
...MY FAVORITE WIFE...
.
.
.
...*Happy Reading**🤗*...
......................
Moza mengetuk kamar pribadinya Firdania dengan membawa segelas teh hangat yang ia buat tadi.
"Masuk."
Karena ada perintah masuk akhirnya Moza pun membukakan pintu knop itu.
Moza tersenyum setelah melihat Firdania berbaring dan berselimutan di sore hari.
"Selamat sore nek."
"Selamat sore juga cucuku.." ucapnya dengan suara lemah.
"Apa nenek baik baik saja? nenek terlihat pucat sekali."
"Aku tidak apa apa nak."
"Oh ya nenek kenapa berdiam di kamae terus? tidak seperti biasanya."
"Penyakit nenek kambuh.."
Degg!!
"Kalau boleh tau, memangnya nenek punya penyakir apa? Maaf ya nek."
Firdania tersenyum. "Tidak apa apa, aku mempunyai riwayat kanker paru paru stadium akhir."
Degg!!
Wajah moza seketika berubah menjadi pias.
"Aku sudah tidak akan lama untuk hidup nak, tetapi aku punya begitu keinginan." ucap Firdania dengan raut sedih.
"Keinginan nenek apa memangnya?." tanya Moza.
"Yaitu melihat Elliot bahagia bersama wanita yang dicintainya, dan yang kedua melihat Elliot punya keturunan untuk pewaris perusahaan." ujarnya.
"Maaf nek, memangnya Elliot tidak bahagia bersama Cleo? sepertinya ku rasa Cleo sangat baik pada keluarga Elliot serta mencintai Elliot."
"Elliot tidak mencintai Cleo karena dia tau sifat asli Cleo seperti apa, dia wanita yang sangat licik dia hanya berpura pura baik di depan Winda dan Albert hanya untuk mencari perhatiannya saja." jelas Firdania.
"B-begitukah nek? Kenapa nenek bisa tau jika Cleo seperti itu.?." tanya Moza.
"Aku bisa menyelidiki nya, mata dan telingaku ada dimana mana meskipun aku sudah tua rentan, tetapi anak buahku selalu mendapatkan informasi tentang Cleo yang buruk, dan El selalu mengetahui itu." ucap Firdania.
Moza hanya terdiam seraya mendengarkan penjelasan Firdania dengan wajah yang serius.
"Menikah dengan Cleo membuat Elliot tidak bahagia dengan pernikahannya, dia selalu menolak Cleo, dia juga selalu curhat terhadap Glenn tentang masalahnya. Bahkan Elliot pernah berkata pada Glenn.."
"Ingin rasanya aku merasakan jatuh cinta pada wanita, melihat Lucas yang menikah dengan kekasih yang amat dia cintai sepertinya sangat bahagia, andai aku seperti dia yang mempunyai kehidupan seperti itu, aku akan membangun keluarga yang sempurna."
"Cobalah untuk membuka hati pada nyonya Cleo tuan, ku yakin kau pasti bahagia dengan pernikahanmu." ucap Glenn
"Sudah ku coba berulang kali untuk bisa mencintai dan menerima Cleo, namun hatiku tetap menolaknya. Mungkin karena aku selalu kecewa terhadap sifatnya yang tidak ku sukai."
"Seperti itu kurang lebih yang di katakan cucuku.." Jelas Firdania.
"Ku harap kau bisa membuat cucuku mencintaimu, dan berbahagia atas pernikahan kalian berdua." lanjut Firdania.
"Aku tidak yakin untuk bisa membuat Elliot jatuh cinta kepadaku nek." ucap Moza.
"Kenapa?." tanya Firdania mengerutkan alisnya.
"Elliot tidak mengenal kata cinta di hidupnya, dia juga kadang bersifat hangat padaku, tetapi dia juga selalu berubah dingin padaku." ucap Moza.
"Aku yakin setelah kau memberikan keturunan padanya, dia akan mencintaimu. Tapi jujur saja, aku melihat ada perubahan di dalam diri Elliot saat menikah denganmu."
"Apa itu nek?."
"Dia tidak pernah membawa wanita manapun ke villa rose gold. Tempat dimana dia menenangkan dirinya, bahkan Hansel pun mengatakan padaku perlakuan terhadapmu sangat jauh berbeda saat memperlakukan Cleo."
Mereka saling menatap.
"Aku merasa iba terhadap Cleo, dia terlihat sangat menyukai Elliot."
"Cleo memang sangat menyukai Elliot sejak kecil. Mereka dijodohkan karena orang tua Cleo memintanya."
"Ohh Cleo teman kecilnya Elliot?." tanya Moza membelalakan matanya.
"Dulu, namun setelah mereka beranjak dewasa mereka bukan teman karena Cleo tinggal di luar negeri saat ia masih menginjak SMP, dia kembali kesini saat dia akan dijodohkan dengan Elliot."
"Begitukah, tapi Elliot menyetujui perjodohan nya nek?."
"Elliot menyetujui karena dipaksa Albert, dia di ancam untuk tidak mendapatkan hak perusahaan, apalagi saat itu Elliot sedang mahirnya bekerja di perusahaan. Mungkin dia tidak berpikir panjang untuk kedepan hingga ia pun menerima perjodohan itu, walaupun tanpa cinta."
"Ternyata jaman sekarang pun masih ada dijodoh jodohkan seperti jaman siti nurbaya." gumam Moza di dalam hatinya.
"Oh ya, Apakah Glenn selalu mengatakan hal negatif tentangku?." tanya Moza.
Firdania menganggukan kepalanya seraya tersenyum. "Benar, dia sering membicarakanmu bahwa kau wanita yang jutek namun dia kuat menahan kejutekanmu karena kau cantik katanya."
"Apa benar dia berkata seperti itu nek?."
Firdania tertawa. "Jangan di hiraukan, Glenn hanya bercanda saja saat berbicara begitu. Glenn sudah ku anggap sebagai cucuku juga karena dia anak dari salah satu pelayan kami yang meninggal dunia, sejak umur 12 tahun Glenn sudah tidak mempunyai orang tua, dan dia bersedia untuk menjadi asisten tuan muda Alberntino dan mengabdi padanya."
"Ohh begitukah nek, pantas saja aku kadang melihat keakraban di antara mereka berdua ternyata Glenn sudah menjadi asisten Elliot dari Elliot kecil?."
"Benar sekali, dari jaman smp mereka aku sekolahkan satu sekolah dan satu kelas, agar Glenn selalu ada di samping Elliot. Dan juga ketika Elliot kuliah di luar negeri, aku kuliahkan juga Glenn di kampus Elliot yang sama agar Glenn selalu setia saat Elliot membutuhkannya hingga sampai sekarang dia masih setia menemani Elliot kemanapun." jelas Firdania tersenyum.
Moza menganggukan kepalanya.
"Nenek kenal dengan Hansel, apakah nenek juga tau pada Toni dan Tino?." tanya Moza.
"Hansel itu dia masih punya ikatan darah dengan Elliot." ucap Firdania.
"Ohh sama seperti Jonathan?."
"Yaa, Jonathan cucu ku anak dari adiknya Albert, kalau Hansel dia adalah anak dari kakaknya Winda."
Moza menganggukan kepalanya.
"Tino dan Toni, dia anak buah Elliot yang paling setia selain Glenn."
"Ohh begitu ya nek, maaf aku menanyakan hal yang tidak penting."
"Tidak apa apa, ternyata kau sudah mengenali mereka semua ya." tanya Firdania
"Sudah nek, mereka sangat baik dan asik." ucap Moza antusias.
Firdania tersenyum.
"Moza..."
Moza mengangkat wajahnya. "Iya nek?."
"Berjanjilah kepadaku untuk memberi keturunan pada Elliot."
Mereka saling memandang satu sama lain.
Moza menganggukan kepalanya. "Aku akan memberikan nya nek insya allah.."
Firdania langsung menghamburkan pelukannya terhadap Moza.
"Terima kasih nak.."
Moza pun membalas pelukannya.
.
.
.
Bersambung...
Salam hangat dari author tercinta untuk kalian para readers yang terhormat🤗 semoga karya author dapat menghibur kalian ya, maaf bila ada perkataan yang tidak berkenan, author masih belajar.
Dan jangan pernah bosan nunggu updatean setiap perepisode nya ya hehe🤗🖤
Big love u terima kasih sudah membaca❤️
Jangan lupa klike tombol like dan komen sama minta vote ya dear🤗