My Beloved Uncle

My Beloved Uncle
C23. Insecure



Tak terasa pernikahan Alina dan Ziel yang hanya di ketahui oleh Abi Dhika dan Umi El sudah berjalan hampir dua minggu. Bahkan Ara sebagai sahabat Alina pun tidak mengetahui kalau Alina sudah menikah dengan Ziel.


Entah apa yang akan di lakukan oleh Ara kalau gadis itu mengetahui fakta yang selama dua minggu ini ditutupi oleh Alina dan kedua orang tua nya, dan Alina hanya bisa pasrah kalau nanti Ara akan kecewa akan fakta yang mereka tutupi itu.


Dan selama hampir dua minggu itu pula Alina menjalankan aktifitas baru nya sebagai istri Ziel, meskipun sampai saat ini hubungan mereka belum masuki tahapan yang lebih intim selain dari Ziel yang selalu mengejutkan Alina dengan kecu*** bhibir yang diberikan Ziel saat Alina lengah.


Ziel memang bersikap seperti saat Alina menjadi keponakan nya di hadapan Mbok Yani, sehingga Mbok Yani biasa saja melihat Alina yang manja dengan Ziel ataupun sebaliknya.


Ziel sengaja tidak berkunjung ke ruko ekspedisi milik, rencana nya Dia akan menemani Alina registrasi di salah satu kampus Nasional tempat gadis itu mendapatkan beasiswa nya.


Alina mengenakan gamis syar'i berwarna nude senada dengan hijab dan niqab nya. Sementara Ziel mengenakan kaos lengan panjang berwarna biri laut dan celana slim berwarna abu abu, dengan rambut yang di tata sedikit berantakan membuat penampilan Ziel terlihat lebih muda dibandingkan usia nya yang sudah menginjak usia menjelang 31 tahun.


Ada rasa tak rela saat Alina melihat penampilan Ziel saat ini yang terlihat mempesona dan takut menjadi pusat perhatian lawan jenis yang melihat nya, namun hal itu tidak di ungkapkan nya karena takut menyinggung Ziel.


Padahal Ziel sendiri sengaja berpenampilan seperti itu karena takut Alina terpikat dengan pria yang usia nya sebaya dengan Alina, dan meninggalkan Ziel.


Namun melihat sikap Alina yang sejak perjalanan menuju kampus lebih banyak diam membuat Ziel pun penasaran hingga akhir nya sebuah pertanyaan ambigu pun Ziel utarakan di sela perjalanan Mereka.


"Kenapa?" Kedua alis Alina saling bertautan dan mengalihkan pandangan nya menatap Ziel yang fokus menyetir mobil namun sesekali melirik kearah Alin.


"Kenapa?" Alina balik bertanya dan di balas kembali Ziel dengan kembali mengatakan "Kenapa?"


"Pertanyaan Mas aneh. Mas lho yang nanya Aku Kenapa?"


"Iya Mas tau. Mas nanya ke Kamu kenapa?"


"Iya Mas, Alin tau Mas yang nanya ke Alin Kenapa. Maka nya Alin tanya balik ke Mas, kenapa?"


"Iya kenapa?" Alina menepuk kening nya pelan, seperti nya Ziel sengaja mengerjai nya dengan terus menerus membahas si "Kenapa" itu.


Alina mengambil nafas pelan lalu menghembuskan nya dengan pelan lalu kembali mengajukan pertanyaan "Mas Ziel yang ganteng nya mirip Zayn Malik, kenapa tadi Mas Ziel bertanya kepada Alina "Kenapa?" " Ziel mengulum senyuman nya kala Alina mengajukan pertanyaan kepada nya.


"Mas Ziel. Ish nyebelin tau nggak!" Alina pun akhir nya merajuk karena Ziel hanya diam tak menanggapi pertanyaannya.


"Ish jangan pegang pegang!" Alina menarik tangan kanan nya pada saat Ziel akan mengenggam telapak tangan kiri nya dengan posisi tangan kanan nya menyetir.


Alina memang melepas niqab nya saat di dalam mobil, karena kaca mobil Ziel yang tidak tampak dari luar, sehingga Alina bisa dengan bebas menampakkan wajah nya di hadapan Ziel.


"Bhibir nya bisa tolong di kondisi Neng, bikin Abang jadi peng _" Plak, Alina langsung menepuk lengan kiri Ziel sebelum pria itu menyelesaikan kalimat godaan nya kepada sang istri.


"Eh malah mukul, KDRT ini lho, sayang" Kali cubitan kecil disarangkan Alina ke lengan kiri Ziel lengkap dengan rengekan manja Alina "Mas Ziel, ish nyebelin tau nggak" Alina pun melipat kedua lengan nya sebatas dada dan menatap kedepan.


"Nyebelin apa ngangenin?" Tanya Ziel yang masih saja menggoda Alina, hingga membuat Ziel sejenak melupakan kegundahan nya kepada Alina.


Menyadari Alina tak menanggapi nya, membuat Ziel pun akhir nya menyerah dan kembali mengajukan pertanyaan "Kenapa, sejak kita berangkat Alina yang cantik nya mirip dengan Putri Ameera Al-Taweel itu diam?"


"Sayang, Mas ada salah ya?" Mendapati Alina yang hanya diam tak menyahuti pertanyaan nya, membuat Zie pun menepikan mobil nya ke sisi kiri jalan.


"Kok berhenti Mas?" Tanya Alina yang di balas Ziel "Akhir nya mau ngomong juga"


"Dari tadi juga Alin udah ngomong, Mas" Cicit Alina. Ziel memiringkan tubuh nya menghadap kepada Alina, lalu menarik lembut tubuh Alina agar menghadap kearah nya untuk kemudian mencapit lembut Alina guna di arahkan menatap nya.


"Ada hal apa yang Kamu pikirkan, sehingga membuat Kamu diam sejak awal perjalanan?" Ziel bertanya dengan sangat lembut. Alina menggelangkan kepala nya namun masih enggan menatap Ziel.


"Sayang, hey. Kenapa nggak mau ngeliat Mas?. Mas jelek ya?" Kepala Alina kembali menggeleng, gadis itu meremas kedua telapak tangan nya gugup.


"Terus kenapa diam aja dan cuma geleng geleng kepala aja, Kamu nggak lagi sariawan kan Yang?" Alina mencubit kecil pinggang Ziel lalu menatap Ziel dengan wajah cemberut.


Tangan mungil kemudian mulai bergerak merapikan helaian rambut Ziel dengan menggunakan wax yang berada di dalam laci dashboard mobil, Ziel hanya diam tak tak menolak atau pun berucap, membiarkan Alina menyentuh rambut. Setelah selesai Ziel pun memindai penampilan nya setelah di rapikan oleh Alina.


Ziel terpaksa menahan tawa nya dalam hati kala melihat penampilan nya dengan rambut di belah tengah dengan rambut yang lepek akan wax yang tadi Alina gunakan di rambut nya. Ingin rasa nya Ziel meminta Alina menarik sejumput rambut nya keatas agar semakin mirip dengan salah satu tokoh sinetron pada zaman Ziel kecil dulu.


"Ish nyebelin. Kenapa sih kalau orang ganteng, di apain aja nggak bisa jelek!" Protes Alina yang justru di tertawai oleh Ziel, pria itu mengusak lembut pucuk kepala Alina dengan gemas "MasyaAllah, ternyata cantik nya Mas cemburu sama penampilan Mas toh?"


Wajah Alina sontak langsung merah merona dan menunduk malu. Ziel menarik tangan kanan Alina lalu mengecup punggung tangan kanan Alina dengan mesra, membuat wajah Alina semakin merona "Kamu jangan ngerasa insecure gitu Sayang, justru Mas yang sangat nggak insecure bisa berdampingan sama Kamu yang masih muda, cantik, pintar dan pasti nya sholehah"


"Mas" Alina menegur Ziel karena ucapan Ziel yang sangat merendahkan diri nya sendiri, dan Alina tidak suka itu, Alina tak suka kalau Ziel merasa rendah diri seperti itu.