LOVE IN DIFFERENCE

LOVE IN DIFFERENCE
Bimbang ~



Reandy pun melajukan motor dengan kecepaatan standar , dan mulai memikirkan apa yang membuat cinta begitu galau .


“ cinta, kenapa kamu?” Memiringkan wajah kebelakang kearah cinta


“ apa perlu kita mampir ke coffeeshop di depan “ tanyanya lagi Dan tetap saja cinta tidak menjawab melainkan pikirannya penuh dengan kemelut . Akhirnya reandy memarkirkan motornya dan melepaskan helm yang dia gunakan . Cinta yang bingung langsung bertanya


“ kenapa kita kesini ren ? Aku ingin segera pulang” .


“ wajahmu akan membuat semua orang bertanya , lebih baik kita masuk dan ceritakan masalahmu , aku mengerti aku tak akan bisa membantu banyak”


Cinta mulai melepaskan helm dan berusaha mengikuti reandy menuju coffee shop ,


“ duduklah , au akan segera memesan minuman “ pinta reandy dan segera cinta melihat ada dua bangku kosong samping jendela


Reandy pun segera memesankan es coklat dengan wiphcream yang extra dan es americano tentunya karena hanya itu kopi kesukaan reandy tak lupa satu tiramisù.


“ ini buatmu “ menaruh es coklat dan tiramisù bak pelayan yang ramah tak lupa senyum reandy terpancar malam itu


“ terimakasih” mencoba meminum es coklat dengan begitu dalam


“ ini enak sekali ren”cinta pun fokus mengaduk minuman dan meminumnya beberapa kali


“ jadi hanya es coklat saja , masalahmu sepertinya langsung hilang” ledek reandy sambil meminum es americanonya .


“ tidak ……. Masalah itu belum aku pecahkan sama sekali “ kembali murung dan memajukan bibir sexynya


“ ceritalah siapa tau aku bisa membantumu” melihat cinta dengan tatapan penuh makna


“ ehhh .. kenapa kau hari ini baik sekali kepadaku ? Apa kau salah minum obat “ mulai melihat reandy dengan tatapan tajam dan seketika reandy pun berdiri dan berkata


“ kauuu ini wanita menyebalkan , aku hanya niat membatu .. silahkan kau pulang sendiri”


“ rennn ….. maaaaaaf “ menarik tangan reandy dan menyuruhnya untuk duduk.


“ aku ingin bercerita tapi kau janji tidak boleh memberitahu siapa pun “ pinta cinta


“ baiklah aku berjanji” mengaangkat tangan dengan simbol berjanji .


“ lalu masalahmu apa ? Bukannya itu merupakan kesempatan yang bagus , kamu bisa banyak belajar bagaimana bu wine bekerja ? “ tanya kristian


Sejenak cinta mulai berfikir, tidak mungkin dia menceritakan bahwa dia berusaha menghindar dari kristian karena perasaannya saat ini , dan cinta menjawab dengan dilematis “ aku takut aku tidak mampu , dan kau tau aku sungguh nyaman berada di team marketing bertemu pak steve , frans , hussein dan fery “ mulai berkaca kaca


Reandy menghela nafas panjang “ coba kamu fikirkan bahwa kesempatan tidak akan datang untuk ke dua kalinya dan kita masih satu lantai , dan jika kamu bosan kamu bisa menghampiri kami “ mencoba memberikan solusi kepada cinta .


“Ren , tapi aku takut ,,,”


“ aku yakin kamu mampu , dan kamu harus yakin kamu pun mampu” meyakinkan cinta untuk kesekian kalinya dan melihat bahwa es kopi nya sudah mulai habis , malam pun semakin larut .


“ ayo.. aku akan mengantarkanmu pulang “ mencoba berdiri kembali dan segera di ikuti oleh cinta menuju parkiran motor hendak melanjutkan perjalanan .


Kira kira hanya membutuhkan waktu lima belas menut dan mereka berduapun segera tiba , di apartemen milik orang tua cinta yang begitu sederhana . “ terima kasih ren … ayo mampir terlebih dahulu “ memberikan helm kepada reandy


“ terimakasih dan lain kali saja , sepertinya kamu lelah , istirahatlah “ menyimpan helm cinta kedalam tas berbetuk ransel. Motor reandypun segera melaju sampai tak terdengar lagi suara knalpot khas motor sport dan cinta segera naik menuju rumahnya .


Pintu segera dibuka dan ternyata ayah , ibu dan andy sedang makan malam bersama.


“Ayo nak segera mandi dan makan malam “ pinta ayah cinta


“ tadi cinta sudah makan ayah , cinta lelah ayah ibu .. cinta langsung masuk ke kamar ya “ pinta cinta pamit .


“ sepertinya pekerjaan cinta sangat berat ayah , ibu tidak tega melihatnya “


“ betul bu , ayah juga sangat tidak tega melihat cinta , dan andy ….lihat kakak mu dia sangat pekerja keras dan contoh lah dia “ menatap andy dengan tatapan tajam


“ iya ayah, dan seketika aku sudah kenyang … aku kembali ke kamar ayah .. terimkasih makanannya bu “ andypun berdiri dan langsung menuju ke kamarnya


Di kamar cinta sudah rapi dan sudah membersihkan diri dan menunaikan ibadahnya, dia pun segera menuju nakas dan hendak berbaring sambil berusaha memikirkan pilihannya


“ sudahlah aku tidur terlebih dahulu siapa didalam mimpi aku akan menemukan jawabannya” cinta segera terlelap


Thanks ya yang udah baca cerita ini …