LOVE IN DIFFERENCE

LOVE IN DIFFERENCE
Galau



Cinta POV


Tak terasa malam sudah tiba dan kami memutuskan untuk makan malam bersama di kediaman Kris, walapun Kris memintaku untuk makan malam diluar, dia amat pengertian dan mengetahui bagaimana perasaaanku namun aku tidak bisa memisahkan orang tua yag rindu dengan anaknya. Tentunya aku harus mengalahkan sifat egoisku sejenak .


Kami tiba dan benar saja hidangan sudah tersedia lengkap malam itu, Aku dan Kristian segera menempati kursi yang tersedia , sesungguhnya aku takut dan ragu namun aku harus bisa menghadapi masalah dan bukan lari, seperti Biasa Mami Irene sangat sibuk memberikan pertanyaan kepada Kristian, dan Menceritakan bagaimana kehidupan sosialitanya, tak jarang dia juga menceritakan beberapa temen-teman Kristian yang merupakan Anak dari Sahabatnya. Obrolan itu tentunya membuatku semakin kecil dihadapan mereka. Namun ada sosok Papi Yo yang bisa membuat makan malam ini tidak begitu sulit, Dia tetap berusaha baik dan ramah kepadaku. Hingga tak terasa makan malamku sudah selesai dan aku berbisik kepada Kristian bahwa aku hendak membersihkan diri , Kristian segera memanggil salah satu Asisten Rumah Tangganya untuk menunjukan kamar tamu . Aku berpamitan kepada Mami Irene dan Papi Yo


“Ini Non Kamar Non Cinta “ ART yang bernama BiBi Mei menunjukan kamar kepada Cinta


“Makasih Bi .. “


“Non kalau mau dibuatin sesuatu bilang aja ya ke Bibi, Tadi Tuan Kris bilang sama Bibi”


“Oh ya Bibi udah lama kerja disini ?”


“Sudah Non dari Tuan Kris umur 5 Tahun , Bibi udah kerja disini ,Kenapa Non ?”


“Tidak Bi , Cinta Cuma pengen tahu saja “


“Bibi Tutup Pintunya ya Non .. “


Aku segera berjalan menuju Toilet untuk membersihkan diri, Rasanya sangat nyaman ketika Air hangat membasuh seluruh tubuhku. Hingga akhirnya aku keluar dan merebahkan tubuhku sejenak di atas nakas yang sangat nyaman bak di hotel bintang 5


Ketukan pintu terdengar , Membuatku terbangun dan segera membuka Pintu. Ternyata Kristian yang memberikanku susu hangat.


“Minum Susu Ini dahulu sebelum tidur, Besok aku berencana untuk memberitahu Mami dan Papi untuk segera melamarmu “


“Kris .. Apa kamu yakin ? Jika perlu waktu aku tidak masalah “ Pinta Cinta


“Aku yang sudah tidak tahan kepadamu Sayang .. “bisik Kristian Nakal


Hingga Alarm ku berbunyi tanda pagi sudah tiba, aku segera pergi membersihkan diri dan ketika aku sedang merapihkan rambutku , terdengar suara ketukan pintu, aku kira pasti itu Kristian yang akan mengajakku untuk kembali menemui orangtuanya karena besok kami harus segera kembali. Kubuka pintu kamar dan ternyata adalah Mami Irene


“Pagi Cinta .. Apa Tante Boleh masuk ?”


“Tentu saja tante .. Silahkan .. “


“Cinta .. To the Point saja , Tante Tahu Jika Kris sangat mencintai kamu dan ingin menuju kea rah yang lebih serius, Tapi Apa kamu Tahu bahwa kamu sudah benar-benar layak bisa mendampingi Kristian ?” Apa Kata Orang Kristian memilih Wanita yang Tidak jelas asal usulnya, dan Apa Kata Orang bahwa kamu adalah Sekertaris yang menggoda Atasannya ? Apa kamu siap dengan semua tuduhan Itu, Belum lagi Kamu dari Keluarga Biasa ? Apa Kamu Sanggup ? “


Rasa perih terasa dimataku saat ini, Namun masih Kutahan Rasanya, Aku tidak ingin Air mataku mengalir, Aku tak bisa berkata semua ucapan Mami Irene adalah benar adanya, Aku tidak bisa membela ataupun menyangkalnya


“Saran dari tante adalah Jauhi Kris selagi kamu mampu, Jika benar Kamu menyayanginya segela lepaskan dia dan jangan sampai Kris tahu keberadaanmu, Jika kamu butuh bantuan Tante, Tante siap memenuhi segala kebutuhanmu.” Ujar Mami Irene Sarkas


Kata-kata itu telah menusuk hatiku seolah merendahkanku, seolah aku adalah wanita Hina yang tidak pantas mendapingi Anaknya


“Maaf Tante ..Jika tante sudah bisa menilai Orang hanya dari Kasta, Cinta akan Mundur karena sesungguhnya Cinta tidak pernah sekalipun diajarkan oleh Orangtua Cinta untuk merendahkan Oranglain , Tante tenang saja Cinta tidak akan membutuhkan bantuan Tante walaupun Cinta harus bekerja sampai tulang Cinta merasa Rapuh . Dan Juga tante harus tahu bahwa kebahagiaan bukan hanya di nilai dari materi” Air mata ku mengalir namun aku merasa sangat lega karena menyampaikan apa yang menganjal dihatiku.


Tante Irene segera Pergi dari kamar setelah aku berhasil memberikan Bom di pikirannya. Aku semakin berfikir bahwa aku berbuat sesuatu untuk Kristian, Aku tidak mau menikah dengannya jika Maminya belum merestui kami. Dan aku hanya ingin menikah dengan restu kedua belah pihak. Jika memang harus jalanku pergi darinya. Akan kulakukan agar Kristian bisa mencari pendamping Hidup yang lebih dari Aku.


Aku segera membersihkan air mata dan mencoba berprilaku seperti biasa agar Kristian tidak mengetahui bahwa Mami Irene tadi datang kepadaku. Benar saja Kristian menghampiriku untuk mengajak aku sarapan bersama.


Ketika kami mulai sarapan dan Kristian segera memulai perbincangan serius, akupun hanya berusaha mendengarkan tanpa ada rasa. Biarkan saja Kristian berbicara dan aku sudah memutuskan untuk pergi darinya tanpa dia harus tau. Keseriusan terdengar dari mukut Kristian dan hanya Mami Irene saja yang terlihat kurang setuju atas permintaan Kristian. Berbeda dengan Papi Yo yang nampak senang mendengar kabar bahwa Kris sudah ingin menikah.


Beberapa kali Kristian menatapku namun aku hanya tersenyum tanpa ada perlawanan


Haaaaiii...


like koment ny dong