
...MY FAVORITE WIFE...
.
.
.
...****************...
Pagi itu suara kicauan burung membangunkan seorang wanita cantik dari tidur lelapnya.
Ia mengerjap ngerjapkan kedua matanya untuk mengumpulkan nyawa sambil meregangkan ototnya.
Moza menggeliat seraya menguap karena pagi ini menunjukan pukul 08.35.
"What! Kenapa bisa aku bangun sesiang ini." ucapnya.
Ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah ia selesai dengan ritual mandinya, ia pun bergegas untuk turun ke lantai bawah.
Ia menuruni anak tangga dengan balutan dress selutut yang membuat dirinya terlihat sangat anggun.
Namun setelah ia menuruni anak tangga, ia melihat sosok wanita asing yang tengah berdiri di bawah dengan mengukir senyuman padanya.
"Selamat pagi nona." sapa wanita itu membungkukan badan nya.
"Pagi, siapa kamu?." tanya Moza mengerutkan alisnya.
"Perkenalkan nama saya Anna, saya di beri tugas oleh tuan El untuk menjadi asisten di apartemen ini dan melayani kebutuhan anda." ucapnya dengan ramah.
"Asisten di apartemen ini?, lagi pula hari ini aku akan pergi ke mansion Luxury Palace, jadi untuk apa kau melayaniku."
Anna mengukir senyuman nya. "Tuan El berpesan bahwa nona akan tinggal disini untuk beberapa hari."
"Apa?, lalu dimana dia sekarang?." tanya Moza.
"Tuan El pergi ke kantor bersama tuan Glenn pada pukul 06.30 nona, menurut tuan Glenn, tuan El akan mengadakan pertemuan dengan klien dari Malaysia." sahut Anna dengan nada keramahan.
"Dasar pria aneh, dia kemarin mengatakan bahwa aku harus tinggal di mansion nya." pikir Moza di dalam hati.
"Ya sudahlah aku tidak peduli." ujar Moza.
"Silahkan nona saya sudah menyiapkan sarapan pagi untuk anda."
Moza pun langsung duduk di meja makan tersebut dengan berbagai hidangan yang sangat banyak.
"Kenapa banyak sekali? Apa disini akan mengadakan pesta?." tanya Moza
"Makanan ini semua untuk anda nona." sahut Anna.
"Untukku? Aku tidak pernah sarapan sebanyak ini, makanan ini akan mubazir jika tidak ada yang makan. Lain kali kau tidak boleh memasak berlebihan, karena aku jarang makan banyak." ujar Moza.
Anna menganggukan kepalanya. "Baik nona, maafkan saya."
Moza pun menikmati sarapan nya dengan buah buahan dan juga omlete.
"Maaf nona saya melupakan sesuatu." ucap Anna membuat Moza menoleh padanya.
"Kenapa itu?." tanya Moza.
"Tuan El memberitahuku bahwa nona tidak boleh pergi kemana pun."
"Begitukah?." Moza membelalakan matanya.
"Benar nona." sahut Anna menganggukan kepalanya.
"Hih! Maunya apa sih dia, padahal aku sangat bosan jika terus berada di sini, tapi untung saja aku aku tidak punya kegiatan hari ini jadi aku bisa nonton drakor sepuasnya." ucap Moza di dalam hatinya.
.
.
.
...****************...
Perusahaan Fung Corp.
"Selamat atas pernikahan anda tuan presdir." ujar Jonathan memberikan ucapan.
Jonathan memang sengaja tidak datang ke acara pernikahan tersebut karena Elliot menyuruhnya untuk menghandle perusahaan.
Elliotpun menganggukan kepalanya.
"Pagi ini wajahmu kelihatan berseri seri, apa karena malam tadi kau sudah belah duren?." bisik Jonathan.
"Berisik kau!." pekik Elliot.
Jonathan tertawa. "Sepertinya kau sangat senang mendapatkan istri yang cantik, hidupmu menang beruntung sekali tuan."
"Cepat kerjakan proposalmu jangan banyak cing cong." ujar Elliot tidak mempedulikan omongan Jonathan.
"Hmm pengantin baru memang terlihat sensitif. Tapi jujur saja aku tidak percaya bahwa kau akan menikahi Miss Supermodel itu."
Elliot masih tidak bergeming.
Jonathan mengehela nafasnya. "Kau bahkan tidak memberitahuku terlebih dahulu untuk soal ini, kau lebih memilih memberitahu Glenn dari pada sepupumu sendiri."
"Ya,ya,ya karena Glenn yang memberitahuku, itupun satu minggu lagi kau mau menikah."
"Aku kenal dengannya memang satu minggu langsung ku nikahi." ucap Elliot.
Jonathan tertawa. "Hahaha, kau memang gerecep, jika saja wanita itu bukan Moza, kau pasti tidak akan segerecep itu menikahinya kan?."
"Aku menikahinya hanya karena aku ingin punya keturunan, itu saja." sahut Elliot.
"Tapi aku yakin, lambat laun kau pasti jatuh cinta padanya. Siapa yang kuat melihat body goals dan fisik yang sempurna setiap hari apalagi satu ranjang dengannya." ucap Jonathan.
Elliot memiringkan senyumannya. "Itu tidak mungkin, karena di hidupku tidak mengenal kata cinta. Bersama dengan Cleo tiga tahun pun tidak merubah apapun dalam hatiku." ungkap Elliot.
"Kau tidak membuka hati pada Cleo karena dia bukan wanita yang tepat untukmu."
"Jadi menurutmu Moza adalah wanita yang tepat untukku, begitu?." tanya Elliot mengerutkan keningnya.
Jonathan menganghukam kepalanya. "Bisa saja begitu, ku harap Moza lebih baik dari Cleo." ucap Jonathan.
Elliot terkekeh. "Semua wanita sama saja. Aku tidak mengharapkan cinta darinya, yang aku inginkan adalah dia memberiku seorang pewaris" ucapnya.
Jonathan menyunggingkan senyuman nya. "Setelah jatuh cinta kau akan tau rasa El." ujarnya di dalam hati.
.
.
...****************...
Mansion Luxury Palace.
Di sebuah kamar bernuansa megah seorang wanita cantik tengah menatap layar ponselnya dengan sorotan mata yang tajam.
"Sekarang Elliot sudah menikah dengan pelakor itu. Aku harus berwaspada agar El tidak terjerat cinta pada wanita itu." gumam Cleo di dalam kamarnya.
Ia mengepalkan kedua tangannya untuk memendam rasa emosi yang meledak saat melihat foto pernikahan Elliot bersama Moza di layar ponselnya.
Cleo segera membantingkan ponsel itu. "Aaagghh! Aku benci dengan semua ini!." pekik nya tidak terima.
"Awas aja kau Moza, aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia bersama Elliot!. Kau sudah menghancurkan hidupku!." pekik nya.
Ia memberantakan barang barang yang ada di meja rias itu dengan amarah yang meledak ledak.
Tok!
Tok!
Tok!
Seketika pintu kamarnya ada yang mengetuk membuat Cleo menoleh.
Cleo melangkahkan kakinya untuk membuka pintu itu.
Setelah Cleo membuka klop pintu itu ia melihat Winda yang datang.
"I-ibu." ucap Cleo.
"Boleh ibu masuk?." tanya Winda.
Cleo menganggukan kepalanya. "Silahkan masuk bu."
Winda pun memasuki kamar Cleo yang kini berantakan dengan barang barang yang berserakan di bawah lantai.
Winda juga menatap ponsel Cleo yang tergeletak retak.
"Apakah kau sakit hati setelah Elliot menikah lagi?." tanya Winda.
"Bagaimana aku tidak sedih bu, aku mencintai El lebih dari apapun. Sejujurnya aku tidak rela jika El harus menikah lagi, namun apa dayaku yang tak bisa membuatnya bahagia."
Winda membalikan badannya kemudian ia menghampiri Cleo dan memeluknya.
"Ibu sangat tau perasaanmu nak, bersabarlah. Ibu tau kau wanita yang kuat. Ibu juga tidak setuju El menikah lagi apalagi menikah dengan wanita itu." ujar Winda di dalam pelukan Cleo.
"Tidak apa apa bu, jangan begitu. Bagaimana pun Moza adalah menantu ibu sekarang." ucap Cleo dengan pura pura berbaik hati.
"Aku tidak akan menganggap dia sebagai menantuku sampai kapanpun. Hanya kamulah menantu satu satunya Cleo." ujar Winda.
Di balik berpelukan dengan Winda Cleo tersenyum licik. Akhirnya Winda membenci Moza, itulah yang dia inginkan.
"Ibu terima kasih sudah menyayangiku, ibu selalu perhatian padaku." ucap Cleo mengelus punggung Winda dengan suara berpura pura sedih.
"Kau adalah anakku, menantukku satu satunya." ucap Winda.
Mereka berdua berpelukan seolah Winda menenangkan Cleo dari rasa sakit hatinya.
"Aku akan membuat ibu tidak menyukai Moza, dan untuk mu Moza kau tidak akan pernah merasakan kasih sayang seorang ibu mertua, aku camkan itu." gumam Cleo di dalam hatinya.
.
.
.
Bersambung...
Semoga kita selalu diberikan kesehatan selalu ya Aamiin🤗