My Favorite Wife

My Favorite Wife
Episode 30. No Title



...MY FAVORITE WIFE...


.


.


.


...Happy Reading...


......................


Moza baru saja sampai di mansion Alberntino menggunakan taksi, dengan langkah gontai ia memasuki mansion itu.


Flashback On!


"Akhirnya sampai juga di apartemen Montana." ujar Brian.


"Terima kasih sudah mengantarkanku tuan."


"Brian, panggil aku Brian." ujarnya.


"T-tapi kan kau adalah bossku hehe.."


"Jika berdua tidak ada diantara kita boss atau apalah, panggil saja aku Brian jika kau ingin membuatku senang."


Moza pun tersenyum mengangguk. "Baiklah Brian."


"Ohh ya, apartemen kamu no berapa?."


Degg!!


"Aduhhh bagaimana ini, padahal inikan apartemen Karin. Tidak apa apalah nanti aku kodean kalau ini apartemenku."


"Hemm kamar no 315." jawab Moza.


"Baiklah kalau begitu, selamat beristirahat ya."


"Iyaa terima kasih sudah mengantarkanku."


Brian pun akhirnya kembali memasuki mobilnya.


Setelah beberapa saat Moza melihat kepergian mobil Lamborgini itu menghilang, ia segera memesan taksi untuk segera pulang.


Flashback Off!


"Huftt!..."


Moza terus melangkah menelusuri mansion nya.


"Selamat malam nyonya.." ucap para pelayan membungkukan badan nya dengan hormat.


"Selamat malam semuanya.." sahut Moza.


Prok!


Prok!


Prok!


Tiba tiba seseorang datang bertepuk tangan membuat Moza mengalihkan pandangan kearahnya.


"Wow kau baru pulang jam segini? Benar benar istri yang sangat buruk.!"


"Apa maksudmu?." tanya Moza mencoba untuk tenang.


"Kau pergi dari jam 11 lalu kau pulang jam 9 malam, jika aku beritahu Elliot apa yang akan kau lakukan?." ucap Cleo sambil melipatkan kedua tangannya di dada.


"Apa masalahnya untukmu?, lakukan saja sesuka hatimu. Aku pergi untuk bekerja, memangnya aku itu sepertimu pengangguran yang cuma mengurusi kehidupan orang lain saking gabutnya."


"Oh ya kau pergi bekerja? Atau mungkin kau pergi berkencan bersama pria lain!."


"Jaga ucapanmu!." pekik Moza.


"Memang seperti itukan kenyataannya?, dasar wanita jal4ng masih saja ganjen pada pria lain!."


"Hei jangan pernah berbicara seperti itu jika kau tidak punya bukti!." pekik Moza.


"Meskipun aku tidak punya bukti tapi aku yakin kalau kau itu memang wanita murahan yang melayani banyak pria kan." ucap Cleo.


"Jangan terpancing emosi Moza, sabar dia hanya memanasi kamu saja agar kau melayani kegabutan nya sehingga dia mengurusi hidupmu."


Moza menghela nafasnya.


"Ter.se.rah." ucap Moza dengan nada mengeja.


Kemudian Moza melangkahkan kakinya untuk menuju kamarnya.


Cleo memiringkan bibirnya dengan raut wajah licik.


"Lihat saja, kali ini aku akan mengubah wajah sombongmu itu menjadi wajah penuh kemalangan, tunggu saja tanggal mainnya Moza!." gumam Cleo di dalam hatinya seraya berseringai licik dan merencanakan sesuatu.


.


.


...****************...


Setelah Moza bersihkan diri ia menuju kamar Firdania untuk menjenguknya.


"Bagaimana keadaan nenek?." tanya Moza.


"Aku sangat baik nak."


"Maafkan aku ya nek, hari tadi aku sangat sibuk dan tidak sempat dulu berpamitan pada nenek."


Moza pun tersenyum dengan tulus.


"Oh ya, nenek sudah makan malam?." tanya Moza.


"Sudah tadi Anna yang menyuapiku." jawab Firdania.


"Anna?, Anna siapa nek?." tanya Moza sedikit terkejut.


"Anna Larasati, maid disini juga tapi ia baru kembali lagi kesini."


"Apakah dia masih muda?, badannya sangat kecil?."


"Benar sayang, kenapa memang kau mengenalinya?."


"Aku sangat mengenalinya nek, karena waktu di apartemen Moonlight, Anna yang menemaniku."


"Begitukah? Syukurlah kalau kalian sudah mengenal."


"Oh ya nek, kenapa Anna di suruh datang ke mansion utama lagi? Bukankah dia di tugaskan El untuk menjaga Villa Rose Gold?." tanya Moza mengerutkan alisnya.


"Mulai sekarang Anna jadi mengurus nenek, dan membantu keperluan nenek."


"Bukankah bu Iyam yah nek?." tanya Moza.


"Bu Iyam sedang pulang kampung, setelah ia kembali lagi ke mansion ia akan bekerja lagi dengan nenek, jadi Anna hanya menggantikan bu Iyam saja ketika di kampung." jelas Firdania.


"Ohh begitu ya nek. Hemm kalau begitu, Moza mau nemuin dulu Anna ya nek sudah lama aku tidak bertemu dengannya." ujar Moza merasa senang setelah Anna ada di mansion.


"Baiklah sayang, mungkin Anna sekarang sedang berada di paviliun belakang, dia kalau beristirahat suka diam disana."


"Baiklah nek, makasih yah."


Moza memeluk Firdania dan Firdania pun membalasnya dengan penuh kasih sayang.


.


.


...****************...


Saat Moza ingin menuju paviliun ternyata tidak sengaja ia berpapasan dengan Anna.


"Selamat malam nyonya Moza.." sapa Anna membungkukan badan nya.


Moza yang melihat Anna langsung membuang muka dengan raut wajah jutek.


"Nyonya.."


"Aku tidak ingin berbicara denganmu Anna, kenapa kau tidak menemuiku bahwa kau ada di mansion ini?."


"Maafkan saya nyonya, sebenarnya saya mencari nyonya cuma nyonya tidak ada di mansion." jawab Anna menundukan wajahnya.


"Lalu kenapa tidak cari aku lagi?, kau sudah melupakan aku kan?."


"T-tidak nyonya bukan begitu.. Maafkan saya jika menyinggung perasaan nyonya, saya mohon jangan marah pada saya.." ujar nya dengan nada permohonan dan raut sedih.


Moza memiringkan senyumannya secara diam diam, karena ia menjaili Anna.


"Ya sudah aku maafkan kamu."


"Benarkah nyonya?." ucap Anna mengangkat wajahnya dengan raut berkaca kaca.


"Heii kenapa mata kamu berkaca kaca?." tanya Moza.


"Anuu, saya tidak ingin nyonya marah pada saya." ungkapnya kembali menundukan kepala.


Moza tertawa renyah melihat Anna yang begitu baperan.


"Aku hanya bercanda Anna, ya ampun maafkan aku ku kira kamu tau aku sedang bercanda."


"S-saya tidak tahu nyonya, maafkan saya."


Moza terus tertawa renyah.


"Aduh Anna kau selalu membuatku tertawa, aku sangat senang kalau di mansion ini ada kau. Soalnya aku punya teman curhat." pekik Moza kegirangan.


"Apa? Nyonya mau curhat sama saya?." tanya Anna dengan wajah tak percaya.


"Benar, kita kan sudah saling mengenal, jadi tidak peru sungkan sungkan lagi terhadapku."


"Terima kasih nyonya, tapi rasanya saya tidak pantas saja kalau berteman dengan nyonya."


"Ssttt!! Jangan berbicara seperti itu aku tidak suka ya Anna." pekik nya.


"Maaf nyonya."


"Sampai kapan kamu terus minta maaf? Lebaran nya masih lama kok hahaha.."


Anna pun ikut tersenyum melihat Moza yang tertawa lepas di hadapannya.


.


.


.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca🤗


Arigatogozaimasu🙏🙏