
Terjadi perdebatan alot antara Kristian dan Mami Irene namun tetap saja, Kristian yang keras kepala tetap akan melamarku dengan restu atau tanpa restu dari Orangtuanya, aku kala itu hanya berusaha menenangkan Kristian yang aku lihat terlihat penuh amarah. Dan tanpa ada aba-aba Kristian menyuruhku untuk segera pergi dari rumah ini
Keadaan seperti ini membuatku semakin merasa bersalah, aku tidak ingin hubungan yang selama ini berjalan baik malah rusak oleh wanita sepertiku. Namun aku tidak bisa melawan Kristian ketika amarahnya sedang berada di puncak hingga akhirnya kami pergi tanpa pamit kepada kedua orangtuanya
“Kris.. Apa kamu sudah merasa tenang sekarang ?” Aku mengusap lengan Kristian
“Maafkan aku Cinta .. Seharusnya kita menikah dari dulu saja tanpa perlu restu Mami ..”
“Jika aku tidak mau bagaimana ?” Pernikahan itu menyatukan kedua Kris “
Tak ada jawaban dari semua permasalahanku ini, sampailah aku di rumah yang sangat nyaman kediaman ku yang mungil namun penuh dengan kasih sayang.
Aku segera menghampiri Ibu yang sedang sibuk merapihkan meja makan
“Kamu sudah pulang ? Apa ada masalah “ tanya Ibuku penasaran
“Apa ibu Cenayang ?? Langsung bisa tahu jika memang ada masalah “
“Duduklah .. ceritakan pada Ibu “ Ibu segera berpindah menuju sofa di Ruang keluarga kami
“Bu .. Bagaimana Kalau Kita Pindah ke Indonesia, disana kan nenek juga sendiri karena tante Riska tinggal di lombok “
“Kenapa tiba-tiba nak ? Apa ini ada hubungannya dengan Kris ?”
Air mataku tumpah di pangkuan ibuku , Ku ceritakan semua kisahku selama disana, dan Ibuku hanya mengusap Air mataku dan berkata
“Apapun keputusan kamu, Ibu akan mendukungnya dan jika harus pergi dari sini meninggalkan banyak kenangan dari peninggalan Ayahmu, Ibu akan siap kamu bawa pergi kemanapun asal kamu bahagia”
Sesungguhnya aku membutuhkan Ayahku saat ini, Aku yakin jika masih ada Ayah, Ayah akan mendatangi Kediaman Kristian dan Akan memaki kedua Orangtuanya karena membuat hati Anaknya terluka. Karena itu yang selalu Ayah lakukan kepadaku apabila aku di Bully oleh temanku disekolah. Namun sosok itu hilang dan hanya kami yang harus kuat menghadapi kenyataan, bahwa Ibu harus bekerja dua kali lipat untuk bisa membiayai kuliah Andy.
Akhirnya setelah keputusan terberat aku di bantu Ibu menghubungi Nenek dan mengabari bahwa kami akan tinggal disana, keadaan itu membuat nenek semakin senang karena selama ini dia hanya tinggal sendiri. Kami memutuskan untuk menjual beberapa Aset untuk membiyai hidup kami di Indonesia dan juga untuk biaya kepindahan Andy di perguruan tinggi diindonesia.
Aku merahasiakan semua rencanaku kepada Kristian dan teman-teman kantor, aku juga bersikap seperti biasa saja kepada Kristian supaya tidak membuatnya curiga. Keputusanku sudah bulat untuk diam-diam pergi meninggalkannya, ini kulakukan untuk kebaikanku dan juga dia.
Tepat dua minggu segala keperluan kepindahan kami telah selesai kami urus , walaupun rumah dan ruko kami masih belum laku terjual namun kami sudah menyerahkan kepada pihak penggelola dan akan segera menghubungi jika memang ada seseorang yang berniat untuk membelinya. aku jga sudah menyiapkan surat pengunduran diri di meja kerjaku. Dan juga aku sudah beralasan bahwa hari ini aku dan Ibu akan pergi berlibur sehingga kami tidak usah bertemu.
Taxi sudah tiba saatnya aku pergi meninggalkan semua kenangan manis dinegara ini , di kota ini aku tumbuh besar di kota ini aku juga bisa menjadi wanita yang pemberani di kota ini aku mulai merasakan jatuh cinta dan di kota ini aku juga merasakan arti sebuah kehilangan. Kehilangan cinta pertamaku Ayah Ben dan juga kehilangan cinta terakhirku. Rasanya begitu berat meninggalkan semua kenangan namun hidup akan terus berjalan dan aku yakin semua akan indah pada waktunya.
Koper-koper sudah masuk ke dalam taxi dan saatnya kami pergi menuju bandara.
Satu jam sebelum keberangkatan kami sudah tiba aku berpamitan kepada Ibu dan Andy untuk membelikan Roti sebagai Kudapan saat kami menunggu dan juga secangkir kopi, entah sejak kapan aku mulai menyukai nikmatnya kopi. Bahkan kopi memberikan filosofi bahwa hidup akan terasa pahit diawal namun seiiring kita bisa menikmatinya maka akan terasa manis.
Salah satu brand kopi ternama menjadi tujuanku segera kau memesan kopi untuk ku dan Andy dan beberapa kudapan. Selesai membayar aku di kejutkan dengan seseorang yang sangat aku kenal . Dia Reandy seseorang yang sudah menjadi teman baikku.
“Aaaaaaku ... aku hanya pergi berlibur bersama Ibu dan Andy “ jawabku gugup
“Dimana Ibu dan Andy ? Aku ingin menyapanya ?”
“Tidak perlu .. Ibu sudah masuk Gate “
“Aku yakin pasti ada sesuatu yang kau tutupi, aku tahu kamu berbohong?”
“Tidak .. “jawabku tegas
Namun jika aku tidak berkata jujur kepada Reandy pasti Reandy bisa mengadukanku kepada Kristian bahwa melihat di Bandara. Akhirnya aku berusaha berkata Jujur dan meminta Reandy tidak membocorkan rahasia ini.
“Ren .. sebenarnya aku ingin menetap di Indonesia dan pergi meninggalkan semua kenangan ini, tapi ku mohon jangan beri tahu Kristian bahwa kamu bertemu denganku, aku akan berusaha menghilang di telan Bumi Ren “ air mataku tiba-tiba mentes
“Cin.. jika kamu ada masalah yang begitu berat, mengapa tidak menceritakannya kepadaku ? Bagaimana kamu akan tinggal disana ? Bagaimana kamu menjalani hidup disana ?” Tanya Reandy sambil menatapku tajam
“Aku akan tinggal bersama Nenekku karena Nenekku juga tinggal sendiri dan sudah tidak ada yang menjaganya, disana aku akan kembali dari awal Ren, mencari pekerjaan dan berusaha melupakan semua kenangan.”
“Baiklah jika itu keputusanmu dan aku janji aku tidak akan bercerita kepada siapapun, hubungi aku jika kamu sudah sampai disana , jika tidak menghubungki maka aku akan membocorkan rahasia ini kepada Kristian.”
“Baiklah aku berjanji.. oh ya ada apa kamu disini ?” Tanyaku penasaran
“Aku habis mengantar Ayahku yang akan pergi ke Bali “
Ponselku berdergetar dan ternyata panggilan dari Ibu ,sehingga percakapan aku dan Reandy harus aku akhiri
“Ren aku pamit ya .. kamu baik-baik ya, Ibu ku suudah menghubungiku”
“Baiklah .. kamu juga baik-baik disana jaga Ibu dan juga Andy “
Setelah berpamitan dengan Reandy aku menghampiri Ibu di ruang tunggu dan mengetik pesan untuk Kristian
Kris .. terimakasih sudah menyayangiku dengan sepenuh hati dan serius menjalankan hubungan denganku . Maaf aku hanya bisa mengirimkan ucapan pesan kepadamu, aku harap kamu bisa sangat mengerti, maaf juga telah mengambil keputusan secara sepihak. Selama setahun ini aku sangat bahagia namun ada satu hal yang akusadari bahwa terlalu banyak perbedaan di antara kita yng membuat aku mengambil keputusan ini. Pintaku kepadamu carilah sesorang yang bisa membuatmu bahagia dan mau sama-sama berjuang denganmu. Banyak yang ingin kusampaikan namun aku sudah tak kuasa. Satu hal lagi kamu adalah Cinta keduaku yang teramat aku sayangi setelah Ayahku, aku mau kamu juga bisa berbakti kepada Mami dan Papi agar kelak kamu bisa membahagiakannya. Salam sayang dari ku untukmu. Jaga kesehatan dan jangan terlalu banyak bekerja
Your love
Cinta\~
Aku pergi dari Reandy dan segera menghampiri Ibu dan Andy
Bye Negri kepala Singa terimakasih atas semua kenangan