
Cinta POV
Suasana hujan dipagi hari membuat aku merasa sangat mals untuk pergi ke kantor namun aku harus menyelesaikan pekerjaanku karena aku harus fokus untuk mempersiapkan pernikahanku. Entah mengapa hati ini masih belum juga bisa menerima Reandy sepenuhnya. Masih ada perasaan yang tersimpan untuk Kristian. Namun aku harus berusaha agar aku bisa menerima Reandy dan juga mulai mencintainya. Jika ku ingat pengorbanan Reandy untukku bukan hanya sekedar pengorbanan biasa, dia selalu berusaha menjagaku walaupun pada awalnya kami memang dekat lewat pertengkaran hingga akhirya dia bisa menerima kedekatanku dengan Kristian. Ketika aku mulai meninggalkan kristian dan pergi untuk meninggalkan kenangan indah bersamanya. Hanya Reandy yang menemaniku mengembalikan semangatku dan berkorban untuk meninggalkan keluarganya demi menemaniku dan berjuang untuk mencapai apa yang dia inginkan. Butuh tiga tahun Reandy membuatku sadar bahwa hanya dia yang selalu ada di sampingku dan bahkan keluarganya sangat menerimaku dengan baik. Bahkan sangat memperhatikan Ibu dan juga Andy bahkan Nenek. Disanalah aku mulai membuka hatiku untuk Reandy, karena sesungguhnya kebahagianku adalah melihat keluargaku Bahagia.
Suara ketukan terdengar dari luar kamarku hingga aku berusaha beranjak dari atas Nakas. Kubuka pintu ternyata Ibu memberitahu bahwa Reandy telah sampai dan sedang menemani nenek sarapan. Segera aku beranjak membersihkan diri dan menemui Reandy
“Ren .. aku sudah bilang kamu tidak usah menjemputku ..”
“Tidak masalah sayang.. Karena nanti semeinggu kedepan aku harus menemani Papa untuk bertemu Vendor di Malaysia sayang.”
Setelah kami selesai sarapan bersama kami segera berpamitan dengan nenek dan juga Ibu. Tak lupa di perjalanan Reandy menyalakan audio dengan diiringi lagu Ada Band salah satu Band favoriteku.
“Sayang.. hari ini kamu ada meeting dengan Nyonya Sarah ?”
“Betul .. aku membatalkan jadwalku untuk bertemu dia di Singapura akhirnya Nyonya Sarah yamg menemuiku kesini karena dia juga harus menemani MD nya untuk menemui beberapa Vendor juga”
“Aku akan menemaimu sayang..”
“Bukannya hari ini kamu ada meeting dengan pihak Bea Cukai ?” Pergilah karena hal itu lebih penting dari pada menemaniku”
“Apa kamu yakin tidak masalah ? Karena selama ini jika ada Vendor dari Singapura Kamu tidak mau menemuinya dan meminta Hani untuk menemuinya..?”
“Karena ini Project yang cukup besar, Ren dan aku belum bisa menyerahkan kepada Hani ?”
“Baiklah jika ada masalah segera hubungi aku “
Elusan tangan hangat Reandy dan senyuman manis seolah memberikan kekuatan bagiku.
Sampai di kantor kami segera ke ruangan masing-masing dan mulai aktifitas bekerja. Aku mulai mempelajari dokumen dan beberapa berkas yang harus aku periksa sebelum akhirnya meminta persetujuan Reandy tentuny.
Ketukan pintu terdengar dan segera Hani memberitahuku bahwa Nyonya Sarah dan Atasannya sudah berada di Ruang Meeting , segera aku mengambil berkas yang sudah di siapkan dan pergi menuju kesana.
Aku mengetuk pintu dan ternyata setelah aku membukanya tiba-tiba sesorang yang sudah aku lupakan terlihat sedang duduk dengan ditemani seorang wanita paruh baya di sebelahnya.
“Nona Cinta .. perkenalkan saya Sarah dan ini MD saya Tuan Kristian “
“Cinta .. benar ini kamu Cinta ??? Aku sudah mencarimu kemana-mana. Aku hampir putus asa Cinta, bagaimana kabarmu ? “
Lamunan ku kembali aku mendengar Suara itu aku bingung namun aku teringat bahwa aku sedang berada di kantor hingga aku memutuskan
“Senang bertemu dengan Nyonya Sarah dan juga Tuan Kristian , Mari silahkan duduk ?”
Aku berusaha menjaga jarak namun tangan ku di genggam oleh Kritsian
“Cinta .. Maafkan aku???? .. mengapa kamu meninggalkanku ? Cinta aku bahagia bisa menemukanmu .. dimana kamu tinggal ?”
Aku melepas genggaman dengan di iringi senyuman sinis mungkin Nyonya Sarah dan Hani merasa kebingungan akan sikap Kristian
“Maaf Tuan Kristian, tentunya Anda kemari mempunyai Tujuan silahkan kita selasaikan segera tujuan yang ingin kita Capai, Bagaimana Nyonya Sarah ?”
“Iya Nona Cinta.. “ Nyonya Sarah mulai memulai Berbicara namun
Prakkk terdengar suara gebrakan meja yang membuat kami semua Kaget.
“Cinta.. ada apa denganmu ? Tolong Cinta aku tidak bisa menerimanya .. aku harus berbuat apa , bagaimana ? “
Kristian berlutut dihadapanku dengan muka yang begitu memerah dengan tatapan penuh harap. Namun aku sudah merasa hari ini sudah tidak bisa aku guanakan untuk bekerjasama dengan Kristian hingga akhirnya aku memutuskan meninggalkan Ruangan ini , namun aku melihat Kristian mengejarku. Hingga akhirnya ku menekan pintu Lift untuk berusaha pergi berharap Lift segera terbuka dan Kristian berhenti mengejarku. Tak lama pintu Lift terbuka dan terlihat Reandy didalam segera mearik tanganku dan menghampiri Kristian .
“Halo Tuan Kristian yang terhornat lama tidak berjumpa ?”
“Reandy ????”
“Kamu baik-baik saja sayang ?”
“Sayang !!!!! Kamu menyebut Cinta sayang !!!!”
“Silahkan keruangan saya Tuan Kristian, saya tidak mau kantor saya menjadi kacau..”
Haii im back