
Suasana haru saat Grammy award, membuat Oon semakin memeluk mesra tubuh Shania. Entah berapa kali ia mesti berucap syukur, saat menerima dua piala penghargaan dihadapan wanita cantik, yang dulu ia dambakan menjadi pasangan hidup, kini akhirnya terwujud sudah.
Produser film FTV terbaik, serta beberapa film singkat yang senantiasa menciptakan kesan dan kesan yang berbeda untuk semua film karya rumah produksinya OP Entertainment, yang selalu menjadi pilihan bagi semua kaum hawa dari tua, hingga remaja.
MC menggoda Oon, karena memiliki perawakan tubuh yang tinggi besar, dan jauh dari kata tampan ...
"Mas Oon ... Apa sih yang tidak di miliki beliau, istri cantik, uang banyak, diet dong Mas Oon. Diet ..." tawanya menggoda suami Shania Junianatha diatas panggung.
Tentu saja itu menjadi tamparan keras bagi Shania. Ia hanya bisa menahan rasa malunya, karena merasa gagal dalam memilih pasangan, dan tidak ingin berada di dalam gedung tersebut lebih lama.
Akan tetapi, Oon mampu menepis semua ejekan para MC yang ada diatas panggung dengan jawaban sedikit menohok ...
"Saya sudah berjanji, jika saya mendapatkan penghargaan bergengsi ini, saya akan berbagi tips hidup sehat bersama istri tercinta Shania Junianatha. Saya pinta kepada Shania Junianatha berdiri mendampingi saya disini untuk mendampingi saya," ucapnya menaikkan piala citra itu dihadapan para tamu.
Tentu jawaban Oon mendapatkan tepuk tangan dari para hadirin yang hadir.
Tanpa menunggu lagi, Shania Junianatha berdiri, dan menghampiri suaminya yang berdiri di atas panggung, walau masih merasa sedikit malu.
Akan tetapi, ada sedikit perasaan bangga bagi Shania, saat mendampingi seorang Oon di atas panggung, hanya untuk sekedar menyapa rekan sesama artis.
Pensiun, atau lebih tepatnya fakum untuk beberapa waktu dari dunia hiburan, menjadi pilihan Shania tentu atas izin Oon, sesuai rencana mereka untuk mendapatkan momongan segera.
.
Sudah lebih dari satu minggu berlalu, Shania kini tengah berada di apartemen saat menemani suami tercinta melanjutkan pekerjaannya di kantor. Sementara ia hanya di sibukkan dengan beberapa kegiatan yang berbeda dari wanita model lainnya. Memasak, hanya itu yang dilakukan Shania, ketika berada di apartemen.
Darmi seketika tersenyum sumringah, melihat tubuh Shania yang tampak lebih berisi akhir-akhir ini.
Perlahan tangan halus itu mengusap lembut punggung Shania, "Mba, maaf nih ... Mba Shania hamil ya?" godanya mengusap lembut perut ramping wanita yang masih berdiri di meja dapur apartemen tersebut.
Shania menggelengkan kepalanya, karena merasa tidak yakin dengan penuturan wanita paruh baya tersebut ...
"Hmm ... Enggak deh Bu. Tapi bulan ini sudah terlambat dua mingguan. Cuma aku enggak yakin kalau hamil," tawanya menyeringai kecil.
Akan tetapi, Shania mendapatkan kiriman video laknat dari nomor yang tidak ia kenali.
Betapa terkejutnya Shania, saat melihat, video Oon tengah bergandengan tangan, dengan wanita muda bernama Soraya di salah satu pusat perbelanjaan yang tidak jauh dari kantor suaminya.
Entah mengapa, dada Shania seperti di silet, kemudian di beri jeruk nipis, yang sangat menyakitkan. Bagaimana mungkin, tangan keduanya saling menggenggam mesra, ketika keluar dari salah satu perawatan kecantikan, dengan tatanan rona senyuman yang menyeringai lebar, menyiratkan satu kebahagiaan.
"Mas ...! Mas selingkuh sama wanita jallang ini? Mas balik lagi sama dia ...?" Tangis Shania pecah seketika, membuat Darmi tampak kebingungan, langsung menghampiri istri majikannya.
"Mba, Mba Shania kenapa? Apa ada yang menggangu?"
Shania memberikan handphone miliknya, dihadapan Darmi, dan berlari kencang menuju kamar, untuk mengambil tas, serta kunci mobil sport miliknya yang sengaja diletakkan oleh Oon, di parkiran apartemen untuk menghindari pertanyaan awak media beberapa waktu lalu.
"Ternyata benar, mereka ada hubungan sepesial. Jika memang benar-benar Mas Oon mencintai aku, dia tidak akan menggenggam erat jemari tangan gadis itu! Apa karena dia merasa telah berhasil merebut hati ku? Jadi seenaknya dia memperlakukan aku ...!" isaknya sepanjang koridor menuju basemen.
Bodoh, ataupun rasanya tidak mungkin Oon akan berselingkuh darinya. Atau bisa jadi itu hanya sebuah iklan untuk menaikkan popularitas Soraya, yang semakin hari semakin tampak cemerlang. Ditambah beberapa kali mendapatkan perhatian juga penghargaan sebagai model terbaik, namun tidak bisa menjadi aktris dalam seni peran.
Membuat Shania tidak ingin mendengarkan apapun alasan yang akan Oon berikan padanya jika bertemu nanti.
Akan tetapi, saat Shania akan memasuki mobilnya, seketika tangan wanita paruh baya menarik lengannya, kemudian langsung menampar wajahnya ...
PLAAK ...!
Dengan sangat keras Mala langsung menarik rambut Shania yang tergerai, sambil berkata dengan senyuman yang melebar ...
"Ceraikan Oon! Karena dia anak ku, dan tidak akan pernah memilih mu sebagai istri. Bagaimanapun anak laki-laki itu wajib mengikuti permintaan Ibu-nya. Kecuali kau memang benar-benar wanita yang pertama kali tidur dengan anak ku, wanita sampah!" geramnya dengan mata membulat besar, dan cengkraman tangan semakin kuat menarik rambut panjang Shania.
Shania tidak memiliki tenaga untuk melawan, karena kepalanya yang mendongak ke atas, membuat ia sulit untuk meraih apapun ...
Entah mengapa Mala langsung melayangkan kepala Shania, dengan sangat keras di body mobil yang terbuka ...
BHUUG ...!
"Aaagh!" pekik Shania saat merasakan hantaman keras tepat mengenai hidungnya yang mancung, membuat tubuhnya huyung dan ambruk seketika dilantai basemen apartemen.
Mendengar kegaduhan dari basemen. Security berlari kencang mendekati wanita yang meraung keras menahan sakit yang teramat sangat.
"Mba, Mba Shania! Ini Mba Shania Junianatha, istrinya Mas Oon. Kenapa dia, cepat telepon ambulans. Hidungnya terluka, biar aku kabari Mas Oon! Cepat ...!"
Tak seorangpun melihat keberadaan Mala di sana, membuat Shania hanya bisa menahan rasa sakit itu sendiri.
[Halo! Mas Oon, Mba Shania terluka di basemen apartemen. Kami tidak tahu apa yang terjadi, sepertinya dia terkena kekerasan. Kami lihat di banyak mengeluarkan dara, Mas ...]
Security hanya mendengar perintah dari Oon di seberang sana, hanya menjawab ...
[Baik Mas. Saya bawa langsung ke rumah sakit Mitra ...]
Ketiga security memberikan kabar pada Darmi, dan mencari keberadaan orang lain di arena basemen, karena Shania sudah tidak bisa menjawab pertanyaan mereka bertiga, yang merasa penasaran.
"Siapa yang memukul Mba Shania? Enggak mungkin setan atau jin, kan?"
Kedua-nya mengangguk membenarkan. Bergegas mereka memapah Shania yang berlumuran darah, untuk memasuki mobil menuju rumah sakit ...
"Mba Shania tenang, yah. Saya rasa yang menyakiti Mba Shania ini, mantan kekasihnya masa lalu. Enggak mungkin dia sudah menikah harus menerima sang mantan kekasih, kan?" celoteh ketiga security itu menerka-nerka.
Shania jatuh pingsan, karena darah segar yang tak kunjung berhenti mengalir dari puncak hidung wanita itu, membuat dia kehilangan kesadaran. Di tambah benturan wajahnya menyebabkan perutnya terasa mual, bahkan membuat ia muntah beberapa kali ...
"Uek-uek-uek ..."