My Beloved Uncle

My Beloved Uncle
C38. Pelukan Keluarga



"Jangan sekarang Mah, Please. Aslan belum tentu mau menerima kedatangan Kita, Mah"


Wanita paruh baya itu tak mengindahkan permintaan sang suami dan memutuskan panggilan telepon dengan sang suami lalu melangkahkan kaki nya memasuki ruko Ziel.


Berdasarkan informasi yang di dapatkan nya si bungsu, Ziel akan berada di ruko ekspedisi setiap siang hingga sore. Karena itu lah Mama Jessica pun memutuskan untuk mengunjungi Ziel untuk pertama kali nya di siang hari ini.


"Selamat siang" Sapa Mama Jessica saat tiba di parkiran ruko kepada pada karyawan Ziel yang tengah mengangkat paket keatas motor untuk di antar ke tempat konsumen.


"Selamat Siang Ibu" Balas sapa para karyawan.


"Pak Ziel nya ada?" Tanya Mama Jessica. Para karyawan saling berpandangan keheranan.


"Maaf Bu, Pak Ziel nya sedang keluar" Jawab salah seorang karyawan Ziel.


"Kalau istri nya ada?" Para karyawan itu saling berpandangan dengan tatapan heran dengan pertanyaan Mama Jessica, karena mereka mengetahui kalau Ziel saat ini adalah duda setelah bercerai dengan Bunga.


"Maaf Bu, Pak Ziel itu masih duda, belum menikah lagi, Bu" Jawab salah seorang karyawan Ziel yang belum tahu kalau Ziel sudah menikah.


"Lho. Lalu Alina itu?" Mama Jessica menggantung pertanyaan yang langsung di jawab karyawan Ziel lain nya. "Kalau Mbak Alina itu keponakan nya Pak Ziel Bu. Kalau mantan istri, Pak Ziel punya Bu, tapi sekarang udah di penjara, gara-gara ikut terlibat dalam pembunuhan keluarga Mbak Alina juga Pak Ziel, Bu"


"Ada apa Yan?" Ipul keluar dari dalam ruko dan bertanya saat pria itu melihat ada sedikit keramaian di parkiran ruko.


"Ini Bang. Ibu ini nanyain Bang Ziel" Jawab Iyan.


"Ada yang bisa Kami bantu Bu?. Kebetulan Pak Ziel nya sedang keluar" Ucap Ipul.


"Kalau Alina ada?" Kedua alis Ipul mengernyit heran melihat kearah Mama Jessica.


"Mama" Panggilan dari dalam ruko membuat keheranan Ipul dan karyawan lain pun sirna, apalagi saat melihat Erin datang memanggil dan menghampiri Mama Jessica bersama dengan Alina.


"Oh Mama nya Erin" Ucap Ipul yang di angguki oleh Erin. "Silahkan masuk Bu" Mama Jessica menganggukan kepala nya lalu menghampiri Erin dan Alina


"Mama ngapain kesini?" Tanya Erin menggandeng lengan kanan Mama nya saat mereka berdampingan. Mama Jessica melihat kearah Alina yang berpenampilan tertutup hanya menyisakan kedua bola mata indah yang kini tengah menatap nya haru.


"Ini_" Alina bergegas mencium punggung tangan kanan Mama Jessica dengan takzim membuat Mama Jessica terkejut. "Alina, Tante" Ucap Alina lembut memperkenalkan diri nya. "Istri nya Bang Aslan Mah" Bisik Erin membuat kedua bola mata Mama Jessica membulat tak percaya.


"Cantik banget Mah, kalau buka cadar nya" Mama Jessica hanya menganggukan kepala nya seolah menyetujui ucapan Erin padahal beliau hanya melihat Alina dari sorot mata nya saja.


"Kita keatas aja ya Tante, Mbak Erin" Ajak Alina kepada Erin dan Mama Jessica.


"Maaf Tante, hanya bisa meyuguhkan seadanya" Ucap Alina lembut. Mama Jessica hanya mengangguk pelan lalu kembali memperhatikan Alina yang duduk di hadapan nya berbatasan dengan meja.


Ceklek


"Assalamu'alaikum, Sayang. Eh ada tamu. Maaf"


"Waalaikumsalam" Balas sapa Alina, bergegas wanita muda itu menghampiri Sang suami, mencium punggung tangan kanan Ziel dengan takzim yang di balas usapan lembut di kepala Alina dan sebuah kecupan singkat di pucuk kepala sang istri.


"Bang" Ziel hanya mengangguki sapaan Erin yang kini sudah tidak asing lagi dengan keberadaan Erin yang suka datang ke ruko, dengan alasan bosan di rumah dan tidak ada kegiatan di kampus, dari pada berkeliaran lebih baik di ruko menemani Alina. Padahal niat nya selain ingin dekat dengan Alina sebagai adik ipar, Dia pun ingin mencoba dekat dengan Ziel kakak pertama nya, karena rupa nya Erin tidak terlalu akrab dengan istri Arlan.


"Mas, ada Mama nya Erin" Alina berbisik karena melihat Ziel seolah berpura-pura tidak melihat kalau ada Mama Jessica di sana. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu kini tengah menatap sendu kepada pria yang baru di temui nya lagi secara langsung sejak 34 tahun yang lalu.


Ziel menghela nafas pelan, ditatap nya Alina yang tengah menatap nya lembut lalu mengangguk pelan.


"Selamat siang, Ma" Mama Jessica terdiam mendengar sapaan Ziel, tiba-tiba saja tangis nya pecah kala Ziel menghampiri dan mencium punggung tangan kanan nya dengan takzim.


Mama Jessica pun langsung berdiri dan memeluk tubuh Ziel dengan erat, menangis dalam pelukan sang putra pertama.


"Maafkan Mama, Aslan. Maafkan Mama, Nak" Ziel membalas pelukan Mama Jessica mengusap lembut punggung wanita paruh baya yang melahirkan nya.


"Ya Tuhan" Mama Jessica melerai pelukan nya, menangkup wajah Ziel dengan menggunakan kedua telapak tangan nya, menatap dengan seksama wajah yang sangat mirip dengan Arlan hanya beda warna kulit nya saja.


"Maafkan Mama, Nak" Tangis Mama Jessica kembali terdengar. Ziel kembali memeluk tubuh Mama Jessica dengan erat. "Tidak apa-apa Ma, Maafkan Ziel juga, karena Ziel dan Alina belum sempat berkunjung menemui Mama" Ucap Ziel pelan.


Mama Jessica kembali melerai pelukan nya dengan Ziel. Ziel mengulurkan tangan kiri nya kearah Alina, karena tangan kanan nya tengah merangkul Mama Jessica. "Sayang, kemarilah" Panggil Ziel lembut kepada Alina. Alina pun bergegas menghampiri Ziel dan memeluk pinggang Ziel.


"Ini Alina Mah, istri Ziel" Alina menganggukan kepala nya kepada Mama Jessica dan tersenyum di balik niqab nya.


"Boleh Mama memeluk Kamu, Nak" Alina melepaskan rangkulan nya di pinggang Ziel dan segera memeluk tubuh Mama Jessica. "Ya Tuhan. Terimakasih Tuhan, telah mempertemukan Aku dengan Anak-Ku kembali". Bisik hati Mama Jessica.


"Hua... Erin juga mau pelukan kaya teletubbies" Rengek Erin berpura-pura lalu masuk dalam pelukan Mama Jessica dan Alina. Ziel tersenyum kecil seraya menggelengkan kepala nya melihat pemandangan indah yang berada di hadapan nya.


Ketiga melepaskan pelukan, saling bertatapan lali tertawa kecil. " Ya Tuhan. Mama senang sekali bertemu dengan kalian berdua" Ucap Mama Jesicca merangkul lengan kanan Alina sementara Ziel berdiri di hadapan nya hanya menyunggingkan senyuman kecil melihat Mama Jessica terlihat menyayangi Alina.


"Kami juga senang bertemu Mama" Ucap Alina lembut, sikap dan perlakuan Alina sangat jauh berbeda dengan istri Arlan, yang kalau bertemu dengan nya seolah selalu menjaga jarak.