
...MY FAVORITE WIFE...
.
.
.
...Happy Reading...
......................
Keesokan harinya...
Pagi itu Moza terbangun dari tidurnya lalu menggeliat meregangkan ototnya.
Ia menatap ke sampingnya, sosok Elliot tidak ada disana. Ia segera melompat mencarinya ke balkon serta ke mengetuk kamar mandi. Ternyata Elliot tidak ada disana.
Ia melihat jam weker nya yang menunjukan pukul 06.20 pagi.
"Ya ampun padahal ini masih pagi tapi Elliot sudah berangkat tanpa berpamitan padaku?."
Ia mengingat perkataan Elliot saat di apartemen moonlight.
Flash back on.
"Apa pantas aku membangunkanmu? Dimana mana seharusnya istri yang membangunkan suami."
"Lagi pula belajarlah bangun lebih awal dariku, kau bahkan tidak bersembahyang pada Tuhanmu.."
Flash back off.
"Ya Allah, aku sudua melakukan kesalahan.." gumam Moza.
Ia segera keluar dari kamarnya dan berlari menuruni anak tangga untuk mencari keberadaan Elliot.
Namun ternyata ia melihat Elliot sedang melakukan sarapan nya di meja makan dengan sendiri.
"Ternyata dia masih ada disini, aku merasa dosa tidak melayani suamiku saat sarapan."
"Selamat pagi nyonya..." sapa Glenn tiba tiba memecahkan lamunan Moza.
"Glenn! Kau selalu saja membuatku kaget." pekik Moza kemudian ia melenggang pergi untuk menghampiri Elliot.
"Yahh ga di jawab lagi sapaan nya, penyakit dah." ucap Glenn pasrah.
"Selamat pagi." ucap Moza langsung duduk di samping Elliot.
Elliot pun tersenyum. "Selamat pagi juga." sahutnya dengan datar menikmati makanan nya.
Moza membawa satu buah pisang yang ada di meja makan.
"Hari ini aku akan survei perkebunanku bersama Glenn, setelah itu aku akan langsung pulang ke mansion. Kau tidak apa apa menungguku disini?." tanya Elliot.
"Kenapa dia tidak mengajakku ke mansion nya juga ya." pikir Moza.
"Setelah itu aku akan kesini lagi, dan mengajakmu tinggal disana bersama keluargaku." ucap Elliot.
"Kau akan menginap disana?." tanya Moza.
"Aku tidak tahu, liat nanti saja." ujar Elliot.
Moza menganggukan kepalanya.
"Sarapanku sudah beres, aku pergi dulu." ucap Elliot.
Moza kembali menganggukan kepalanya. "Aku akan mengantarkanmu sampai depan."
"Baiklah."
Sesampai di halaman villa mobil sport itu sudah siap di panaskan sejak tadi oleh Glenn.
"Sarapanlah, dan istirahat." ucap Elliot.
Moza mengangguk. "Hati hati di jalan.."
Elliot pun langsung masuk kedalam mobilnya.
"Kami pergi dulu nyonya," ucap Glenn.
Moza mengangguk sambil tersenyum "Kabarin jika sudah sampai."
"Pasti nyonya.."
Glenn pun langsung memasuki mobilnya dan segera menancapkan gas nya.
Moza menatap kepergian mobil itu hingga mobil itu semakin jauh dan tak terlihat.
.
...****************...
Elliot dan Glenn pergi menyurvei perkebunan nya dan bertemu dengan pak Burhan selalu petani yang selalu mengurus ladangnya untuk menjualkan barang nya ke kota.
Setelah ia selesai menyurvei perkebunan, mereka langsung pergi ke kota A untuk pulang ke mansion.
Tetapi sebelum ke mansion Elliot dan Glenn pergi menuju kantornya untuk mengecek data dan menurut Jonathan ada dokumen yang harus di tanda tangani oleh Elliot.
...----------------...
Perusahaan Fung Corp.
"Kepalaku pusing tuan presdir, klien dari Singapura itu menginginkan keuntungan 60%, hingga aku terus berdebat dengan pemilik PT. Chungshin." gerutu Jonathan.
"Sumpal saja mulutnya dengan profosal itu." ucap Elliot sambil menandatangi beberapa dokumen.
"Enak saja dia yang ingin menginvest di perusahaan kita dan dia juga yang ingin mendapatkan untung lebih besar."
"Jadi bagaimana kelanjutan nya dengan klien itu?."
"Apaa??." pekik Elliot.
"Lagi pula dia sangat arogan, jika saja saat itu kau hadir mungkin dia akan bungkam saat melihatmu. Salahmu juga kenapa ponselnya tidak aktif, menghubungimu sangat susah sekali."
"Kenapa kau membatalkan kerja sama dengan PT Chungsin itu?."
"Aku sangat kesal, kau tau bahkan aku berantem dengannya saat di restoran, aku datang bersama Rio. Jika saja Rio tidak menghalangiku mungkin aku sudah membuat CEO PT Chungsin itu babak belur."
Elliot menghela nafasnya dengan panjang.
"Kau tau bukan? Kita ini belum pernah menerima kerja sama dengan produk fashion."
"Gampang, aku akan mencarinya yang lebih besar dari pada perusahaan dia." ujar Jonathan.
"Huftt! Atur aturlah." ucap Elliot dengan pasrah.
"Kemarin kau kemana?, Cleo datang kesini mencarimu."
"Benarkah?." ucap Elliot mengangkat wajahnya.
"Ya, aku katakan bahwa aku tidak tau, memang aku tidak tau kan kau pergi kemana."
"Kemarin aku pergi ke Villa Rose Gold,." sahut Elliot.
"Pantas saja ponselmu tidak aktif, kau pergi bersama Moza?."
"Iya aku pergi bersamanya."
"Wahh kau bahkan belum pernah mengajak Cleo ke Villa Rose Gold, sepertinya aku mencium aroma jatuh cinta."
"Persetan dengan jatuh cinta!, itu tidak akan pernah mungkin." ucap Elliot dengan masih fokus menanda tangani dokumen nya.
"Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin tuan presdir."
"Sudah selesai, dokumen semuanya sudah ku tanda tangani. Aku akan pulang ke mansion sekarang, oh ya besok aku akan pergi lagi ke Villa Rose Gold."
"Apa apaan kau mau pergi lagi? Gilaa El!!."
"Jangan terlalu lebay, jika ada apa apa telepon saja aku." ucap Elliot segera melenggang pergi meninggalkan ruangannya.
Jonathan hanya melongo menatap kepergian Elliot yang pulang tanpa membawa beban dan pikiran, tidak seperti dirinya.
.
.
...****************...
Mansion Luxury Palace.
Malam itu Elliot baru saja menapaki kakinya di mansion di ikuti oleh Glenn yang selalu di belakangnya.
Seperti biasa ia selalu di sambut hangat oleh para pelayan.
Elliot menduduki dirinya di ruang tengah sambil mengistirahatkan.
"Akhirnya kau pulang juga, ku kira kau sudah melupakan keluargamu dan juga istrimu disini Elliot!." ucap Winda yang baru saja turun dari atas tangga bersama Cleo.
"Ada apa ibu menyuruhku pulang?." tanya Elliot.
"Ada apa menurutmu?, apa kau sadar El semenjak kamu menikah dengan wanita itu kau sama sekali tidak mempedulikan ibu dan juga istrimu Cleo."
"Jangan mentang mentang kau punya istri baru, lalu kau melupakan istri lama di rumahmu!. Cleo sejak pagi hingga malam selalu menanti kabarmu dengan setia."
"Tetapi kamu malah seenaknya bersenang senang dengan perempuan itu tanpa melihat perasaan Cleo."
"Kenapa ibu berbicara seperti itu?, sebelum aku menikah lagi aku jarang pulang ke mansion bukan?. Dan tidak ada salahnya jika aku bersamanya karena dia istriku." ucap Eliot.
"Seharusnya kau berbuat adil pada istrimu Elliot."
"Aku tidak mencintai Cleo!, sudah beberapa kali jika aku tidak mencintainya."
Cleo mendengar itu seperti tersambar petir hatinya.
"Setidaknya jika kamu tidak mencintai Cleo, jangan menyakitinya." pekik Winda.
"Lalu dengan cara apa agar aku tidak menyakitinya? Apa aku juga harus berpura pura mencintainya juga begitu?. Aku tidak bisa."
"Kau sudah terkena racun oleh perempuan itu Elliot! kau sudah terjerat oleh bisa nya." ucap Cleo.
"Berhenti mengucapkan hal itu Cleo!, aku tidak bicara denganmu!." pekik Elliot dengan tatapan tajam yang membuat suasana mansion itu mencekam.
"Elliot! Apa kau mencintai wanita itu?." tanya Winda.
"Aku tidak mengenal kata cinta dihidupku!. Dan satu lagi ibu, jangan pernah ikut campur terhadap urusanku."
Elliot segera melenggang pergi di ikuti oleh Glenn di belakang nya.
"Elliot kau tidak pantas berkata seperti itu pada ibumu!." teriak Winda tidak terima.
Namun Elliot enggan memperdulikannya, ia terus berjalan ke halaman mansion dengan membawa seribu kekesalan nya.
"Ibu tenanglah jangan berteriak.." ucap Cleo menenangkan Winda.
Di halaman mansion Elliot segera memasuki mobilnya.
"Kita pergi sekarang ke Villa Rose Gold!."
"Baik tuan." sahut Glenn menancapkan gasnya menuju lokasi.
.
.
.
Bersambung...