LOVE IN DIFFERENCE

LOVE IN DIFFERENCE
Jalani saja



Kristian tanpa pikir panjang segera mengambil ponsel dan turun menuju parkiran mobil , di lajukan mobilnya menuju Rumah Cinta , Dia sudah tidak sabar jika harus menunggu Esok hari . Dia ingin segera meluruskan permalahannya dengan Cinta . Dia mengusapkan tangannya beberapa kali ke wajahnya , tak pernah perasaan dia sebegitu kesalnya . Tak butuh lama untuk Kristian sampai di rumah Cinta . Dia segera menghubungi Cinta kembali , namun tetap saja tak ada jawaban dari Cinta . Hingga akhirnya dia memberanikan diri untuk mengahampiri Rumah Cinta . Segera ia membunyikan Bel Rumah Cinta , tak lama seorang wanita paruh baya membuka pintu.


“Maaf apa benar ini rumah Cinta , Bu ? “


“Benar , adik ini siapa ya ?”


“Saya , Teman sekantor Cinta Bu , apa saya bisa bertemu dengan Cinta , Bu ?”


“Silahkan masuk terlebih dahulu nak “


Kristian segera duduk di Sofa Ruang keluarga Cinta , Rumah keluarga Cinta sangat berbeda dengan apartementnya yang luas , tempat ini di penuhi barang . Namun Kristian berusaha merasa nyaman . Ketiak ibu memanggil Cinta ke kamarnya dan memberitahu bahwa ada teman kantornya yang datang . Cintapun langsung menyimpulkan bahwa yang datang kemari adalah Kristian . Dan kala itu Cinta ingin sekali menghindar namun Ibunya menyuruh untuk menemuinya . Saat dia keluar kamar ternyata Kristian sedang mengobrol dengan sang Ayah . Cintapun mengahmpiri Kristian , silahkan anak di lanjut dengan nak Kristian , Ayah membatu ibu dulu di dapur .


Cinta segera duduk berhadapan dengan Kristian , dengan wajah muram Cinta bertanya maksud kedatangan Kristian kemari . Namun Kristian mencoba mengajak Cinta untuk pergi ke coffee shop karena dia merasa tidak enak dengan keluarga Cinta . Akhirnya ajakkan Kristian disetujui oleh Cinta . Cinta dan Kristianpun pamit keluar kepada Ibu adelia dan juga Ayah Ben.


Sesampainya di Coffee Shop , Kristian memulai untuk berbicara kepada Cinta .


Mengapa kamu mengaikan telepon dari ku ? Bertanya dengan wajah sendu


Aku tidak mengabaikannya , jika memang ada urusan pekerjaan yang penting bapak bisa mengirimkan pesan kepadaku


Cinta .. apa yang kau dengar tadi itu salah paham suara Kristian terdengar begitu Lirih


Aku tidak salah paham Pak , memang sejak awal aku seharusnya bisa memposisikan dimana diriku berada , betapa berbedanya Bapak dengan Ku menahan air mata yang hampir menetes


Aku paham Cinta , aku paham kamu sengaja menghindariku beberapa kali , aku paham aku masih berhubungan dengan Gaby , Tapi aku tidak mengerti perasaan yang aku alami saat ini , aku begitu sangat senang bisa selalu ada disampingmu , membuatmu tertawa dan terkadang aku ingin memilikimu . Aku tahu aku ada hubungan dengan Gaby namun apa kamu mengerti hubungan kami tidak seperti yang kamu kira , semakin lama aku merasa hubungan kami sudah tidak sehat lagi . Jika aku jujur aku dulu snagat menggagumi Gaby , namun ketika aku menjalin hubungan dengannya , perasaan aku kepadanya sama. Tidak ada yang berubah . Berbeda dengan dirimu Cinta , bahkan untuk bisa makan malam denganmu aku sengaja untuk lembur , aku meluangkan waktu di sela-sela kesibukan kita untuk bisa menghiburmu pergi ke bioskop . Aku menghawatirkanmu ketika kamu pulang kantor sendirian . Aku juga tidak mengerti perasaan apa yang aku rasakan ini , Aku ingin sekali menyangkal perasaan ini , namun aku tidak bisa Cinta . Bahkan ketika kamu tidak menjawab telepon ku , aku memberanikan diri kemari . Aku tahu kamu tidak mungkin memiliki perasaan yang sama , namun aku tidak mau terjadi kesalahpahaman , ditambah kejadian kemarin yang mungki membuatmu syok “ tutur Kristian dengan panjang lebar


Cinta masih terdiam dengan wajah yang ia tundukan , air matanya menetes hingga membuat Kristian ingin menghapusnya .


“Cinta .. maafkan aku .. aku tidak menegrti yang aku rasakan .. aku pasrah jika saat ini kamu sangat membenciku , aku tidak ingin membuatmu menangis , berhentilah menangis , jika yang kamu [inta aku menjauh darimu , aku akan berusaha “ Kristian menutup muka dengan kedua tangannya , hatinya sakit melihat Cinta menangis bahkan bingung karena tidak ada kata yang keluar dari mulut Cinta , hingga akhirnya dia mengajak Cinta untuk pulang . Ketika kristian berdiri lengan Kristian di tarik oleh Cinta .


“Duduk Pak .. “ Cinta menghapus air mata di kedua matanya


Kristian duduk kembali , hatinya sakit melihay Cinta begitu sedih ingin rasanya dia menghapus air mata yang menetes .


“Jika aku bisa memilih tidak menyukaimu pasti sudah aku pilih itu Cinta , namun perasaan ini tidak bisa dipaksa , aku tidak mau kamu menjauhiku lagi , hubunganku dan Gaby tidak spert yang kamu fikirkan . Kami memutuskan untuk Break , Aku mohon Cinta jangan halangi perasaanmu kita jalani saja , jangan buatku tersiksa karena kamu menjauh “ suara Kristian begitu lirih hingga Cinta tidak pernah melihat wajah Kristian yang begitu sendu seolah dia benar-benar terpuruk . Kristian memberanikan diri menyentuh dan menggengam tangan Cinta saat itu .. di kecup punggung tangan Cinta dengan penuh perasaan . Yah , perasaan yang sampai saat ini kristian tidak bisa mengendalikannya . Akhirnya Cinta luluh dengan perkataan yang Kristian sampaikan , dan Kristian meyakinkan dia tidak akan membuat Cinta bersedih , untuk hubungannya dengan Gaby di akan berusaha mengakhirinya , dia berjanji kepada Cinta karena dia tahu jika masih ada Gaby Cinta pasti Cinta akan menjauh darinya .


Sesampainya Kristian mengantar Cinta sampai di rumahnya , dia segera pamit untuk pulang tak lupa dia juga berpamitan kepada ibu adelia dan juga ayah Ben . Cintapun kembali ke kamar dengan perasaan yang masih bimbang , keputusaan yang ia ambil apakah akan membuatnya bahagia atau malah membuatnya semakin sakit . Tapi saat ini ada benarnya apa yang di katakan Kristian lebih baik kita jalani saja hubungan ini , hingga mungkin akan ada takdir yang akan tuhan berikan kepada kami berdua , pikirnya malam itu . Hingga akhirnya dia tertidur lelap.


Pagi ini , Kristian menghubungi Cinta untuk menjemputnya agar mereka bisa bersama pergi ke kantor , ketika sampai di dalam mobil suasana hening masih terjadi diantara mereka . Kristian yang saat ini masih begitu bingung untuk memulai percakapan mereka , begitu pun dengan Cinta yang masih tidak enak hati . Sehingga Cinta masih memalingkan wajahnya dan berusaha melihat kearah jendela . Hingga akhirnya Kristian yang memulai berbicara terlebih dahulu .


“Apa kamu masih marah kepadaku?” Melirik kearah Cinta


“Tidak ….


“Apa kamu sudah sarapan ?” Kristian masih berusaha mencairkan suasana


“Sudah .. “ jawaban singkat Cinta membuat Kristian bingung mau berkata apalagi


“Ohhhh .. baiklah aku nanti minta buatkan Kopi saja , Karena tadi aku belum sempat sarapan .” Senggaja memancing Cinta agar Cinta bisa mengeomelinya . Dan benar saja kata ampuh Kristian langsung membuat Cinta berbicara panjang lebar seperti sedang mengomeli anak kecil yang tidak patuh . Cinta begitu sangat menghawatirkan kesehatan Kristian apalagi saat kejadian di bali kemarin. Kristian saat itupun malah tersenyum senang ,mendengar kembali Cinta yang begitu mengoceh seperti nenek tua .


“Kita sudah sampai Nyonya .” Dilepasnya sabuk pengaman yang masih melkat di tubuh Cinta .


“Apa perlu kubuka kan Pintu mobilnya” berusaha menjahili Cinta , namun Cinta segera pergi meninggalkan Kristian . Wajahnya di tekuk karena kesal kepada Kristian . Sesampainya di meja kerjanya Cinta langsung menghubungi Office Boy untuk membelikan Roti isi untuk Kristian.


Perhatian kecil dari Cinta yang membuat Kristian makin jatuh Cinta kepada Cinta itulah yang mungkin Kristian sadari . Maka dari itu malam ini Kristian akan mengajak Cinta untuk makan malam dan juga akan mengatakan kepada Gaby bahwa dia ingin segera mengakhiri hubungannya , agar Gaby bisa fokus pada pekerjaannya disana dan berharap semoga Gaby bisa menerima keputusan dari Kristian.


Minta dukungan nya dong buat cerita ini


Like dan komentnya


Plisssss......