
...MY FAVORITE WIFE...
.
.
.
...*🖤Happy Reading🖤*...
......................
Keesokan harinya...
Pagi itu Moza sudah terbangun lebih awal dari Elliot yang masih terlelap dalam tidurnya.
Sejak malam tadi Moza tidur bersama Elliot dengan guling yang selalu menjadi pembatas.
Untung saja saat Moza pergi ke kamar untuk segera tidur, Ia sudah melihat Elliot yang tidur terlebih dahulu dengan wajah pulas disana. Jadi mereka tidak ada kata perdebatan lagi sejak kejadian kaki Elliot di injak, Elliot tidak turun lagi ke bawah.
Kini Moza melakukan sarapan nya di meja makan dengan mengoles roti ditemani segelas susu yang di berikan oleh Anna sejak tadi.
"Selamat pagi tuan.." sapa Anna membungkukan badan nya. Membuat Moza segera membalikan badan nya.
Ternyata Elliot sedang menuju kemari dengan wajah yang segar, sepertinya dia baru selesai membersihkan diri.
Moza mengabaikan Elliot yang duduk di sampingnya, ia memilih melanjutkan sarapan nya.
Elliot menatap Moza yang benar benar menikmati roti itu hingga dia di abaikan begitu saja.
Anna langsung pergi ke belakang, ia tidak ingin menganggu sarapan majikan nya itu.
Elliot terus menatap Moza dengan tatapan tanpa arti, membuat Moza sedikit canggung yang sedang sarapan.
"Kau menganggu sarapanku." ucap Moza dengan wajah lurus tanpa menolehnya.
"Aku menganggumu? Justru sejak tadi aku menunggumu untuk menawarkan roti itu padaku." ucap Elliot.
"Jika kau ingin roti ini, ambil saja sendiri disana." pekik Moza sambil menunjukan roti di depan nya dengan dagu lancip nya.
"Kau tidak akan membuatnya untukku?." tanya Elliot.
Moza pun menghela nafasnya. Dengan terpaksa dan malas berdebat Moza segera mengambilkan roti itu lalu mengoles nya dengan selai kacang.
"Aku tidak suka selai kacang." ujar Elliot.
"Kenapa kau tidak bilang dari tadi?." tanya Moza dengan kesal.
"Seharusnya kau bertanya terlebih dahulu nona Moza." sahut Elliot.
Moza kembali menghela nafasnya.
"Lalu kau ingin pake selai apa?." tanya Moza.
"Hanya butter dan keju saja." ungkap Elliot.
Moza pun segera membuatkan nya.
Beberapa saat roti itupun sudah jadi, Moza langsung memberikan nya pada Elliot.
"Terima kasih istriku, aku harap kau selalu melayaniku seterusnya." Elliot mengukir senyuman nya.
Moza yang melihat Elliot tersenyum padanya begitu sangat aneh. "Apa aku tidak salah melihat, pria datar itu tersenyum padaku?." ucap Moza dalam hatinya terheran heran.
Elliot segera melahapkan sepotong roti itu kedalam mulutnya, mereka berdua melakukan sarapan bersama tanpa ada perdebatan apapun.
"Apa kau ingin minum sesuatu?." tanya Moza menawarkan.
"Buat aku kopi saja." sahut Elliot sambil mengunyah.
Moza pun segera menuju pantry kitchen untuk membuatkan kopi.
Selang beberapa menit, Moza pun datang sambil membawakan secangkir kopi untuk Elliot.
Tanpa membalas Moza memilih kembali duduk di sampingnya.
"Siang ini kita akan pergi ke suatu tempat." ucap Elliot memecahkan keheningan.
"Kemana emang?." tanya Moza menolehnya.
"Ke Villa Rose Gold." ucapnya.
"Untuk apa kita kesana?." tanya Moza mengerutkan alisnya.
Elliot mendekatkan bibirnya ke telinga Moza. "Honey moon.." bisik Elliot.
Moza segera menjauhkan wajahnya dengan mata yang membulat.
"What?."
"Kenapa? kau sudah beres kan masa haid nya?. Jadi setelah kita pulang dari Villa Rose Gold, kita akan tinggal di mansion." ucap Elliot lalu menyeruput kopinya.
Moza tercengang dengan perkataan Elliot. Ia benar benar tidak tahu harus berkata apa, rasanya jika ia menolak itu sangat tidak mungkin. Karena tujuan Elliot menikahinya hanya ingin memiliki keturunan.
"A-aku belum siap untuk itu." ucap Moza.
Elliot menolehnya. "Kenapa?, apa kau takut? tenang saja aku akan main rapi." bisiknya karena ia tidak ingin Glenn dan Anna mengetahuinya.
"Bukan itu, aku mau minggu depan saja kita melakukan itunya? agar aku mempersiapkan diri." ucap Moza dengan terbata bata.
"Jadi kau menolak ajakan suamimu?." tanya Elliot dengan garis wajah terlihat kecewa.
Mereka berdua saling bertatapan dengan jarak wajah yang sangat dekat.
Tiba tiba Elliot menyergap bibir ranum itu dengan menciumnya. Membuat Moza membelalakan matanya, ia terus memberontak agar Elliot melepaskan ciumannya itu.
Namun akhirnya Elliot pun melepaskan ciumannya.
"Apa kau gila ha! bagaimana jika Glenn dan Anna melihatnya!?." pekik Moza dengan wajah gusar.
"Itu sebagai contoh pemanasan agar nanti malam kau tidak terlalu nerveous melakukannya."
"M-maksudmu?." tanya Moza.
"Kita akan tetap ke Villa Rose Gold dan melakukan nya, jadi persiapkan dirimu." ucap Elliot kemudian ia beranjak dari duduknya dan melenggang pergi meninggalkan Moza yang masih duduk mematung disana.
"Apakah harus hari ini aku menyerahkan mahkotaku padanya?." pikir Moza di dalam hatinya.
"Selamat pagi nyonya.." sapa Glenn tersenyum membuyarkan lamunan Moza, saat ia hendak menuju pantry untuk membuat kopi.
Glenn sudah bodo amat yang sering di abaikan sapaan nya oleh Moza.
Moza hanya mendengus merangut masam sambil meninggalkan meja makan.
Glenn hanya menatap kepergian Moza dengan menghela nafasnya.
Kemudian ia kembali melangkahkan kakinya menuju pantry.
.
.
.
Bersambung....
Happy Weekend....❤️
Semoga kita selalu di beri kesehatan Amiin😇
Jangan lupa buat dukung author ya , klik tombol like, komen, dan tambah ke favorite kalian🤗🤗
Terima kasih sudah membaca semoga menghibur🖤🖤🖤