LOVE IN DIFFERENCE

LOVE IN DIFFERENCE
TAMAT



Hari yang tak pernah aku bayangkan akhirnya tiba, sudah semenjak subuh tadi aku sudah siap untuk di makeup, semua perisapan sudah dilaksanakan 100% baju , undangan , sovenir dan segala urusan sudah selesai. Hiruk pikuk subuh tadi akan menjadi kenangan yang tak akan aku lupakan . Polesan make up dan juga kebaya nuansa putih sudah aku gunakan tepat jam 09.00 semua keluarga sudah memekai riasan nan cantik dan tampan tentunya.


Ibuku juga terlihat sangat anggun dan cantik mengenakan kebaya yang dipadukan dengan kerudung begitupula Andy dia begitu gagah menggunkanan baju adat menemani Ibu di sampingnya dan yang akan menjadi wali untuk pernikahanku. Sungguh hati ini begitu sedih karena di hari yang bahagia, Ayah tidak bisa menemaniku dna menjadi saksi pernikahanku. Namun aku selalu berdoa semoga pilihanku kali ini bisa membawa kebahagian buat ku dan keluargaku


Terdengar suara sambutan dari keluarga mempelai masing-masing. Hingga tiba saatnya aku di memasuki balllroom hotel yang sudah di sulap bak taman penuh bunga mawar putih, terlihat gagah Reandy menggunakan baju Adat dengan warna senanda yang sedang aku gunakan, Aku melihatnya gugup dan terpesona bahwa Reandy benar-benar mengeluarkan semua Auranya. Aku duduk di sampingnya dengan rasa deg-degan tak terhingga. Dan dimulailah lah prosesi Ijab Qabul yang sakral, hanya dengan sekali tarikan Reandy bisa menyelaesaikan kata Ijab Qabul dengan sangat lancar. Semua keluarga langsung serentak mengucapkan hamdalah.


Reandy membisikan kata di telingaku “kamu cantik “


Dan aku hanya teripu malu, dan acara di lanjutkan untuk berfoto bersama sebelum jam 7 malam kami akan melangsungakn resepsi. Kami memang sengaja memilihi semuanya dijadikan satu hari karena jadwal Reandy yang sudah mulai padat di tambah lagi aku tidak mau lelah berulang kali. Persiapan pernikahan ini saja sudah membuatku sangat lelah.


Setelah ijab Qabul akhirnya aku dan Reandy memasuki kamar hotel untuk berganti pakaian yang lebih formal, malam itu aku memutuskan memakai Gaun dan Reandy memakai Jas. Makeup kali ini tidak seperti acara akad tadi, make up malam ini aku hanya meminta flawless saja . Setelah hampir 2 jam aku di make up dan Reandy tetap setia menemaniku sambil membalas beberapa pesan dari koleganya yang tidak bisa hadir.


Setelah selesai mata Reandy begitu takjub melihat penampilanku dan memuji semua yang telah membantuku malam ini, tak lupa dia menggucapkan terimakasih kepada semuanya. Ini lah yang membuatku menjadi luluh kepadanya bahwa Reandy tidak pernah lupa untuk mengucapkan terimaksih kepada siapa pun tanpa melihat mereka siapa.


Reandy menggenam tanganku dengan penuh bangga begitu juga denganku, hatiku sudah mulai menerimanya dengan sepenuhnya. Kami menempati posisi kami masing-masing , hampir 5000 undangan yang hadir membuat sebenarnya aku hampir pingsan namun kulihat kebahgiaan dimata Ibu.


Disaat malam itu terlihat Kristian yang baru saja tiba, dia mengahmpiri Ibuku terlebih dahulu mengecup punggung tangan Ibuku, memeluk Ibuku , terlihat bahwa dia sudah berusah amelepasku perlahan. Ketika dia mengahmpiriku aku tersenyum dan dia berkata


“Aku berdoa agar kamu bisa bahagia dengan Reandy “


“Aku sangat bahagia, Kris ..”


Dia mengampiri Reandy dan berkata


“Jaga dia untukku Ren.. bahagiakan dia ..”


“Tentu Kris.. doakan kami bahagia.” Pelukan dari seorang kakak untuk adiknya terlilhat di malam itu, dimalam akhirnya Kristian melepaskanku dengan ikhlas.


Akhirnya malam semakin larut dan para tamu sudah mulai meninggalkan acara, begitupun sanak keluarga yang sudah memasuki kamar mereka masing-masing.


“Sayang.. mama dan papa ke kamar duluan ya, Ren bantuin Cinta nanti buat ngelepasin gaunnya”


“Oh itu mah udah pasti mah .. tenang aja ga ush di suruh juga udah langsung Reandy bukain mah.” Tawa dari kedua mertuaku dan juga Ibuku hanya aku yang tersipu malu atas ulah Rendy .


“Besan, yuk kita naik duluan “ perintah Ibuku kepada mertuaku


“Sayang .. udah siapkan ? Tanya Reandy kepadaku


“Apaan sih.. malu tau “


“Udah suami istri sah .. Ga usah malu yank ..”


Pintu lift terbuka dan kami akhirnya sampai di kamar kami , terlihat ruangan yang sudah di dekorasi oleh pihak hotel yang begitu romantis.


Reandy segera melepaskan sepatu dan pakaian yang ia guanakan


“Sayang aku duluan ya mandi setelah mandi, nanti aku bantu kamu”


“Iy aRen.. aku masoh ahrus membersihkan makeup ini terlebih dahulu”


Reandy segera masuk dan aku sibuk untuk memberishkan makeup dan juga melepaskan beberapa jepit rambut yang ada dikepalku.


Setelah selesai dari. Toilet Reandy menghampirku dan membantuku untuk melepaskan smua jepitan dan gaun yang aku gunakan . Namun dia begitu sopan , dan bertanya kepadaku


“Sayang aku boleh membantumu ?”


Anggukan kepalaku menandakan aku setuju


Dan tanpa aba-aba dia mengecup Bibirku perlahan ,namun aku merasa jantung ini akan keluar dari tubuhku. Aku merespon Ciuman Reandy yang penuh kehangatan dan awal Ciuman hangat itu malah berlanjut menjadi Ciuman yang semakin panas aku merasa darah di sekujur tubuhku mengalir dengan panas. Kecupan bibir Reandy berpindah menuju leherku yang jenjang hingga aku merasa semakin panas tangan Reandy yang tadi nya memelukku berpindah menuju resleting gaunku dan mulai lah gaunku terjatuh. Hingga kami berdua melanjutnya menjadi pergulatan diatas nakas.


***


Alarm di handphone ku berbunyi dan aku segera mengambilnya di samping nakas dan mematikannya, rasanya tubuhku seperti hancur berkepening keping namun saat aku melirik ternyata ada Reandy yang sedang tertidur lelap berada disampingku. Aku tersenyum bahagia menatap wajahnya dari dekat. Dan dia adalah suamiku doaku “semoga dia akan menjadi suami yang. Baik dan bertanggung jawab”. Termakasih Tuhan atas semua kebahagiaan yang telah aku dapatkan.


Ketika aku menatapnya terlihat Reandy yang ternyata mengetahui bahwa aku memeperhatikannya


“Sayang .. satu ronde lagi yukkk “


*****TAMAT*****