LOVE IN DIFFERENCE

LOVE IN DIFFERENCE
Bali



“Iya aku sudah mengetahui semua dari Gaby bahwa dia telah mengirimkan pesan yang membuatmu menjauhiku.” Melirik Cinta


“Memang seharusnya kita menjaga jarak bukan ? Seharusnya aku tahu bahwa bapak dan aku sangat jauh berbeda “ mencoba menahan air mata yang ingin keluar di pelupuk matanya


“Sungguh Cinta , aku tidak pernah menganggapmu sebagai bawahanku , karena sesungguhnya kita di mata Tuhan sama dan lagi kita adalah partner kerja , aku membutuhkanmu dan kamu menolongku” tutur Kristian berusaha menjelaskan semuanya .


Suasana malam itu membuat Cinta dan Kristian terdiam , mungkin membutuhkan waktu bagi Cinta untuk bersikap seperti sediakala . Namun bagi Kristian memberikan penjelasan kepada Cinta merupakan hal yang terbaik saat ini , dan semoga Cinta menggerti keadaannya . Sampailah Kristian di apartemennya , sehabis mengantarkan Cinta dia segera lekas pulang dan hendak membersihkan diri berharap esok Cinta sudah bersikap biasa lagi terhadapnya .


Seminggu kemudian Kristian mengantarkan Gaby menuju bandara . Kepergian Gaby untu melanjutkan skill menjadi dokter terbaikpun tak Kristian halangi , Suasana hati Gaby sungguh sedih dimana dia harus meninggalkan kekasihnya waktu yang cukup lama , bahkan dia sungguh takut jika Kristian malah akan meninggalkannya atau Kristian malah terlalu sibuk sehingga akan menggabaikannya. Gaby berulang kali mengatakan kepada Kristian agar selalu menghubunginya dan menjaga kesehatan . Begitupula Kristian yang menghawatirkan Gaby disana , melihat Raut wajah Gaby yang sendu membuat Kristian semakin berat meninggalkannya . Namun dia berusaha tegar dan mengatakan akan selalu mengghubunginya . Setelah melepas kepepergian Gaby Kristian segera kembali ke kantor . Dan banyak deadline yang harus dia kerjakan .


Meja Kristian yang biasanya tampak rapi mulai berantakan dengan tumpukan berkas dimana-mana , deadline yang di buat kantor pusat membuatnya harus lembur kedepannya . Kristian di pilih dari kantor pusat untuk menjalani proyek pembangunan Resort di Bali . Sehingga dengan tanggung jawab yang dia ada saat ini membuat dia ingin terlihat sempurna di hadapan kolega dan juga owner PT GREENLAND. Sesaat kemudian Kristian mendapatkan ponselnya berdering dan teryata dia harus segera pergi ke Bali karena progres pembangunan sudah sampai tahap 95%. Kristian segera mengghubungi Cinta untuk memesankan tiket untuk penerbangan Lusa bersama Steve .


Pukul 09.00 dimana masih sekitar 2 jam menuju keberangkatannya ke Bali , Cinta sudah sangat mempersipkan segala yang di perlukan Kristian , dia segera menghubungi Steve memberitahu bahwa dia telah sampai , namun saat terdengar steve menjawab ponselnya dia sedang mengalami hal yang tidak diinginkan , bahwa dia mendapat kabar ibunda masuk rumah sakit . Mendadak Steve membatalkan tugas dari Kristian , dan sebagai sahabat dan juga atasan Steve , Kristian sungguh memahami situasinya ini . Segera dia menghubungi Cinta bahwa dia memerlukan Cinta pada saat dia berada di Bali karena Steve berhalangan .


Cinta POV


“Halo pak Kris .. ada apa”


Kristian POV


Cinta .. undur keberangkatan ku dan segera kamu pesankan tiket untuk mu dengan penerbangan sama denganku “


Cinta POV


Apaaaa...yang benar saja pak ? Kemana pak Steve ? Dan aku belum mempersipakan apapun ..


Kristian POV


Ibunda Steve masuk Rumah sakit , maka dari itu dia membatalkan penerbangan ini , dan kamu tahu project ini kamu , Steve dan aku yang tahu sehingga jika aku sendirian akan sangat kesulitan , ayo bergegas Cinta , dan kita hanya beberapa hari saja.


Cinta POV


Baiklah pak .. akan coba saya undur ke jam 11 siang , dan saya harus pulang dahulu menyiapkan pakaian dan segera ke bandara


Kristian POV


Cinta POV


Baiklah pak..


Tak butuh lama Cinta segera sampai di bandara , dan bertemu dengan Kristian . Dilihat olh Kristian wajah Cinta yang berantakan karena Cinta sungguh terburu-buru . Cinta segera menhampiri Kristian yang kala itu terlihat sangat Rapi menggunakan kaos Polo berkerah di padukan dengan celana Jeans robek dan juga sepatu kets , menjadikan penampilannya sungguh terlihat sangat muda dari umurnya. Berbeda dengan Cinta dia bahkan masih menggunakan pakaian kerjanya dengan sepatu heels yang melekat di kakinya .


“Huuufffff .. Bapak ini sungguh terlalu , Bapak kira aku tidak butuh persiapaan “ Cintapun mendengus lelah


Kejadian itu membuat Kristian tersenyum senang “jadi kamu marah kepadaku ?” Menggoda Cinta


“Mana bisa aku marah kepada bapak , Jika itu terjadi pasti bapak sudah memberikan setumpuk pekerjaan kepadaku kan ?” Jawab Cinta sarkas


“Ayo Cinta , Segera kita pergi ke arah Gate 8 , karena aku sudah Check in online “ ajak kristian


Tak lama pesawat segera lepas landas, baru kali ini Cinta menikmati fasilitas Bussnies Class yang membuatnya agak sedikit takjub . Kejadian itu membuat Kristian merasa lucu , melihat tingkah laku Cinta . Segera dia menggambil Laptop sambil memeriksa lagi apa saja yang harus Kristian persipapkan . Berbeda dengan Cinta , Cinta sibuk mengabadikan momentnya di dalam sosial medianya. Hingga dia kelelahan dan tertidur di samping Kristian . Ketika dia menoleh untuk meminta pendapat Cinta , ternyata Cinta tertidur pulas dengan earphone melakat di telinganya . Kejadian ini baru sekali Kristian lihat . Hingga ia t\=mengabadikan moment tertidur Cinta di ponsel pribadinya , membiarkan Gadis itu tertidur . Kurang lebih sekitar satu jam pesawat mereka mendarat , dan segera Kristian membangunkan Cinta yang tertidur . Mereka berdua nampak bersiap . Sikap Kristian sungguh tidak menggambarkan bahwa dia seorang Boss . Dengan sigap Kristian membawa kereta dorong dan menaruh koper mereka . Sampai mereka dijempu oleh supir yang sudah Cinta pesan . Tak lama mereka sampai di Resort . Nampak udara laut begitu terasa , angin laut dan juga pasir indah terlihat oleh mereka , begitulah Bali yang orang selalu katakan Bali adalah surga bagi wisatawan. Mereka segera mendapatkan kunci kamar masing-masing dan masihada sekitar setengah jam untuk mereka bersiap karena ada pertemuan dengan kontraktor .


“Pak Kris , setengah jam lagi bapak ada pertemuan dengan team perencanaan “


“Baiklah ,, nanti kita bertemu di lobby “ Kristian segera pamit menuju kamarnya begitupula di ikuti oleh Cinta


Setengah jam berlalu mereka bertemu dan segera menuju ke Resto di dalam Resort tersebut . dan Begitu Cinta sampai Loby membuat Kristian merasa terpesona melihat penampilan Cinta , dimana dia menggunakan Dress mini berbentuk A berwarna peach dengan paduan bolero hitam dan juga sepatu flat . Penampilannya santai namun tetap terkesan elegan , rambut panjang di biarkan tergerai dan juga bibir yang tebal di pulasnya menggunakan warna baby pink , membuat Kristian menjadi salah fokus . Penampilan kristian pun tak kalah mempesona di pakainya kemeja body fit dengan lengan yang dia gulung , terlihat otot-otot kekarnnya , di pakainya sepatu flat tanpa kaos kaki dengan celana jeans berwarna hitam . Tak lupa jam tangan yang selalu melekat dan aroma tubuh Kristian yang begitu maskulin. Karena ini sifatnya hanya pertemuan menjadikan mereka beremu di restoran dengan pemandangan langsung ke arah pantai . Sungguh indah di tambah lagi ada alunan music membuat malam itu sempurna .


“Pak Darwin terimakasih ats [erjamuan makan malam ini ? Sungguh indah sekali “ tutur Kristian


“Ini merupakan salah satu fasilitas yang nantinya kami berikan kepada tamu yang mengginap disini “


Cinta masih saja merasakan fasilitas yang tak pernah dia rasakan , sehingga dia sanggat menikmati sekali bukan hanya alunan musik dan deburan suara ombak melainkan makananyang di sajikan sungguh lezat . Hujan deras pu tak meminta izin untuk turun sehingga suasana yang romantis berubah bergemuruh , segera Cinta dan Kristian berlarian menuju dinning room yang di sediakan oleh resort , pada saat berlari seketika tangan kristian menutupi kepla Cinta agar tidak kehujanaan , sikap Kristian sungguh membuat perasaan Cinta sedang melayang , senyum malu terlihat di wajah Cinta .


“Untung saja kita sudah selesai makan , Cinta bajumu basah mari kita kembali ke kamar , khawatir kamu bisa sakit “ ajak Kristian


Senyum malu terliaht di wajah Cinta yang malu