elliot sambil memamerkan gigi putihnya.


"Tapi kalo ikan itu tidak besar, kau yang harus nyebur ke sungai itu." pekik Glenn.


"Okay siapa takut!. Toni cepat bantu tarik alatnya. " pekik Tino.


Toni pun segera membantu Tino untuk menarik alat pancingan dengan sekuat tenaga, dan ternyata yang mereka dapatkan ternyata sebuah sandal yang sudah rusak.


Glenn menahan tawanya. "Hahahahha.." ia langsung terbahak bahak setelah melihat itu.


"What!." pekik Tino tak percaya.


Moza yang melihat kekonyolan mereka begitu tertawa sampai perutnya sangat sakit.


"Wahh kau harus nyebur aku tidak mau tahu yaa!!." pekik Glenn menghampiri Tino untuk mendorong ke sungai itu.


"Hei tidak jangan!." Tino berlari menjauhi Glenn yang terus mengejarnya.


"Hansel tangkap si Tino dia mengingkari omongannya."


Hansel pun segera membantu Glenn untuk mengejar Tino.


Mereka bertiga saling berlari larian membuat Moza dan Elliot terus saja tertawa melihatnya.


"Ya tuhan ternyata mereka sangat konyol sekali.." gumam Moza di dalam hatinya.


Hansel dan Glenn menggendong Tino yang sudah ia tangkap lalu mereka menyeburkan Tino ke sungai itu.


Byuuurrr!!!!


"Hahahhaha.."


Di sungai itu penuh dengan suara tertawa dengan kebisingan mereka.


"Awas kalian yah!." ucap Tino dengan berkacang pinggang di dalam kolam sungai itu.


"Mampus makanya apa apa jangan terlalu percaya diri! Hahaha." pekik Toni meledek kakaknya.


"Hei diam! Kau juga membantu abangmu kan menarik alat pancing itu! Jadi Glenn kita ceburkan dia juga gimana?." ucap Hansel.


"Wahh hayuk." Glenn segera menangkap Toni dan membopongnya.


"Tidak!! Jangan bajuku sangat mahal!!." pekik Toni berteriak.


Byurr!!!!


Hansel dan Glenn menyeburkan Toni dengan penuh tawa.


"Nah kalau begitukan adil biar abangmu ada teman!." ucap Hansel tertawa.


"Ini gara gara kau sih berbicara seperti itu terlalu pede sekali." gerutu Toni pada Tino sambil bergigil kedinginan.


Suasana sore itu begitu sangat dingin, tetapi mereka menghangatkan suasana.


Elliot merasa alat pancingannya ada yang bergerak dan susah untuk di tarik.


"Wah sepertinya ini ikan." ucap Elliot mencoba menarik alat pancingan nya.


"Apa kau ingin menariknya bersamaku?." tanya Elliot pada Moza.


"Boleh, aku belum pernah mencobanya." sahut Moza.


"Kemarilah sini." ajak Elliot.


Moza pun duduk di sampingnya sambil memegang alat pancingan itu bersama Elliot.


"Kita tarik ya, 1...2...3."


Mereka berdua menarik alat pancingan itu dengan sekuat tenaganya, dan ternyata yany mereka dapatkan adalah ikan mas.


"Wahh akhirnya kita dapat ikan!." pekik Moza kegirangan sambil memeluk Elliot.


Mereka yang melihat kedua majikannya itu hanya menjadi penonton keromantisan mereka berdua.


"Aku juga ingin sekali di peluk nyonya Moza..." gumam Toni sambil menatap nanar melihat keromantisan mereka.


Plakk!!


"Aww!! Sakit bodoh!." pekik Toni kesakitan karena Glenn menggaplok pipinya.


"Ngomong sembarangan! kau pikir hanya kau saja? Aku juga mau!." pekik Glenn.


"Dasar otak micin!." gerutu Toni.


.


.


.


Bersambung...


Hai haii salam hangat dari author buat semua nya👋 terima kasih yang sudah mampir membaca ya, semoga dapat menghibur🤗