
17.00 sore di tempat kediaman Cinta dalam udara yang segar sehabis hujan turun , membuat Conta yang tadi bermalas-malasan di rumah , hendak di minta oleh ayahnya untuk pergi ke supermarket untuk membeli cereal dan juga beberapa macam buah . Segera cinta mengganti baju dan pergi menggunakan sepeda kesayangannya , sengaja dia tidak membawa ponsel di karenakan ponselnya kehabisan daya sehingga dia meninggalkannya dan juga karena jarak supermarket yang tidak sampai 2 Km dari kediamannya .
Sampai di supermarket Cinta segera membeli beberapa buah kesukaan ayahnya seperti anggur dan jeruk tak lupa dia membeli sereal dan juga beberapa roti untuk di rumah . Karena shari ini adalah weekand , terlihat supermarket agak di padati penggunung yang sengaja berbelanja untuk kebutuhan dirumah mereka , sehingga antrian kasir cukup menggular . Membuat Cinta sesungguhnya agak malas mengantri di tambah lagi dia tidak membawa ponselnya sehingga pasti dia agak bosan menunggu antrian .
Hampir satu jam Cinta mengantri untuk membayar belanjaan yang tadi dia beli . Namun tak sengaja setelah selesai dia bertemu dengan Anna .
“Cinta … kita bertemu disini “
“Hai Anna kamu berbelanja juga ?” Tanya Cinta
“Kita duduk sebentar di cafetaria dulu yah , aku ingin bercerita denganmu “Ajak Anna menunjuk bangku kosong
“Ayo .. “
“Ada apa Anna ? Kamu ingin bercerita apa” tanya Cinta penasaran
“Cinta aku ingin bercerita bahwa aku tiga bulan lagi akan menikah dengan Steve “ senyum melekat di wajah Anna sore itu ,akhirnya hal yang dia nantikan tiba juga
“Seriusss .. Anna selamat yah aku sungguh bahagia mendengarnya , kabari aku jika kamu membutuhkan aku “ mengelus punggung tangan sahabatnya
Mereka disana saling bercerita dan asik dengan dunia mereka , sehingga Cinta lupa akan waktu bahwa dia harus segera kembali pulang .
“Anna maaf ternyata kita bercerita hampir satu jam dan aku harus kembali , aku tidak membawa ponsel , bagaimana jika besok kamu ke rumahku , karena Kristian sedang pergi ke rumah orangtuanya.” Ajak Cinta
“Baiklah besok aku akan ke rumahmu , siapkan makanan enak yah “
“Kauuu ini .. “ Cinta dan Anna segera berpisah ke kediaman mereka masing-masing . Selagi Cinta mengayuh sepedanya ada rasa tidak enak hati dalam benaknya . Namun dia mencoba ber positif thingking . Sampai di kediaman dia begitu yterkaget ketika pintu rumahnya sudah terbuka lebar dan tidak ada satu orangpun , Cinta panik dan segera memanggil Ayah , Ibu , Bahkan Andy namun tidak ada ynag menjawab . Dicari kesemua seudut rumahpun tidak ada , segera ia pergi ke kamar untuk mengecek ponseldan menghubungi Ayahnya . Ketika melihat layar ponselnya ada satu panggilan video tak terjawab dari Kristian dan juga 21 panggilan dari Andy . Dengan tangan gemetar melihat ponsel segera ia memanggil kembali Andy terdengar panggilan tersambung
“Halo Andy .. kamu dimana ? “
“Kak .. Ayahh .. Ayah sedang di bawa ke Rumah Sakit tadi Ayah terjatuh di kamar mandi , sekarang Ayah belum sadar Kak , Aku dengan Ibu baru tiba di Rumah Sakit Elisabet , dan Ayah sekarang sedang Di Unit Gawat Darurat . Kakak segera kemari “
Seperti mati rasa saat ini , air mata Cinta mengalir deras mendengar kabar mengejutkan itu . Tak membutuhkan waktu lama , Cinta langsung menuju RS Elisabet menggunakan Taxi , di dalam Taxi air matanya terus mengalir , dia tidak menyangka bahwa baru sekitar dua jam yang lalu dia masih melihat Ayah Ben begitu sehat hingga memintanya pergi ke supermarket . Kala itu dia ingat bahwa Kristian mengghubunginya dan dia berusaha kembali untuk mengghubungi kekasihnya itu , nsasmun hanya operator yang menjawab bahwa Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif . Akhirnya Cinta memiliki inisiatif untuk mengirim pesan kepada Kristian
“Maaf aku tadi ke supermarket dan lupa membawa ponsel , aku ingin memberi kabar bahwa ayah terjatuh di kamar mandi dan sampai saat ini belum sadarkan diri . “ Cinta
Sampai di RS Elisabet , Cinta bertemu Ibu Adelia dan juga Andy , terlihat Ibunda duduk menangis dengan di temani andy di sampingnya .
“Ayah bagiman Bu ? “
“Kita masih menunggu Ayah masih belum sadarkan diri dan akan masuk ruang ICCU , ini sedang disiapkan , Ibu jangan menangis Ayah pasti akan sembuh “ ucap Cinta memberi pelukan hangat
Tak berapa lama Ayah Ben segera di pindahkan ke Ruang ICCU , Cinta yang kala itu meminta agar menemani Ayah Ben , agar Ibu dan Andy bisa makan malam terlebih dahulu dan bersih-bersih.
Cinta melihat keadaan Ayahnya yang sangat gagah sekarang terbaring dengan beberapa selang yang menempel di tubuhnya . Tubuhnya yang biasa nya kokoh sekarang terbaring lemah .
“Ayah .. ini Cinta “ mengusap kening sang Ayah
“Ayah .. tadi Cinta sudah membeli buah kesukaan Ayah , Ayah segera bangun yah .. Cinta janji Cinta akan mengajak Ayah pergi jalan-jalan ketika Ayah bangun , Ayah juga sedang di tunggu Ibu ..
“Ayah .. Ayah kan tahu Ibu tidak bisa pergi kemana-mana tanpa Ayah .. jadi Ayah segera bangun ya ..
“Ayah .. kenapa Ayah diam .. apa Cinta punya banyak kesalahan kepada Ayah , Apa Ayah marah kepada Cinta hingga Ayah belum mau bangun , maafkan Cinta yang kadang suka marah kepada Ayah..
Derai air mata terus mengalir hingga membasahi baju milik Cinta , Cinta berusaha tegar di depan Ibu dan Andy . Dia tidak mau Ibunya merasa sedih Jika melihat dia juga sedih . Sudah hampir dini hari , Andy dan Ibu juga sudah kembali sehingga Ibu Adelia yang kali ini masuk Ruangan untuk menemani Ayah Ben .
Cinta dan Andy masih menunggu di ruang tunggu
“Kak .. Kakak mau aku antar pulang , kakak harus istrihat dan juga makan “ pinta Andy
“Tidak ..Kakak disini saja menemani Ibu dan Ayah , Kamu saja pulang dan Istirahat “
“Tidak juga Kak , Aku disini saja menemani Kakak “
Akhirnya mereka berdua duduk. Sambil menunggu perkembangan sang Ayah , pukul 04.00 dini hari Kami mendengar suara Jeritan Ibu dari dalam Ruangan Ayah . Hingga akhirnya kami menghampirinya
CINTA POV
Aku melihat selang infus dan beberapa alat yang tadinya terpasang sudah di lepas oleh perawat , dokter segera menghampiriku dan menjelaskan kondisi Ayah . Seketika kata-kata yang dia lontarkan mengandung racun mematikan “Maaf nona kami sudah berusaha namun tuhan berkehendak lain , Ayah anda ternyata lebih di sayang kepada Ayah anda , Sabar ya Nona “ sang doker segera meninggalkan kami bertiga dalam keadaan luka yang sangat dalam .
Aku masih belum bisa membayangkan hidup tanpa Ayah , dan lebih menyakitkan melihat Ibu harus tanpa Ayah . Yang lebih terpukul tentunya adalah Ibu saat ini , dimana sudah hampir 34 tahun mereka bersama .
Aku melihat ibu masih memeluk ayah dengan Histeris dengan air mata yang sudah tidak keluar lagidari mata besarnya , mukanya pucat . Hingga Andy berusaha menenangkan Ibu yang kal itu tidak menerima kenyataan . Aku bagaimana aku perasaanku , hancurrr berkeping-keping , Cinta pertama ku pergi tanpa meninggalkan sepatah katapun kepadaku , tanpa menunggu aku menikah dengan Calon Pria pilihanku , tanpa menunggu aku hamil hingga melahirkan cucu yang lucu untuk Ayahku . Tak pernah ada di benaki bahwa sesosok Ayah yang kuat akan di panggil sang maha kuasa dengan secepat itu , meninggalkan Istri kesayangan dan Anak lelaki kebanggaannya , tanpa tanda-tanda.
Aku berusah memikirkan Ayah , mungkin ini pilihan Ayah kepada kami , Dia selalu berkata Jika Ayah di panggil sang maha kuasa Ayah tidak mau merepotkan keluarga Ayah . Dan benar saja Ayah sama sekali tidak meepotkan meninggalkan kami , kami tidak merawat Ayah ketika sakit , hingga akhirnya Ayah meninggalkan kita selama-lamanya .
Ayah segera di pindahkan ke rumah kami sebelum akan dimakamkan pagi ini , aku segera memikirkan Kristian , aku mengambil ponselku di dalam tas dan mencoba menghubunginya , tetap saja jawaban dari operator yang menjawab , hingga akhirnya aku memeriksa pesan sebelumnya yang kukirim , namun ternyata selum ada notifikasi bahwa pesan tersebut belum di baca oleh Kristian . Kembali aku menuliskan pesan
“Sayang .. Ayah Ben telah tiada “
Aku juga segera menuliskan pesan kepada Anna .
Hingga aku mengantarkan Ayah kembali pulang ..
Air mata ini sungguh tak habis buat Ayah , Rasa sesak terasa di dadaku saat ini ..
“I LOVE YOU TO THE MOON AYAH “
Maaf baru up yahhh ini 2 eps jadi satu sih
Like koment ya