LOVE IN DIFFERENCE

LOVE IN DIFFERENCE
Cemburu



“Jadi Saya Mohon Silahkan Anda mengerti dan paham.”


“Biarkan aku berbicara dengan Cinta empat mata ?” Pinta Kristian kepada Reandy


“Silahkan.. karena aku percaya bahwa Cinta tidak akan mengecewakanku


Reandy pergi dan tentu saja tersisa aku dan Kristian


“Cinta.. aku apa kamu yakin dengan keputusanmu?”


“Sangat yakin ..”


“Apa kamu yakinakan bahagia dengan Reandy ?”


“Aku yakin Kris ..”


“Baiklah aku hanya ingin mendengar itu darimu, seperti ucapanmu tadi aku pinta hubungan kita akan menjadi lebih baik


“Tentu saja .. Restui aku dengan Reandy dan aku yakin aku akan bahagia bersamanya”


“Bolehkan aku memelukmu sebagai tanda sayangku”


Hanya angukan kepala yang aku lakukan, akhirnya keputusanku untuk benar-benar meninggalkan Kristian sudah semakin bulat dan aku merasa sangat lega bisa bertemu dan memberikan keputusan ini kepadanya. Pelukan hangat tanda Kasih yang Kristian berikan kepadaku menjadi pelukan terakhir yang tak akan kulupakan.


“Aku pamit Cinta.. ku harap kamu masih bisa menghubungiku sebagai Kakak”


“Hati-hati Kris .. carilah kebahagianmu .. “


Tak lama Kristian pergi dari hadapanku dan berpamitan kepada Reandy tentunya, harapanku semoga hubungan mereka bisa berjalan seperti dahulu.


Ketika Reandy menghampiriku, sku masih menyimpan dendam akan perkataannya kepada Kristian


“Ren .. maksudmu apa ? Aku bukan barang Ren .. “ kataku sarkas


“Aku tahu.. aku begitu karena aku yakin bisa membahagiakanmu.. “ senyuman penuh percaya diri terlihat dari sorot matanya


“Ayo.. kita harus segera ke kantor “ pintaku


Kami berdua langsung pergi menuju kantor karena masih banyak beberapa pekerjaan yang menanti dan lagi pernikahaanku dan Reandy semakin dekat. Walapun kami sudah memepecayai semuanya kepada WO namun aku tetap saja mau semuanya berjalan dengan baik. Aku sangat beruntung mendapatkan Reandy, lelaki yang tidak banyak menuntut apappun kepadaku. Bahkan selama aku menjalin hubungan kekasih dengannya tidak sedikitpun dia berusaha menciumku. Entah mengapa aku masih belum siap untuk melakukan itu dengannya bahkan memikirkannya saja tidak namun ada perasaan mengganjal bagiamana aku bisa menikah dengannya padahal aku sendiri belum siap untuk melakukan hal yang intim dengannya. Lupakan lah itu mungkin seiring berjalan waktu aku bisa menerima itu semua.


Sebulan kepergian Kristian membuat hubunganku dengan Reandy menjadi semakin hangat, aku sudan mulai merasa memilikinya dan berharap selalu di dekatnya. Dan juga aku bahagia karena orangtua Reandy sering mengunjungi Ibu dan Nenek. Sudah lengkap kebahagiaanku tentunya. Reandy pun semakin hari menuju pernikahan semakin sibuk dengan urusan beberapa Kllien yang akan sudah lama ingin bekerja sama dengan perusahaan Reandy.


Obrolanku dengan Reandy pun sudah semakin jelas kemana arahnya, dia sudah menyiapkan satu Rumah yang nantinya akan kita tinggali berdua. Rumah idamanku yang sering aku ceritakan kepada Reandy, aku menginginkan Rumah yang memiliki dapur yang luas dan harus ada taman di samping dapur dan juga kolam ikan. Rencananya sore ini kami akan melihat rumah yang Reandy beli dan sudah di renovasi sesuai dengan keinginanku. Namun tak berapa lama berselang aku menerima telpon darinya bahwa hari ini dia harus bertemu dengan Klien dari salah satu perusahaan jasa angkutan online terbesar di asia. Padahal aku sudah bahagia namun aku harus mengerti bahwa itu pekerjaan yang harus di kerjakaan.


Jam pulang kantor sudah tiba seperti biasa Ibu kota merupakan pusat kehidupan menjadikan kemacaetan adalah hal yang sudah biasa. Setelah kepadatan lalu lintas sudah bisa aku atasi tibalah aku di sebuah Mall dan segera aku masuk ke salah satu store, aku mencari dan mencoba beberapa warna lipstik dan juga parfum. Seperti biasa salah satu sifat wanita adalah rencana yang di beli akan lebih banyak ketika sudah dihadapakan oleh hal yang dia suka. Alhasil aku membelikan parfum untuk Andy dan juga Reandy tak lupa aku membelikan vitamin untuk Ibu dan Nenek.


Karena kelelahan aku akhirnya memutuskan untuk makan malam di restoran milik Andy. Seperti biasa di jam sibuk makan malam tentunya Restoran akan Ramai dan aku melihat Andy yang juga sibuk memperhatikan Staff nya hingga dia tak menyadari bahwa Kakaknya sudah tiba.


“Malam .. aku ingin memesan makanan yang termahal ?”


“Kakak .. ada apa kakak kemari ?mana Reandy ?”


“Reandy sedang ada meeting, kakak kemari tentunya merindukan Adik kakak yang sudah lama tidak pernah bertemu.”


“Ah.. kakak bisa saja .. mari ke ruanganku , akan ku siapkan makan malam “


Kami masuk ke Ruangan Andy dan tersaji berbagai macam menu yang sudah pasti aku tidak akan menghabisinya. Kami berbincang melepas cerita satu sama lain hingga akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 malam dan aku baru sadar aku harus pulang. Bisa saja ibu menungguku, aku berpamitan kepada Andy dan berjalankeluar dari Restorannya menuju parkiran mobil tentunya, ketika aku sudah meninggalkan Restoran Andy mataku tertuju kepada salah satu coffee shop dimana aku seperti sangat familiar dengan Jas yang di pakai, ya aku melihat Reandy sedang duduk bersebrangan dengan seorang wanita cantik nan sexy dimana pakaian kerja yang dia gunakan memperlihatkan lekuk tubuhnya dan juga make up yang tentunya seperti artis. Ku mencoba menghubunginya namun ponselnya tidak aktif dan aku berinisiaif untuk menghampirinya namun ketika aku berjalan ke arahnya aku melihat pemandangan yang seharusnya tidak aku lilhat. Kuperhatin Reandy berusaha mendekat ke arah wanita itu dan benar saja tangan Reandy berusaha menyentuh wajah wanita itu.


Sontak saja aku memanggilnya dan tentu saja dia terkejut melihatku


“Cinta.. ?”


“Kau benar- benar .. “ aku berlari menuju mobil dan aku tentu saja tahu bahwa Reandy mengejarku hingga akhirnya dia berhasil meraih tanganku.


“Sayang .. ini tak seperti yang kamu bayangkan .. “


“Cukup ini adalah bukti bahwa kamu sudah bersikap seperti itu, apa ini balasanmu untukku ?”


Airmata ku sudah membanjiri seluruh wajahku, hingga Reandy memeluku namun aku meronta untuk melepaskan pelukannya


“Sayang aku tidak segila itu, kita akan menikah tidak mungkin aku melakukan hal yang aneh-aneh”


“Itu alasan saja.. cukup aku membencimu Reandy .. kamu sungguh Laki-laki hina”


Aku berlari menuju mobilku dan tentunya di ikuti oleh Reandy dan aku segera masuk dan melajukan mobilku namun Reandy berada di hadapan mobilku dan tak mungkin aku menabraknya


“Sayang dengarkan dulu penjelasanku, tadi itu adalah brand ambasador dari PT.Runride yang akan bekerja sama dengan kita, tadi tanpa sengaja dia mengosokan tangannya ke arah mata alhasil softlens yang dia gunakan jatuh ke pipinya. Maka dari itu aku berusaha untuk menolongnya. Jadi tolong jangan salah paham, kalau perlu aku panggilkan Shinta ke dalam mobilmu. Aku berani bersumpah demi Tuhan.”


Aku yang tidak membukakan pintu untuk Reandy seketika menjadi bingug akan perasaanku, apa benar ucapannya. Hingga Reandy menghapus air mata yang jatuh di wajahku mendekatkan wajahnya arah wajahku. Dan memberi kecupan yang tak pernah aku bayankan sebelumnya


“Terimakasih sudah cemburu kepadaku, dan aku semakin yakin bahwa kamu sudah menyayangiku”


Kecupan hangat itu dilanjutkan oleh Reandy dengan Ciuman hangat. Akhirnya kedua bibir kami bertemu setelah sekian lama dengan situasi dan kondisi yang tidak romantis seperti bayanganku.


Haiii tinggal 3-4 eps lagi ya menuju tamat ..