My Favorite Wife

My Favorite Wife
Episode 3. Elliot Alberntino



...MY FAVORITE WIFE...


.


.


.


...****************...


Moza kini sedang melamun di sebuah taman paviliun yang ada di halaman belakang rumahnya.


Cairan bening yang keluar dari mata indahnya itu sudah menbanjiri wajah cantiknya.


"Kakak.." ucap suara bariton itu tiba tiba datang dari arah sampingnya.


"Kakak kenapa nangis?." tanya Kevin yang tak lain adiknya.


Moza enggan menjawab ia masih terus melanjutkan tangisannya dan menghiraukan Kevin.


"Kalau kakak tertekan dan nggak mau menikah sama tuan Elliot, lebih baik jangan di jalani kak. Itu akan menyiksa batin kakak nanti." ucap Kevin


Moza seketika menoleh ke arah nya, dan mereka saling memandang.


"K-kau tau bahwa aku akan di jodohkan?." tanya Moza dengan wajah yang sudah di banjiri air mata.


Kevin menganggukan kepalanya.


"Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan ayah dan kakak di ruang tengah waktu kemarin malam." jelas Kevin.


Tiba tiba Moza menghamburkan pelukan nya.


"Hiks... kakak ngga mau menikah dengan pria itu, aku ga mau jadi istri kedua." Lirih Moza menangis dalam pelukan adiknya.


"Sabarlah kak, aku juga sebenarnya sangat berat jika kakak menjadi istri kedua dari tuan Elliot, tapi semoga keputusan ayah adalah takdir yang terbaik untuk kakak."


Kevin mengusap pundak Moza untuk menenangkan.


"Hiks hiks."


Moza terus saja menangis, tidak terbayang rasanya jika dia menerima pria itu untuk menjadi suaminya, pasti akan begitu seenaknya.


Suasana pada malam itu sungguh sangat sedih bagi Moza.


Di balik itu Wijaya sedang menguping percakapan mereka berdua.


"Maafkan ayah nak, ayah sangat menyayangimu." gumam Wijaya dalam hatinya.


.


.


...****************...


ELLIOT ALBERNTINO


Seorang laki laki yang penuh dengan kesibukan.


Statusnya kini sudah menikah dengan salah satu wanita pilihan kedua orang tuanya. Karena sebuah desakan akhirnya Elliot menerima perjodohan itu.


Pernikahan itu sudah berjalan 3 tahun lamanya, tetapi sifat karakter Elliot masih bersikap dingin kepada istrinya yang bernama Cleo Luciana Elgort.


Di usia yang menginjak 29 tahun dia semakin terlihat gagah serta penuh pesona, walaupun dirinya sudah terikat pernikahan tetapi daya tarik memikatnya tidak pernah pudar.


FLASH BACK ON.


Part tentang Ellliot ini, sebelum Elliot bertemu dengan Moza.


Malam itu keluarga Alberntino sedang menikmati makan malam, di meja makan itu terdapat berbagai macam sebuah hidangan yang begitu terlihat lezat.


"Cleo, kapan kamu akan memberiku cicit? Pernikahan kalian sudah berjalan 3 tahun tetapi kenapa kau tak kunjung hamil juga." tanya wanita yang sudah rentan itu bernama Firdania, nenek yang mengurus Elliot dari kecil.


Cleo yang sedang menikmati makan malam itu seketika menghentikan nya.


"Emm mungkin belum saatnya nek." sahutnya dengan suara lembut.


Dengan datar Elliot tidak memperdulikan hal itu, ia masih terus mengunyah makanan nya dengan gaya elegan


"Jangan jangan kau memang tidak subur." cibir Firdania.


Firdania memang tidak suka dari awal kepada Cleo, sebenarnya Firdania sangat tidak setuju dengan pernikahan Elliot dan Cleo, namun Albert menjodohkan nya karena orang tua Cleo adalah rekan bisnis nya.


"Ibu kenapa berkata seperti itu? Mungkin Cleo belum waktunya untuk hamil." ucap Winda, ibu dari Elliot.


Winda memang selalu membela Cleo saat Firdania mencibirnya.


Winda juga mengetahui bahwa Firdania sangat tidak suka dengan Cleo.


"Usiaku sudah tua, dan aku menginginkan Elliot cucuku kesayangan ku itu untuk mempunyai keturunan." jelas Firdania.


"Iya nek, aku akan mencoba kembali untuk menjalani program hamil." ucap Cleo.


"Dari dulu kau berucap seperti itu tapi sampai sekarang hasilnya nihil. Keluarga Alberntino membutuhkan penerus untuk perusahaannya." ucap Firdania.


"Sudah bu jangan terus menekan Cleo, kasihan dia, dia juga tidak salah." ucap Winda.


"Kau selalu saja membela menantumu ini Winda, menantu yang tidak bisa memberikan cucu padamu."


Degg!


"Elliot sepertinya kau harus menikah lagi." ucap Firdania.


Degg!!


Semua yang berada di meja makan itu terhenyak membelalakan matanya.


"Apa maksud ibu berkata seperti itu?." tanya Albert


"Aku menginginkan Elliot untuk menikah lagi, dengan wanita yang sudah aku siapkan menjadi istrinya dan melahirkan penerus Alberntino." jelas Firdania.


"Nenek apa apaan semua ini?." tanya Elliot


"Jangan menjadi alasan Cleo belum hamil dan ibu akan menjodohkan Elliot lagi dengan wanita pilihan ibu. Elliot sudah dewasa bu, dia bukan anak kecil lagi yang harus ibu atur sesukanya." Jelas Winda.


Dari kecil Elliot memang dirawat oleh Firdania, karena Albert dan Winda tinggal di luar negeri untuk mengurus cabang perusahaan disana.


Hingga sampai sekarang Elliot paling dekat dengan neneknya di banding orang tua sendiri.


"Bukankah kalian juga mengatur hidup Elliot dan memaksanya untuk menikah dengan wanita yang tidak ia cintai?."


Degg!!


"Cukup ibuu." pekik Albert.


Firdania memberikan sebuah amplop dari dokter yang berisi keterangan kesehatan bahwa Cleo Luciana pernah melakukan pengangkatan rahim pada 4 tahun yang lalu.


Elliot membaca surat keterangan itu dengan wajah sangat tak percaya.


Cleo yang sejak tadi terus memasang wajah gelisah dengan perasaan tidak tenang menatap surat itu yang sedang di baca serius oleh Elliot.


"Apa ini benar Cleo?." tanya Elliot dengan sorotan mata yang tajam.


Cleo tidak bisa mengelak, ia tidak tahu harus berkata apa padanya.


"Ya Tuhan, Cleo kau pernah melakukan pengangkatan rahim sebelum menikah dengan putraku?." tanya Winda dengan wajah kecewa.


Cleo menundukan wajahnya, perasaan nya begitu sangat kacau.


"A-aku bisa menjelaskan semuanya." tutur Cleo terbata bata.


Firdania menyunggingkan senyumannya.


FLASH BACK OFF


.


.


Setelah 1 bulan kejadian itu Elliot benar benar kecewa dengan Cleo begitu juga yang lainnya.


Kini keluarga Alberntino melalukan rutinitas makan malam yang selalu menjadi kewajiban nya.


Setelah mereka baru saja menyelesaikan makan malam nya Elliot memberitahu bahwa ia ingin mengatakan sesuatu.


"Aku sudah memutuskan untuk akan menikah lagi." putus Elliot.


Degg!!!


Orang orang yang baru saja menyelesaikan makan malam itu tiba tiba saja di selimuti oleh keterkejutan dengan keheningan.


Berita ini sungguh mendadak hingga menjadi sebuah berita yang begitu menggelegar di mansion ini, bahwa Elliot akan menikah lagi.


"Apa yang kau ucapkan! Jangan main main dengan sebuah pernikahan." pekik Winda dengan wajah gusar.


Cleo meneteskan air matanya secara tiba tiba hatinya begitu sangat sakit setelah menerima keputusan dari suami yang amat ia cintai.


"Aku tidak main main, bukan kah ibu dan ayah mau punya cucu?." tanya Elliot.


"Tapi tidak secepat ini kau memutuskan untuk menikah lagi El." ucap Winda


"Tidak perlu banyak waktu, aku memikirkan nenek yang sangat menginginkan cicit dariku. Apa ibu tidak berpikir bahwa penyakit nenek sudah semakin parah?." ucap Elliot.


"Tapi apa kau sudah berkompromi sebelumnya dengan Cleo? Dan apa Cleo menerimanya jika kau menikah lagi?." tanya Albert


"Keputusanku tetap mutlak, jika Cleo tidak ingin di madu aku akan menceraikannya." ujar Elliot.


Cleo membelalakan matanya ucapan itu terdengar seperti petir yang menyambar hatinya.


Begitu juga dengan yang lainnya.


"Kau akan menikah lagi dengan siapa?." tanya Winda.


"Elliot akan menikah dengan wanita pilihan ibu." ucap Firdania.


"Ternyata ibu menjodohkan Elliot lagi, kenapa tidak biarkan Elliot yang mencari calonnya sendiri?." ucap Winda.


"Aku tau karakter Elliot terhadap wanita, Elliot pun langsung setuju ketika aku memperkenalkan wanita itu padanya. Tidak ada keterpaksaan seperti kalian menikahkan Elliot dengan Cleo." ujar Firdania.


Cleo mengepalkan pergelangan tangannya.


"Dasar nenek lampir, rupanya dia ingin memulai permainan denganku. Baiklah lihat saja nanti, aku akan membalaskan dendamku padamu nenek tua!." gerutu Cleo dalam hati dengan memandam amarahnya.


Elliot segera beranjak dari tempat duduknya melangkahkan kakinya menuju sebuah lift dan meninggalkan meja makan tanpa pamit begitu saja.


Padahal keluarganya pun masih masih berkumpul disana dan menatap kepergiannya.


Suasana ruang makan itu kini menghening.


.


.


.


...****************...


Di dalam kamar pribadi yang begitu megah dengan barang barang serba mewah dan antik.


Elliot baru saja selesai menerima telepon dari sekretaris nya.


Kini dirinya sedang melamun di balkon dengan wajah penuh pikiran.


Flashback.


"Cucuku, aku ingin kau menikah dengan wanita itu." ujar Firdania dengan tutur yang lembut.


"Mana mungkin nek, dia seorang model berkelas. Aku tidak yakin bahwa dia mau menjadi istri keduaku." sahut Elliot.


"Aku yakin bahwa dia akan menerima perjodohan ini, El.. nenek menginginkan kau menikahinya, ayahnya sudah ku anggap seperti adikku sendiri."


Elliot tidak menyaut seolah ia berpikir memutuskan keputusannya.


"El... nenek ingin kau mempunyai keturunan darinya, nenek yakin dia wanita yang baik nenek sudah tau tentangnya sebelum nenek memutuskan untuk menjodohkanmu dengan dia." ucap Firdania.


"Umur nenek pasti tidak lama lagi karena penyakit nenek yang semakin parah, sebelum itu nenek ingin melihat kau punya keturunan untuk penerus perusahaanmu, untuk masa depan Fung Corp."


Flashback Off.


Grep!


Tiba tiba ada sebuah tangan yang memeluk perutnya dari arah belakang membuat Elliot seketika tersentak segera mengembalikan badan nya.


"Apa apaan ini!." pekik Elliot segera melepaskan tangan Cleo dari perutnya dengan kasar.


Mereka berdua saling menatap, tatapan mata elang Elliot itu berubah menjadi tatapan monster.


"Kau sudah berani menyentuhku tanpa seizinku!." bentak Elliot dengan penuh amarah.


"Apakah aku harus meminta izin kepada suamiku sendiri? Kapan kau bisa menerimaku El?." Tanya Cleo dengan suara terdengar begitu sangat rapuh.


"Sampai kapanpun aku tidak akan menerimamu Cleo!."


"Tapi aku ingin dicintai olehmu El.." lirih Cleo dengan mata terlihat menahan air matanya.


"Aku sudah pernah katakan sebelumnya, bahwa raga dan hatiku hanya milikku. Dan kau jangan bermimpi untuk bisa memilikinya." pekiknya.


Sebuah cairan bening kini terjatuh menelusuri pipi mulus Cleo.


"A-aku tidak ingin kau menikah lagi El.." lirihnya dengan tatapan penuh kesedihan pada pria yang ada di hadapannya itu.


"Sejak kapan kau berani mengaturku?. Dasar wanita tidak tahu diri! Kau telah menipuku dan keluargaku!."


"Tapi aku melakukan itu semua karena aku mencintaimu El, aku takut kau dan keluargamu menolak perjodohan ini jika aku berkata jujur."


"Kebohongan mu membuatku semakin benci padamu, dan aku akan tetap menikah untuk memiliki keturunan penerus keluarga Alberntino." putus Elliot.


"Maafkan aku El hiks, baiklah aku menerima mu untuk menikah lagi, tapi bisakah kau membuka hati untukku?."


"Sudah ku katakan beribu ribu kali bahwa hatiku tetap miliku!." Pekik nya.


Degg!!!


"Seharusnya kau bersyukur aku tidak menceraikanmu, karena aku mendapatkan barang bekas. You're not a virgin! ." bentak Elliot.


Degg!!


Cleo membelalakan matanya, hatinya begitu sangat remuk.


"Di tambah lagi ku menipuku bahwa kau pernah melakukan aborsi dengan mantan kekasihmu, kemudian mengangkat rahim mu! Kau pikir aku tidak tau semua itu Cleo Lusiana?!."


Cleo terdiam layaknya patung.


Bagaimana bisa Elliot mengetahui masa lalunya, padahal ia sudah menutup rapat rapat tentang masalah pengaborsian.


Jangan sebut Elliot Alberntino jika ia tidak tahu itu semua karena mata dan telinganya ada dimana mana.


"Aku masih memiliki rasa manusiawi tidak mengembalikanmu pada orang tuamu saat itu. Seharusnya kau berterima kasih padaku karna aku sudah menampung j4l4ng di mansionku ini."


"Kenapa kau selalu saja membahas masa laluku? Apakah tidak ada pembahasan lain selain masa laluku?." tanya Cleo dengan tatapan penuh kesedihan.


"Kenapa kau tidak terima? Kau ingin bercerai dariku?, jika begitu aku akan langsung membereskannya." ucap Elliot dengan tatapan maut.


Cleo terhenyak seolah tidak ingin terpisah oleh Elliot.


"T-tidak El.. jangan ceraikan aku, aku mohon.. aku sangat mencintaimu." mohonnya dengan nada yang begitu lemah lembut.


Cleo memohon menggenggam lengan kokoh itu.


"Lepaskan tanganmu!." bentak Elliot menatap lengannya yang du cengkram kuat oleh Cleo.


Namun Cleo enggan melepaskan nya, ia terus menangis di hadapan Elliot.


"Aku bilang lepaskan tanganmu." ucap Elliot dengan nada yang berubah rendah.


Dengan terpaksa Cleo pun melepaskan tangannya.


Tak lama setelah Cleo melepaskan tangannya, Elliot segera melenggang pergi begitu saja meninggalkan Cleo yang masih mematung dengan derai air mata.